FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Artikel

Home / Artikel
09Feb

FPIB Adakan Kunjungan Pameran Buku Bersama Mahasiswa Baru

9 Februari 2022 buutsfpib Info 64

Kairo, Fpib.web.id- Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) mengadakan kunjungan ke Cairo International Book Fair (CIBF), Jumat (4/2). Acara tersebut dipandu langsung oleh tiga tutor yaitu Ahmad Fauzan, Nailul Authon, dan Tholhah El-Fayyedh serta diikuti oleh para mahasiswa baru sebagai peserta.

Kunjungan ke pameran buku ini merupakan salah satu bentuk pembekalan lapangan bagi mahasiswa baru. Agar lebih intensif, panitia acara membagi para peserta menjadi tiga kelompok yang masing-masing didampingi oleh satu tutor dan beberapa orang pembimbing.

Dalam ajang tahunan ini, para mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan dengan jajaran stan yang memenuhi pameran. Melainkan, para tutor menjelaskan mengenai buku-buku yang baik bagi penuntut ilmu syar’iyyah di tiap tingkatannya (mubtadi`, mutawassith, muntahiy), karakteristik buku-buku klasik dan kontemporer, kelebihan dan kekurangan cetakan dari tiap penerbit, tips memilih buku, dan rekomendasi buku-buku yang baik untuk dimiliki.

“Tutor menyampaikan penjelasan dengan sangat baik dan lugas. Tidak hanya menjelaskan rekomendasi buku dan stan toko buku. Tutor juga menjelaskan kedudukan para masyayikh, seperti Syekh Ali Jum’ah dan Imam Akbar Syekh Ahmad Thayyib,yang sangat berpengaruh terhadap negara. Tidak lupa juga di setiap stan yang dikunjungi, tutor menyisipkan nasehat-nasehat untuk menambah semangat para peserta,” ujar Nabila selaku panitia.

Suasana pameran buku yang difasilitasi lima hall terlihat sangat ramai dan padat. Mengingat Jumat adalah hari libur di Mesir, sehingga masyarakat sangat antusias untuk datang ke pameran yang hanya diselenggarakan dalam dua pekan per tahun ini.

“Saya kurang menganjurkan untuk datang di hari Jumat, jika tahun berikutnya kegiatan ini dilaksanakan kembali. Sebab stan mulai dibuka setelah sholat Jumat sehingga pengunjung terlalu ramai memadati hall. Hal ini sangat membatasi ruang gerak peserta rihlah,” jelasnya.

Di sela-sela membludaknya pengunjung, para peserta sangat beruntung dapat bertemu dengan beberapa masyayikh dan muhaqqiq kitab yang turut hadir dalam CIBF. Sebagaimana muhaqqiq kitab memainkan peranan penting dalam keilmuan syar’iyyah yaitu menelaah ulang naskah buku yang dicetak oleh para penerbit demi menjaga keaslian naskah tersebut, tidak dikurangi ataupun ditambah. Tahap ini (tahqiq) hanya dilakukan pada buku-buku klasik, tidak pada buku kontemporer.

“Acara berlangsung dengan lancar. Baik peserta maupun tutor sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut guna mewadahi anak-anak baru yang belum memahami esensi diadakannya pameran buku internasional ini. Mengingat pameran buku ini merupakan salah satu ikon kebanggaan Mesir setiap tahunnya,” tambahnya.

Reporter : Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
28Jan

Masa Ujian, Semarak FPIB Menyambut 105 Penerima Beasiswa Al-Azhar, Kairo

28 Januari 2022 buutsfpib Info 57

40 calon mahasiswa baru penerima beasiswa Universitasa Al-Azhar asal Indonesia angkatan kedatangan tahun 2021 telah tiba di asrama Madinatul Buuts. Kedatangan ini merupakan akhir dari gelombang mahasiswa angkatan 2021.

Seminggu sebelumnya, Sabtu (22/1), 32 calon mahasiswa baru, penerima beasiswa Universitas Al-Azhar gelombang pertama telah tiba di Kairo. Menyusul setelah itu gelombang kedua yang berjumlah 33, yang tiba pada hari Ahad (23/1). Total calon mahasiswa baru angkatan kedatangan 2021 berjumlah 105 orang.

Kedatangan calon mahasiswa baru ini disambut hangat oleh Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB). Ketua 1 Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB), Burhanuddin Mashyudi mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan utusan-utusan tanah air yang akan mengemban amanah untuk menemba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo.

“Alhamdulillah, proses kedatangan calon mahasiswa baru, penerima beasiswa Universitas Al-Azhar berjalan dengan lancar. Semoga dengan awal yang lancar, proses regulasi selanjutnya berjalan dengan lancar juga.” Ungkap Budi Andi, Anggota Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar (KPBA).

Budi Andi juga mengapresiasi proses penyambutan calon mahasiswa baru penerima Beasiswa Al-Azhar. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan calon mahasiswa baru yang bertepatan dengan momentum ujian termin satu tidak mengurangi rasa tanggung jawab dan kekompakan Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB).

Reporter : Muhammad Awwabinhafizh

Editor : Habib Maulana

Read more
27Des

39 Peraih Beasiswa al-Azhar Telah Tiba di Madinatul Bu’uts al-Islamiyyah

27 Desember 2021 buutsfpib Info 62

Kairo, Fpib.web.id- Senin (27/12) sebanyak 22 orang peraih beasiswa Al-Azhar tiba di Bandara Internasional Kairo dengan menggunakan pesawat maskapai Qatar Airways. Setibanya di Kairo, rombongan langsung dijemput oleh tim Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar (KPBA) menuju asrama Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah. Ini merupakan kloter ketiga kedatangan calon mahasiswi baru, yang mana sebelumnya telah tiba 8 calon mahasiswi di hari Ahad (26/12).

Ketua KPBA Berliana Putri mengatakan, kedatangan calon mahasiswa baru terdiri dari beberapa kloter dan jalur seleksi yang berbeda-beda.

“Jalur beasiswa ada lima yaitu jalur Kemenag, Kedubes, Gontor, PBNU, dan Ma’had Al-Azhar Jakarta. Perkiraan totalnya ada 154 orang, namun kami masih mengonfirmasi dari penanggungjawab tiap jalur yang ada Indonesia,” ujar Berliana usai penyambutan rombongan kloter kedua.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Prof. Bambang Suryadi, Ph. D ditemani oleh stafnya, Subhan Jaelani, Lc. sempat hadir dan memberikan sambutan hangat saat menerima kedatangan calon mahasiswi baru kloter kedua di hari Ahad kemarin. Menurutnya, kedatangan mereka memberikan kesan baik dan istimewa bagi seluruh calon mahasiswa baru khususnya.

“Bu’uts sebagai asrama tempat tinggal para mahasiswa memiliki peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh semua penghuninya. Maka sebagai penghuni baru haruslah mengerti dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Adapun anggota kedatangan yang berasal dari berbagai jalur, harusnya bisa saling berbaur karena hal inilah yang nantinya menciptakan ukhuwah bagi internal anggota bu’uts seluruhnya,” sambut Prof. Bambang Suryadi

Berliana menambahkan, masih akan ada beberapa gelombang hingga seluruh peraih beasiswa tiba di Mesir. Namun terkendala dari antrian keberangkatan hingga ketersediaan kursi pesawat dari berbagai maskapai.

“Total keseluruhan yang sudah tiba ada 39 orang. Kloter satu berjumlah 9 orang, kedua 8 orang, dan kloter 3 yang datang hari ini berjumlah 22 orang. Insya Allah mereka adalah kloter terakhir yang datang sebelum ujian. Sisanya akan menyusul setelah ujian. Tapi kami tidak bisa memastikan kapan mereka akan berangkat,” ungkapnya.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
14Des

KPBA Resmi Dibentuk, Kepengurusan Gelombang Pertama Anak Baru Tuntas

14 Desember 2021 buutsfpib Berita 57

FPIB, Kairo—Madinatul Buuts kedatangan 9 calon mahasiswi penerima beasiswa pada hari Senin (13/12) pukul 14.30 CLT. Mereka tiba di bandara Kairo sekitar pukul 10.33 CLT. Pada akhirnya, mereka dijemput oleh beberapa anggota dari tim penjemputan menggunakan bus medium milik Madinatul Buuts.

“Ini sedikit di luar dugaan kami, karena kedatangan anak baru ini sebenarnya tidak sesuai dengan jadwal yang telah dikabarkan. Tapi alhamdulillah mereka semuanya datang dengan selamat.” Jawab Fajar Ilman Nafi’ sebagai Ketua KPBA.

Dwi Budi Prakoso, salah satu anggota dari tim penjemputan menjelaskan, bahwa beliau dan timnya bergerak cepat setelah mendapatkan kabar dari tim KPBA. Juga turut menjemput, Fajar Ilman Nafi’ sebagai ketua KPBA dan Bagas Ade Prakoso sebagai pembimbing KPBA. Berangkat setelah shalat Dzuhur, tim penjemputan tiba di bandara Kairo pukul 14.00 CLT.

Sesampainya di sana, Fajar Ilman Nafi’ mengabsen dan mengecek seluruh calon mahasiswi yang baru saja tiba, sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan. Diketahui, bahwa seluruhnya adalah penerima beasiswa melalui jalur Pondok Modern Darussalam Gontor.

Sesampainya di Madinatul Bu’uts, mereka disambut oleh tim KPBA yang sudah menunggu di gerbang putri Madinatul Bu’uts.

“Alhamdulillah, semua tiba dengan selamat dan tidak ada kendala yang mengganggu kelancaran proses penjemputan.” Ujar Athaya Salsabila saat ditanya setelah datangnya para calon mahasiswi baru Al Azhar di gerbang Madinatul Bu’uts.

Di akhir, Fajar juga menambahkan, bahwa tim KPBA harus selalu siap dan siaga untuk menyambut kedatangan para penerima beasiswa calon mahasiswa Al Azhar. Dikabarkan akan tiba dua gelombang selanjutnya pada tanggal (25/12) dan (26/12) nanti.

Kami, dari tim media FPIB mengucapkan, “Ahlan wa sahlan bi quduumikum ila ardil_kinanah”

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

KPBA dan BSC, Dua Badan Otonom Terbaru Milik FPIB

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 63

Buuts, Kairo—Senin (13/12) Tahun ini, FPIB tidak hanya melantik Dewan Pengurus baru untuk mengemban amanah. Setelah melihat evaluasi-evaluasi tahun kemarin, pihak FPIB memutuskan untuk juga membentuk Komite Pemberkasan Beasiswa Al Azhar (KPBA) dan Buuts Sporting Club (BSC) sebagai badan otonom dalam kepengurusan FPIB.

Elang Muhammadiyah sebagai ketua panitia pelaksanaan pelantikan menjelaskan, bahwa pada awalnya pelantikan ini dikhususkan hanya untuk dewan pengurus saja.

“Sebenarnya, acara pelantikan ini terjadwal pada tanggal 1 Desember 2021 kemarin. Akan tetapi, sedikit ada perubahan disebabkan FPIB juga melantik dua badan otonom yang kedudukannya sejajar dengan dewan pengurus FPIB, yaitu KPBA (Komite Pemberkasan Beasiswa Al Azhar) dan BSC (Bu’uts Sporting Club.)” ujar Elang Muhammadiyah.

Untuk pertama kalinya, FPIB membentuk dua badan otonom ini. Terdiri dari 22 pengurus untuk KPBA dan 10 pengurus BSC. Mereka dilantik juga bersama Irfan Wachid sebagai, DPO (Dewan Permusyawaratan Organisasi) FPIB setelah pelantikan Dewan Pengurus FPIB.

“Tahun kemarin, untuk kepengurusan pemberkasan itu masih dengan sistem panitia. Sedangkan sekarang, kita dibentuk badan sendiri untuk  memaksimalkan penugasan,” jawab Fajar Ilman Nafi’ sebagai ketua umum KPBA saat ditanya perihal KPBA.

Sementara itu, Septian Edi, sebagai salah satu anggota BSC menjelaskan, bahwa tujuan dibentuknya BSC ini untuk mengoordinir setiap kegiatan perlombaan antarnegara yang diadakan setiap tahunnya. Beliau juga menerangkan, bahwa tugas itulah yang nantinya membedakan dengan bagian olahraga FPIB yang lebih fokus dengan kegiatan-kegiatan olahraga antarwarga FPIB.

Bagas Ade Prakoso, sebagai Ketua Pemberkasan di tahun sebelumnya juga menambahkan, bahwa periode anggota KPBA sama halnya dengan periode masa kepengurusan untuk Dewan Pengurus FPIB.

“Kami harapkan, ini akan berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya, untuk mempermudah pemberkasan setiap kedatangan anak baru nantinya.” jelas beliau saat memberikan pengarahan kepada anggota KPBA.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

Pelantikan Dewan Pengurus FPIB, Ahmad Faoz Dorong Pengurus Memperhatikan 9 Standar Penyusunan Program Kerja FPIB

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 57

Kairo, Fpib.web.id- Dewan Pengurus Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (DP FPIB) masa bakti 2021-2022 resmi dilantik oleh Irfan Wachid selaku anggota Dewan Permusyawaratan Organisasi (DPO) di Aula KM-NTB, Sabtu (11/12/2021).

Della Azizah Firdaus, anggota DPO FPIB dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Dewan Pengurus (DP) yang baru, serta menyampaikan bahwa FPIB adalah wadah bagi semua warga Bu’uts tanpa membeda-bedakan jalur beasiswanya. Hal tersebut senada dengan  semboyan negara Indonesia, Bhineka Tunggal Ika.  

Ketua Umum FPIB terpilih, Ahmad Faoz Almadani mengatakan, “FPIB mempunyai cita-cita agar organisasi ini dapat menjadi kawah candradimuka untuk segenap orang-orang yang sudah berkhidmah kepada FPIB. Setelah satu periode berkhidmah, sudah sangat siap untuk terjun di organisasi dan bidang kepemimpinan manapun.”

Maka dari itu, untuk mewujudkan cita-cita tersebut para Dewan Pengurus harus memperhatikan 9 standar penyusunan program kerja FPIB. Menurutnya, standarisasi ini sangatlah bagus dan langka, namun banyak organisasi di lingkungan masisir yang belum menerapkannya.

Di samping pelantikan DP FPIB, acara tersebut juga melantik Dewan Pengurus Badan Otonom FPIB yang baru saja diresmikan pada tahun ini. Dua Badan Otonom tersebut yaitu Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar (KPBA) dan Bu’uts Sporting Club (BSC). FPIB yang menginjak kepengurusannya di tahun ketiga ini telah mengalami beberapa perkembangan yang cukup pesat. Semoga ke depannya organisasi ini dapat terealisasi sebagaimana harapan semua perintis dan pengurus. Bahkan menjadi manifestasi jawaban berbagai keluhan warga bu’ust.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

Indonesia Borong Juara di Al-Azhar Cup for International Students

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 56

Kairo, Fpib.web.id- Sabtu (11/12) secara resmi Al-Azhar Cup for International Students ditutup oleh Dr. Nahla Al-Sho’idi, Ketua Pusat Pengembangan Studi Mahasiswa Luar Negri di Stadion Madinatul Bu’uts. Perlombaan yang berlangsung hampir satu bulan tersebut meliputi beberapa cabang olahraga diantaranya sepak bola, basket, voli, bola tangan, kriket, tenis meja dan atletik. Meskipun baru diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Al-Azhar acara ini dapat dikatakan cukup sukses karena dihadiri oleh beberapa delegasi mancanegara.

Sejumlah mahasiswa Indonesia berhasil memborong piala dan medali dari berbagai cabang olahraga dalam perhelatan tersebut. Hal ini merupakan prestasi gemilang yang mengharumkan nama baik Indonesia dalam kancah internasional.

Dari berbagai cabang olahraga yang dilombakan Indonesia berhasil menyabet juara 1 basket kategori putra, juara 2 bola tangan kategori putra dan putri, juara 3 voli kategori putri, juara 1 dan 2 estafet kategori putri, juara 1 dan 2 maraton kategori putri, juara 2 lompat jauh kategori putri, dan juara 3 tolak peluru kategori putri.

Di sela acara penutupan tersebut, kami berhasil mewawancarai salah satu penanggung jawab kontingen putri Indonesia terkait kesan selama acara, “Alhamdulillah para pemain di berbagai cabang olahraga bisa merasakan bagaimana bertanding dengan bangsa lain, mengembangkan skill, dan juga koneksi. Walau acara Al-Azhar Cup yang pertama ini bisa dikatakan sukses, tapi masih banyak evaluasi terkait panitia penyelenggara dan penanggung jawab kontingen Indonesia pula. Semoga di tahun mendatang, menjadi lebih terorganisir dan lebih tertib mengenai waktu juga informasi. Kibarkan sang merah putih di langit sahara! Merahkan bumi kinanah!” ujar Wahidah. Harapan untuk acara ini semoga ke depannya dapat lebih baik lagi dan khususnya kontingen Indonesia mampu meraih lebih banyak juara di berbagai cabang olahraga.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
05Okt

Semangat Keilmuan Di Ruwaq Al-Azhar

5 Oktober 2021 buutsfpib Berita 59

“Kalau ingin beribadah sepuas-puasnya pergilah ke Mekkah, kalau ingin belajar ilmu sebanyak-banyaknya pergilah ke Mesir (Al-Azhar).” Begitulah kata Trimurti (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor), penggambaran destinasi yang jelas, ke Mekah untuk ibadah, ke Azhar untuk belajar. Azhar adalah pusat ilmu dunia dari dulu sampai sekarang yang sudah terbukti hasilnya. Seperti Ibnu Khaldun, Imam Nawawi, Imam Syuyuthi, Ibnu Hajar, Ibn Hajib, Thaha Husein, Muhammad Abduh, dsb.

            Masjid Al-Azhar mulai dibangun oleh Panglima Jauhar Al-Shiqilly atas perintah Khalifah Al-Mu’iz Lidinillah, Dinasti Fatimiyyah dan selesai pada Hari Sabtu 24 Jumada Al-Ula 359 H bertepatan dengan 7 Mei 970 M. Pembangunan Masjid Al-Azhar berlangsung selama 2 tahun lebih 3 bulan, setelah selesai pembangunan langsung digunakan pertama kali untuk shalat Jum’at pada 7 Ramadhan 361 H (23 Juni 972 M) sekaligus menandai peresmian bangunan masjid.[1]

            Ruwaq(الرواق)  adalah jamak dari arwiqoh (الأروقة)  yang secara bahasa dapat diartikan sebagai bangunan beratap yang berada di masjid, gereja, atau tempat peribadahan yang lain dengan fungsi sebagai tempat belajar. Ruwaq juga disebut ruang tamu jika disandingkan rumah (ruwaq al-bait). Atau dinamai ruang pojokan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan bertukar pikiran.[2]

            Jadi ruwaq sendiri adalah bangunan tambahan yang berada di sekitar masjid yang digunakan sebagai tempat bermukim sekaligus untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini seperti halnya santri yang belajar di asrama pesantren, hanya saja ruwaq menyatu dengan masjid. Masjid Azhar berbentuk satu bangunan terbuka di bagian tengahnya, dengan tiga ruwaq yang digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Pada awalnya, ruwaq adalah bagian atau ruangan dalam masjid yang masih kosong, yang terletak di sekeliling serambi masjid, memutari bagian tengah masjid khas Timur Tengah yang terbuka tanpa atap. Kemudian di ruangan itu diberi pemisah antara satu ruangan dengan ruangan lainnya dan diberi nama ruwaq, sebuah ruangan klasik Arab tempo dulu dengan ukiran-ukiran kaligrafi Arab kuno.

            Kemudian Ruwaq Al-Azhar beralih fungsi sebagai tempat tinggal dan tempat belajar mengajar. Sistem kegiatan  keilmuan keagamaan ini dikenal pada pemerintahan Mamalik,  dan dihidupkan kembali setelah vakum selama 98 tahun dari 567-660 H (1171-1267 M)[3], yaitu sejak Dinasti Ayubiyah memerintah Mesir. Dinasti Ayubiyah menutup Masjid al-Azhar selama 100 tahun tersebut untuk menghilangkan pengaruh syi’ah di Mesir. Setelah pemerintahan diganti, masjid dibuka kembali dengan ajaran suni.[4]

            Ruwaq sebagai tempat tinggal sendiri seperti tempat makan, pakaian, mandi, dan melakukan kegiatan sehari-hari, karena masyarakat mesir sangat menghormati tamu yang akan istirahat dan menuntut ilmu di Masjid Al-Azhar.

            Yang menjadi daya tarik Al-Azhar Al-Syarif adalah ulama-ulamanya yang besar dan muridnya dari penjuru dunia, semuanya berbondong-bodong belajar di Azhar maka karena itu dibangun banyak ruwaq.

            Pada abad ke-19 H, Syekh Abdul Hamid Nafi’ dalam kitabnya Adz-Dzail ‘ala al-Maqrizi menyebutkan nama-nama ruwaq yang berada dalam masjid Azhar. Pada pemerintahan Turki Ustmani tercatat ada 29 ruwaq, yang dibagi berdasarkan daerah atau negara asal masing-masing kelompok. Semisal Ruwaq Atrak untuk kelompok dari Turki, Ruwaq Jawi dari Nusantara, Ruwaq Maghoribah dari Maghrib (Maroko) dan masih banyak lagi, beberapa di antaranya ada Ruwaq al-Abbasi yang merupakan salah satu ruwaq yang berukuran cukup besar. Ruwaq ini dibangun pada masa Khedive Abbas Hilmi II, dan di sinilah nama ruwaq tersebut diambil.

            Ada juga ruwaq berdasarkan 4 madzhab yaitu Ruwaq Syafi’iyah, Ruwaq Malikiyah, Ruwaq Hanafiyah dan Ruwaq Hanabilah. Selain itu juga dengan ruwaq penghuni bebas, yaitu daerah tertentu dam madzhah tertentu.

Kebanyakan ruwaq dihuni oleh orang yang berasal dari luar mesir, orang-orang miskin, orang yang putus sekolah untuk menuntut ilmu dan ada juga ruwaq khusus untuk orang Mesir yang berasal dari desa dan tidak punya tempat tinggal di Kairo.

            Di setiap ruwaq terdapat syekh yang mengatur dan membimbing kegiatan ruwaq layaknya pengurus di pesantren.[5] Ada juga naqib al-ruwaq yang menjadi wakil syekh al-ruwaq, dia bertugas membantu dan mengurusi pendaftaran untuk belajar dan tinggal di ruwaq serta membagi pemberian dan sedekah dari masyarakat berupa makanan dan minuman, buku-buku dan lainnya.[6]

            Di dalam ruwaq juga terdapat perpustakaan buku-buku, dimana boleh dipinjam oleh orang dari luar ruwaq dengan syarat dikembalikan secara utuh.[7]

            Kajian-kajian yang diajarkan di ruwaq Azhar sangatlah banyak, salah satunya adalah materi fikih empat madzhab, Bahasa Arab, Hadist, Tafsir, Aqidah dan ilmu lainnya. Bahkan ilmu-ilmu umum seperti Matematika, Geografi, Astronomi, Kedokteran, Farmasi dan Sosiologi diajarkan di ruwaq Azhar.

            Sistem administrasi Azhar pun juga sudah unggul, ada sistem ijazah keilmuan yang diberikan kepada murid oleh ulama pengajar yang disebut sebagai sanad. Metode yang digunakan adalah sistem talaqi, yaitu syekh memberikan pengajaran di setiap ruwaq kemudian para murid berbondong-bondong membawa buku dan duduk memperhatikan syekh menyampaikan ilmu dan hikmah.

            Bahkan Al-Azhar pernah terkenal dengan Syekh al-Amuud (Syekh Tiang), di mana di setiap tiang terdapat guru dengan berbagai keahlian siap mengajar dan memberikan lautan ilmu.

Selain difungsikan sebagai tempat belajar mengajar, ruwaq juga digunakan sebagai tempat membagi-bagikan sedekah dari para dermawan dan bangsawan yang bermaksud untuk memakmurkan masjid dengan memberi santunan kepada mereka. Apalagi di setiap peringatan-peringatan agama seperti Ramadhan, Awal Tahun Hijriah, Maulid Nabi, Hari Raya Idul Adha dan Fitri, para murid ruwaq akan dihidangkan makanan, minuman, manisan, dan pemberian yang sangat melimpah.[8]

            Salah satu Ruwaq yang dihuni oleh masyarakat Nusantara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand adalah Ruwaq Jawi. Ruwaq Jawi mencetak ulama-ulama nusantara berkaliber dunia dengan karya-karyanya, salah satu jebolan dari ruwaq ini yang terkenal adalah Syekh Nawawi al-Bantani.

            Kemudian karena samakin banyaknya orang dari luar ingin belajar dan tinggal di Ruwaq Al-Azhar, dibangun asrama khusus Madinatu Al-Bu’uts Al-Islamiyah dekat dengan Masjid Al-Azhar lengkap dengan tempat untuk belajar, dapur, masjid, toko buku, perpustakaan, aula pertemuan, taman, dan hal lain untuk membantu proses belajar. Asrama ini dibangun oleh Syekh Azhar Muhamamd Musthofa Al-Maroghi.

Tapi terlepas dari semua itu, sekarang masih terdapat beberapa ruwaq yang digunakan untuk majlis ilmiah, yaitu Ruwaq Utsmaniyah, Ruwaq Fathimiyyah, Ruwaq Maghoribah, Ruwaq Al-Atrak dan Ruwaq Al-Abbasiyah. Ditambah Ruwaq Al-Qur’an Al-Karim dan Ruwaq Lughah Arabiyyah yang dibuka bulan Juli 2019 lalu.

Tak pernah sepi Masjid Azhar dari halaqah keilmuan hingga kini, ribuan orang jadi penjuru dunia bahkan dari Jepang, Cina, Rusia, Eropa, dan Amerika yang notabene bukan negara Islam, semuanya datang menimba ilmu di sini, maka tak salah jika Trimurti (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor) mengatakan bahwa Al-Azhar adalah pusat ilmu. (Tri Wi Farma/Fakultas Bahasa Arab)


[1] Dr. Abdul Aziz Muhammad Al-Asynawi, Al-Azhar Jami’an wa Jami’atan (Juz 1), Kairo: Maktabah Anglo, hal. 24

[2] Al-Mujam al-Wajiz, cet. 2008, Wizarat Tarbiyah wa Ta’lim, hal. 282

[3] Dr. Abdul Aziz Muhammad Al-Asynawi, Op. Cit. hal. 105

[4] Ibid, hal. 93

[5] Ibid, hal. 224

[6] Ibid, hal. 226

[7] Ibid, hal. 226

[8] Ibid, hal. 219

Read more
24Sep

Madinat el Bu’uts al Islamiyyah, Asrama para Duta Al-Azhar

24 September 2021 buutsfpib Artikel 74

Universitas Al-Azhar merupakan salah satu universitas tertua di dunia. Manhajnya dalam menyebarluaskan ajaran agama Islam banyak diminati oleh pelajar-pelajar muslim dari berbagai negara, yaitu moderat. Dengan manhajnya ini, lahir banyak ulama dan para tokoh intelektual yang tau agama, yang sedikit banyaknya mampu memberi dampak positif bagi lingkungannya. Maka tak heran, jumlah pelajar Al-Azhar terus meningkat setiap tahunnya. Bukan hanya dari negara-negara Timur Tengah, pelajar Al-Azhar datang dari berbagai macam benua.

Melihat pesatnya perkembangan jumlah pelajar dan mahasiswa, maka muncullah gagasan bahwa diperlukannya tindakan untuk menaungi para duta Azhar tersebut dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan, seperti kamar, rumah sakit, perpustakaan, masjid, dsb.

Gagasan ini mendapat respon yang sangat baik. Pada November tahun 1954, Dewan Perdana Mentri Mesir mengeluarkan keputusan untuk dibangunnya asrama khusus mahasiswa asing Universitas Al-Azhar, yang pada akhirnya dinamai Madinatul Bu’uts al Islamiyyah atau yang sering disebut dengan Bu’uts. Sekarang, asrama di bawah naungan Universitas al-Azhar ini terdapat di dua ibukota Mesir, yaitu Alexandria dan Kairo, dan sedang dicanangkan pembangunan asrama ketiga di ibukota Qina. Di Kairo, asrama ini terletak di Jalan Ahmad Saeed, Hayy Abbasiyyah, dekat dengan Masjid Al-Azhar.

Pembangunan asrama di Kairo ini dimulai pada tahun 1954 dan mulai dihuni pada 15 September tahun 1959, yaitu saat pemerintahan Presiden Gamal Abd Nasheer dan Grand Syekh Mahmud Syaltut, dengan jumlah pemukim pertama kurang lebih 5000 orang pelajar dari 40 negara.

Selain menaungi sejumlah pelajar asing, pendirian asrama ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan pelajar antar negara, salah satunya dengan mengadakan nadwah dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat menunjang keakraban antar pelajar suatu negara dengan negara lainnya.

Kegiatan-kegiatan asrama ini berlangsung di bawah naungan Grand Syekh Al-Azhar, bahkan tak jarang utusan/perwakilan Grand Syekh datang ke asrama para dutanya hanya sekedar melihat-lihat kondisi sekitar atau bahkan mendengarkan keluh kesah mereka.

Pada masa pemerintahan Presiden Sisi dan Syekh Ahmad at Thayyeb, tepatnya pada April 2016, keluar pernyataan bahwa Bu’uts harus direnovasi karena semakin banyaknya jumlah pelajar asing Al-Azhar. Lahannya diperluas hingga 17 hektar (hitungan Mesir). Pada awalnya, asrama ini hanya dapat menampung sekitar 5000 orang. Namun, setelah direnovasi, asrama ini dapat menampung jumlah yang sangat fantastis, yaitu sekitar 40.000 orang pelajar pertahun.

Bukan tak bermakna, Bu’ust dan semua orang yang didalamnya berharap bahwa setelah kembali ke negara masing-masing, pelajar-pelajar ini “bisa diandalkan” untuk menjadi utusan Al-Azhar (mab’ust al Al-Azhar), yang dapat menyebarkan dan mengaplikasikan wajah islam yang sesungguhnya, yaitu Islam yang damai. (Khairunnisa Panjaitan/Syari’ah al Islamiyah-Tk 2)

Read more
05Sep

Merujuk Arus Lalu Jami’ Al-Azhar

5 September 2021 buutsfpib Artikel 56

Sebuah kesyukuran yang mendalam kami mahasiswi Al-Azhar, Kairo dapat mengkuti kajian tentang sejarah Al-Azhar bersama Dr. Khalaf Jalal, dibuka dengan penjelasan singkat tentang sejarah Al-Azhar yang berdiri di 3 masa kerajaan Fatimiyyah, Utsmaniyyah dan Mamalik. Bangunan tua ini berhiaskan ukiran ayat-ayat  suci al-Qur’an pada setiap sudut atap dan dinding. Terdapat pula di sudut atas bangunan beberapa corong yang dulunya dikenakan untuk menaruh wewangian dan lampu-lampu lilin.

Ruwaq-ruwaq yang mengitari masjid ini dulunya adalah sebuah asrama tempat tinggal para mahasiswa asing. Hidup, belajar dan menghabiskan penuh waktu mereka sampai pada makan, minum dan mandi di sini. Madinatul Buuts Al-Islamiyyah, bangunan yang sekarang menjadi salah satu tempat tinggal para wafidin dan wafidat atau mahasiswa dan mahasiswi luar Kairo ini merupakan penjelmaan dari wujud Azhar pada zaman dahulu.

Mereka belajar di ruwaq yang berbeda sesuai dengan asal negara kedatangan dan diajar oleh seorang guru yang berasal dari negara mereka masing-masing, maka tidak heran apabila ditemukan beberapa ruwaq seperti ruwaq syawam, magharibah, atrak, dan beberapa ruwaq lain yang sekarang tidak ditemukan lagi dalam lingkup bangunan ini.

Seperti halnya sebuah roti yang mengalami beberapa fase pembuatan hingga menghasilkan kue yang cantik, indah dan enak dimakan. Al-Azhar pun dulunya hanya terdiri dari satu ruwaq yaitu ruwaq Fatimiyyah yang kemudian berkembang seiring majunya zaman sehingga dapat berdiri seperti saat ini.

Bukan hanya asrama, terdapat beberapa madrasah dan maqam di dalam bangunan ini. Diantaranya madrasah Jauhariyyah yang didirikan oleh Jauhar Al-Qurtuby, madrasah Tibrisiyyah yang didirikan oleh Ala’u-d-Din at-Tibrisiyyah, madrasah al-Aqbaghawiyyah dan terdapat maqam Jauhar Al-Qurtuby, Ala’u-d-Din at-Tibrisiyyah dan Abdurrahman Al-Katkudi.

Acara ini pun ditutup dengan sesi perfotoan dan mengulang kajian secara singkat tentang sejarah bangunan ini “Jami’ Al-Azhar”. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang-orang terdahulu dapat kita gunakan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka sampailah kita pada titik beruntung apabila kita dapat mengamalkan perbuatan lebih baik dari para ulama terdahulu. Usiikum Wa Iyyaaya Nafsi.

(Berliana Putri Permatasari/Psikologi tk.3)

Read more
  • 1…910111213
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak