FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Berita

Home / Artikel / Berita
04Apr

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

4 April 2026 Admin Web FPIB Berita 3
Ruwaq Buuts FPIB
Ruwaq Buuts FPIB
Ruwaq Buuts FPIB

​Fpib.web.id – Ruwaq Buuts resmi dimulai pada Kamis, 2 April 2026 di Aula Wafa Ragab oleh Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB). Program ini diikuti oleh 52 peserta yang lolos seleksi penerimaan dari lintas angkatan, sekaligus menjadi program unggulan di kabinet masa bakti tahun 2025/2026.

​Kegiatan ini sebenarnya merupakan program lama Divisi Keilmuan yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, program ini direformasi total dan menjadi program unggulan Divisi Keilmuan di kabinet Enthusiast masa bakti tahun 2025/2026.

​Yang membuat kegiatan Ruwaq Buuts baru dan berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ibrahim Al-Karim selaku Koordinator Divisi Keilmuan, adalah di tahun sebelumnya tidak terstruktur dan tidak jelas sistemnya. Hanya berupa kajian tanpa ada mentor dan kegiatan sebagai bentuk follow-up yang dilakukan setelahnya.

​Jadwal Kajian 5 Cabang Ilmu

​Ada 5 cabang ilmu yang akan diajarkan di program Ruwaq Buuts ini, yaitu: Nahwu dan Shorof di bulan April dan Mei, Balaghoh di bulan Juli sampai Agustus, Mantiq di bulan Agustus sampai September, dan Adabul Bahts di bulan Oktober sampai November.

​Dalam kegiatan perdananya, kajian ini mengkaji ilmu Nahwu dengan kitab tumpuan At-Tuhfah As-Saniyyah yang merupakan syarah dari kitab Al-Muqaddimah Al-Ājurrūmiyyah. Mata pelajaran ini diampu langsung oleh ustazah Rizqi Nur Azkiya, Lc. yang merupakan warga Buuts yang sedang menempuh studi S2 di fakultas Lughah Arabiyyah jurusan Lughawiyyat. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam yang dimulai dari pukul 16.00 CLT hingga pukul 18.00 CLT.

Ruwaq Buuts FPIB

​Baca juga: [Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts Membara di Orientasi]

​Tujuan dan Harapan Besar Divisi Keilmuan

​Dzurriyata Qurrata A’yunin, selaku Koor Divisi Keilmuan II, menjelaskan bahwa pemilihan fokus pada ilmu alat (seperti Nahwu, Shorf, dan Mantiq) memiliki filosofi mendalam. Menurutnya program Ruwaq Buuts ingin memberikan “senjata” bagi mahasiswa agar mampu mengkaji ilmu-ilmu maqasid secara mandiri di kemudian hari.

​”Tujuannya agar warga merasa FPIB itu hadir, tidak hanya dalam kegiatan olahraga, tetapi juga merangkul sisi keilmuan mereka. Dengan menguasai ilmu alat melalui Ruwaq Buuts, mereka akan siap ‘bertempur’ saat membaca kitab-kitab utama,” ungkap Dzurriyata.

​Ibrohim Alkarim, selaku Koor Divisi Keilmuan I juga menyampaikan bahwa KBM perdana ini berlangsung dengan tertib. Peserta hadir dan mengikuti kelas dengan penuh antusias. Bahkan, KBM tak berlangsung secara satu arah saja, para peserta juga banyak yang berinisiatif untuk mengajukan pertanyaan.

​Ibrohim Alkarim juga menambahkan: “Harapan daripada kegiatan yang baru ini adalah dapat menarik minat teman-teman lagi terhadap organisasi. Kami ingin menghidupkan kembali suasana keilmuan terutama bagi mahasiswa baru dan agar Ruwaq Buuts ini menjadi wadah belajar, mengajar, dan tempat diskusi bagi seluruh warga.”

Read more
01Apr

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

1 April 2026 Admin Web FPIB Berita 3

Pada Selasa, 31 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Buuts (ORMABUS) yang diselenggarakan oleh Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB). Kegiatan ini bertujuan menjadikan Buuts sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, belajar, dan tumbuh bersama, dengan mengusung tagline “Solidaritas tanpa batas, tetap kompak sampai tuntas.”

ORMABUUTS 2026

ORMABUS merupakan bagian dari rangkaian pembinaan mahasiswa baru yang tidak hanya berfokus pada proses pengenalan, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan dan solidaritas di bawah naungan FPIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan serta menjalin hubungan yang erat antarsesama.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai permainan serta penampilan dari para pemenang lomba. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pemilihan ketua angkatan mahasiswa baru Buuts. Terpilih Ainun Naim dan Hulwatus Syifa sebagai ketua I, serta Fatkhur Rizky dan Ahdini Matswa sebagai ketua II yang akan memimpin angkatan mahasiswa baru Buuts ke depannya.

Pemilihan ketua angkatan tahun ini memiliki keunikan tersendiri dengan adanya proses screening calon ketua. Setiap kelompok mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti seleksi. Dari hasil screening tersebut, terpilih 12 kandidat yang berkesempatan menyampaikan visi dan misi mereka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemilihan ketua tidak lagi berdasarkan jalur keberangkatan beasiswa, sehingga metode kali ini dinilai lebih partisipatif dan transparan.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan ORMABUS, diharapkan mahasiswa baru Buuts dapat berkontribusi secara aktif dalam lingkungan sosial maupun kehidupan akademik di Al-Azhar.

“One spirit, one step, complete the journey.”

Read more
17Mar

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

17 Maret 2026 Admin Web FPIB Berita 4

Pada Senin, 16 Maret 2026 divisi Web & Jurnalistik telah melaksanakan webinar Upgrading Skill dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota. Kegiatan ini dihadiri oleh Ahmad Miftahul Jannah, Lc., selaku pemateri utama sekaligus lulusan Universitas Al-Azhar Cairo Mesir tahun 2025 yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tentang kepenulisan baik di Mesir maupun di Indonesia. Beliau juga pernah menyanding sebagai ketua Website Bedug yang kini sedang mengelola Warung Aksara – sebuah toko buku online.

Dalam sesi materi, beliau menjelaskan tulisan opini merupakan tulisan yang berisi pandangan atau sikap penulis terhadap sebuah isu tertentu yang disampaikan secara lugas dan argumentatif. Menurutnya, opini memiliki tujuan untuk mengajak pembaca berpikir kritis, memengaruhi dan meyakinkan audiens terhadap suatu sudut pandang, serta memperkaya diskursus publik di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan struktur dasar dalam penulisan opini. Struktur tersebut meliputi: judul, pembuka, isi, dan penutup. Judul bersifat tegas atau netral sesuai dengan sudut pandang penulis. Sedangkan bagian pembuka umumnya berisi pengantar terhadap isu faktual atau gambaran umum yang relevan. Lebih lanjut, bagian isi memuat penjelasan yang bersifat informatif, edukatif, dan reflektif dengan memanfaatkan objek material serta objek formal sebagai pisau analisis. Terakhir, tulisan ditutup dengan penutup yang berisi kesimpulan atau refleksi dari pembahasan yang telah disampaikan.

Selain membahas struktur tulisan, beliau juga menekankan pentingnya memerhatikan norma dalam penulisan opini. Penulis opini perlu menghindari plagiarisme, menyampaikan argumen secara logis, menggunakan bahasa yang sopan, serta mencantumkan sumber referensi yang jelas. Hal tersebut penting agar tulisan memiliki kredibilitas serta dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual.

Dalam sesi tersebut, beliau juga menjelaskan perbedaan antara opini, esai, dan kolom. Penjelasan tersebut disertai dengan beberapa contoh tulisan dari media seperti Kompas dan Bedug agar peserta dapat memahami karakteristik masing-masing bentuk tulisan secara lebih konkrit. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang prinsip penting dalam memilih isu untuk sebuah tulisan opini. Menurutnya, hal yang paling utama bukan terletak pada besar atau kecilnya suatu isu, melainkan pada kemampuan penulis dalam merumuskan pertanyaan terhadap isu tersebut. “Merumuskan pertanyaan yang baik seringkali lebih sulit daripada memberikan jawaban,” ungkapnya dalam webinar upgrading skill, Senin (16/3/2026).

Sebuah isu kecil dapat menjadi penting apabila penulis mampu mengajukan pertanyaan yang tepat. Sebagai contoh, kasus tabrakan di jalan raya dapat diangkat menjadi opini yang lebih luas dengan pertanyaan, “Mengapa kecelakaan di lalu lintas sering terjadi di Indonesia? Apakah hal tersebut berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban umum?”.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan beberapa kriteria isu yang kaya untuk diangkat menjadi sebuah tulisan opini. Isu sebaiknya bersifat aktual dan masih berada dalam rentang waktu yang relatif dekat seperti sekitar satu bulan terakhir, sehingga tetap relevan untuk dibahas.

Selain itu, penulis juga disarankan untuk memilih isu yang sesuai dengan bidang pengetahuan yang dikuasai agar analisis yang diberikan lebih kredibel. Dalam menjelaskan pentingnya analisis, beliau juga menggunakan beberapa pisau analisis yang dapat digunakan dalam menulis opini. Diantaranya adalah: teori relasi kuasa dari Michelle Foucault yang menjelaskan antara pengetahuan dan kekuasaan, pendekatan Maqashid Syariat untuk menganalisis isu-isu yang berkaitan dengan hukum islam, hukum fikih sebagai objek formal dalam persoalan keagamaan, dan pendekatan ekologis untuk mengkaji isu lingkungan seperti pertambangan.

Terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh saudara Izzat Isa terkait batas kebebasan dalam menyampaikan opini dan kriteria isu yang layak diangkat menjadi tulisan opini. Secara umum, kegiatan ini memberikan sebuah pemahaman awal kepada peserta mengenai dasar-dasar penulisan opini, mulai dari pemilihan isu hingga pentingnya penggunaan kerangka analisis dalam membangun argumentasi yang kuat.

Read more
07Mar

Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.

7 Maret 2026 Izzat Isa Berita 4

Kairo – Dewan Pengurus Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (DP FPIB) periode 2025/2026 resmi menyelenggarakan Rapat Kerja dan Buka Bersama perdana yang bertempat di lingkungan Sekretariat Wihdah PPMI Mesir hari ini, Selasa (3 Februari 2026).

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 CLT ini memuat agenda krusial, mulai dari pemaparan program kerja tiap divisi hingga pemilihan serta pengesahan nama dan logo kabinet untuk satu masa bakti ke depan. Kegiatan ini ditutup dengan khidmat melalui agenda Sholat Maghrib berjamaah dan buka puasa bersama seluruh pengurus.

Read more
26Feb

Space Jurnalistik, dari Acta Diurna hingga Web Jurnal

26 Februari 2026 Lisan Aisharul Ibadilla Berita 7

Kairo – Divisi Web dan Jurnalistik Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan bincang hangat kepenulisan pada acara buka puasa hari ini (25/2/2026) di Space Cafe.

Kegiatan ini mengambil tema “Asas Jurnalistik” yang disampaikan oleh Ilmi Hatta selaku Ketua Ikatan Jurnalistik Masisir (IJMA). Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis serta pemahaman tentang perkembangan jurnalistik dari masa klasik hingga era digital. Acara diisi dengan sesi pembelajaran teori dan diskusi yang interaktif antaranggota.

Divisi Web dan Jurnalistik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberian hak untuk membangun jurnalistik komunitas pelajar Indonesia-Buuts yang memiliki kemampuan literasi dan menulis informasi dengan baik, sekaligus penyusunan program kerja Divisi Web dan Jurnalistik.

Read more
26Feb

FPIB dan KPBA Audiensi dengan Atdikbud KBRI Kairo Bahas Solusi Percepatan Keberangkatan dan Program Dauroh Lughah Gratis

26 Februari 2026 Amara Shakila Hanafi Berita, Info 8

Selasa, 24 Februari 2026, Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) bersama Komite Pemberkasan Beasiswa Azhar (KPBA) melaksanakan kunjungan resmi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Prof. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dan kondisi calon penerima beasiswa Universitas Al-Azhar. Dalam pertemuan tersebut, FPIB dan KPBA menyampaikan dua poin utama, yaitu:

Pertama – permohonan solusi atas lamanya waktu tunggu keberangkatan calon penerima beasiswa Al-Azhar yang sampai dua tahun.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Abdul Muta’ali menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah koordinatif dengan kementrian beserta jajaran terkait membahas serta menata kembali tata kelola pemberangkatan mahasiswa Indonesia ke Mesir. Salah satu solusi yang diupayakan adalah penyatuan jalur pemberangkatan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia – agar prosesnya lebih terstruktur, efektif, dan efisien.

Kedua – pengajuan program dauroh lughah (kursus bahasa) secara daring dan gratis bagi calon penerima beasiswa Al-Azhar sebelum keberangkatan ke Mesir.

Program ini diharapkan dapat mempermudah proses administrasi pendaftaran kuliah saat sudah sampai di Mesir. Terkait hal tersebut, pihak Atdikbud akan mengajukan permohonan kepada Dr. Nahlah as-Sa’idi, Penasihat Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Ahmad Thoyib, agar program dauroh lughah daring gratis tersebut dapat direalisasikan bagi calon mahasiswa penerima beasiswa Azhar.

FPIB dan KPBA menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Prof. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D atas perhatian dan komitmennya dalam mendukung kelancaran studi serta proses keberangkatan mahasiswa Indonesia.

Harapannya, hasil pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti agar memberikan manfaat luas bagi mahasiswa Indonesia di Mesir.

Read more
16Feb

Kebangkitan Pengurus Baru FPIB, Potensi Jadi Fokus Utama

16 Februari 2026 Hasna Nadhifa Berita 22

Nasr City, Kairo – Pengurus Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) periode 2025-2026 resmi dilantik di Wisma Nusantara (Rab’a), Ahad (15/2/2025). Kegiatan pelantikan dibuka oleh Kepala Dewan Pengawas Organisasi, Rafi Satrio Putra. Acara juga dihadiri oleh Ketua Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI), Ketua Wihdah, serta perwakilan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo.

“Agenda besar tahunan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam tanggung jawab pembinaan dan pengembangan potensi dengan penuh integritas, komitmen, dan semangat berkolaborasi,” ujar Rafi Satrio Putra.

Selain itu, juga dilantik Badan Usaha Milik FPIB (BUMF). “Hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip kemandirian dan ekonomi produktif, sehingga kedua organisasi ini dapat berjalan beriringan,” ungkap Arya Wira Nugraha selaku Senior FPIB.

“Kemitraan strategis komprehensif antara FPIB dan BUMF menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerjasama di satu kawasan,” ungkap Perwakilan Atdikbud Fauzan Mustafa, Lc., sebagai Senior Buuts sekaligus, beliau juga bercerita mengenai masa lalunya di Madeenat Buuts dan memberikan pesan: “Saklar-saklar atau potensi-potensi di Buuts jangan dimatikan dan jangan sampai mati.”

Acara pelantikan yang berlangsung sukses dan lancar sesuai jadwal, hal tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pengawas Organisasi dan para senior FPIB atas dedikasi dan keseriusan panitia dan Dewan Pengurus Baru dalam menyelenggarakan acara tersebut.

by: Aisharullisan

Read more
22Sep

Diaspora Indonesia Bahas Peran Strategis dalam Membangun Negeri: Fajruna Batch ke-7 di Kairo

22 September 2025 buutsfpib Artikel, Berita, Esai, Info 20

Kairo, 21 September 2025 — Sore itu, langit Kairo perlahan meredup, menyisakan sinar matahari yang hangat di halaman hijau Bustan Thol’at, Madinatul Buuts. Permadani terhampar, dan beberapa mahasiswa Indonesia duduk rapi melingkar. Tidak ada panggung megah, tidak ada peralatan mewah. Namun suasana diskusi yang berlangsung justru penuh khidmat, sarat semangat, dan kaya gagasan.

Forum bulanan Fajruna kembali hadir. Kali ini, Fajruna Batch ke-7 mengangkat tema yang menyentuh inti kesadaran mahasiswa perantau: “Potensi dan Peran Diaspora Indonesia dalam Membangun Negeri dari Luar Negeri.”

Acara yang dipandu oleh Ustadz Khubaib ini menghadirkan dua narasumber utama. Ustadz Ach. Muhajir membawakan paparan dengan sudut pandang syariat, sementara Ustadz Ihsanul Fikri menyoroti potensi dan dimensi sejarah diaspora. Diskusi berjalan dinamis; para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdialog, menciptakan ruang interaksi intelektual yang hangat.

*Diaspora dalam Tinjauan Syariat: Warisan Sejak Rasulullah*

Dalam sesi pertamanya, Ustadz Ach. Muhajir membuka cakrawala dengan membawa peserta kembali ke masa awal Islam. Ia menekankan bahwa fenomena diaspora bukanlah hal baru. Sejak zaman Rasulullah SAW, umat Islam telah membuktikan peran besar mereka sebagai perantau yang berkontribusi bagi dakwah dan peradaban.

“Hijrah ke Habsyah adalah salah satu bentuk diaspora awal dalam Islam. Begitu pula hijrah ke Madinah, yang justru menjadi titik awal lahirnya masyarakat Islam yang kuat. Dari sinilah kita belajar bahwa perantauan bukanlah keterputusan, melainkan kelanjutan perjuangan,” jelasnya.

Menurut beliau, mahasiswa Indonesia di luar negeri hari ini memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang sama. Keberadaan mereka bukan hanya untuk menuntut ilmu, tetapi juga bagian dari amanah dakwah dan pengabdian, baik bagi umat setempat maupun bagi tanah air yang mereka tinggalkan.

*Potensi Diaspora di Era Teknologi: Menembus Batas Jarak*

Setelah itu, Ustadz Ihsanul Fikri mengajak peserta menatap masa kini dan masa depan. Ia menyoroti betapa besar peluang yang dimiliki diaspora Indonesia, terutama di era digital saat ini.

“Hari ini, teknologi telah menjembatani jarak. Diaspora tidak lagi terhalang oleh batas geografis. Dari Kairo, dari Timur Tengah, bahkan dari benua mana pun, kita bisa tetap hadir untuk bangsa. Ilmu bisa dibagikan, gagasan bisa disebarkan, jejaring bisa dibangun, dan kontribusi nyata bisa terus mengalir,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa diaspora memiliki dua kekuatan strategis: modal intelektual dan modal jaringan. Di luar negeri, mahasiswa dan pekerja Indonesia memiliki akses pada ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan hubungan lintas bangsa. Jika semua ini dikelola dengan baik, diaspora dapat menjadi lokomotif yang mempercepat kemajuan Indonesia.

*Fajruna: Forum yang Menyulam Kesadaran dan Kebersamaan*

Fajruna bukan sekadar diskusi. Forum ini telah menjadi ruang belajar bersama, tempat mahasiswa Indonesia di Kairo saling menguatkan dan menyadarkan diri tentang peran yang mereka emban.

Di bawah pepohonan Bustan Thol’at yang rindang, suasana diskusi kali ini terasa akrab sekaligus reflektif. Peserta merasakan bahwa meski berada jauh dari tanah air, rasa cinta kepada Indonesia justru semakin tumbuh. Kerinduan itu melahirkan tekad untuk berbuat sesuatu, sekecil apa pun, bagi bangsa.

Acara ditutup dengan Sholat Maghrib bersama. Tidak ada sorak-sorai, tetapi tersisa cahaya semangat dalam hati setiap peserta: keyakinan bahwa diaspora adalah bagian penting dari sejarah dan masa depan Indonesia.

*Diaspora: Jembatan Indonesia dengan Dunia*

Diskusi ini meninggalkan kesimpulan kuat bahwa diaspora bukan sekadar status “perantau.” Ia adalah peran, peluang, sekaligus amanah. Mahasiswa Indonesia di luar negeri adalah duta bangsa, pembawa wajah Indonesia di mata dunia. Mereka adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan peradaban global.

Fajruna Batch ke-7 di Kairo telah menegaskan kembali pesan itu. Bahwa dari tanah rantau, cinta kepada tanah air tidak pernah padam. Justru di situlah ia ditempa, diperkuat, dan akhirnya siap untuk diwujudkan dalam kontribusi nyata.

Read more
17Apr

Seminar Maqra’ Hadirkan Ustadzah Devi Nur Azizah, Lc., Dipl.: “Satu Jam Lebih Dekat dengan Ilmu Qira’at”

17 April 2025 buutsfpib Berita, Info 76

Buuts – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) kembali menggeliat seminar keilmuan bertajuk Seminar Maqra’ pada Rabu, 16 April 2025 di Qoah 15, Buuts Banin. Acara ini menjadi bagian dari program keilmuan FPIB yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman pelajar terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an khususnya dalam bidang Qira’at.

Seminar ini mengusung tema “Satu Jam Lebih Dekat dengan Ilmu Qira’at” dan menghadirkan Ustadzah Devi Nur Azizah, Lc., Dipl. sebagai pemateri. Beliau merupakan mahasiswi pascasarjana yang sedang menempuh studi S2 pada jurusan Kritik Sastra, Universitas Al-Azhar dan telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan studi Al-Qur’an.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua FPIB, Al-Ustadz Berkah Muhammad Akbar yang menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja bidang keilmuan di bawah naungan FPIB untuk menekankan pentingnya meningkatkan kualitas diri masing-masing mahasiswa dalam perjalanan menuntut ilmu di Al-Azhar.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh Ustadzah Devi. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa memahami ilmu Qira’at tidak harus selalu rumit. “Kita cukup kembalikan ke ushul-nya, dilihat dari mushaf seperti apa. Kalau ada farsy-nya, baru dibaca berbeda,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa ilmu Qira’at memiliki manfaat yang sangat luas dan luar biasa sehingga penting bagi setiap pelajar untuk mendalaminya lebih jauh.

Setelah sesi diskusi yang berlangsung interaktif, seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi dari panitia, dan kemudian ditutup secara resmi.

Dengan terselenggaranya Seminar Maqra’, diharapkan para peserta dapat membawa pulang bekal pemahaman yang lebih kokoh tentang Al-Qur’an dan termotivasi untuk terus mengembangkan ilmu mereka selama menempuh studi di Mesir.

Read more
17Mar

Timnas Indonesia Buuts Raih Kemenangan Dramatis di Asia Cup

17 Maret 2025 buutsfpib Berita 106

Islamic Mission City, Cairo – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Buuts (dibawah naungan Forum Pelajar Indonesia Buuts – FPIB) berhasil meraih kemenangan dramatis atas Kyrgystan dalam pertandingan Asia Cup 2025.  Pertandingan yang digelar pada Sabtu, 15 Maret 2025 pukul 22.00 waktu Cairo (WLK) berakhir dengan skor imbang 1-1, dan dimenangkan Indonesia melalui adu penalti dengan skor 12-11.

Asia Cup bulan Ramadhan ini diselenggarakan oleh Markaz Syabab Madeenat Buuts (Pusat Pemuda Kota Buuts), sebuah divisi di bawah naungan Al-Azhar yang berfokus pada pemberdayaan pemuda.  Turnamen ini selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas olahraga juga membawa misi dalam mempromosikan persahabatan antarnegara.

Timnas Indonesia Buuts, yang dikenal dengan bakat ciamiknya, menampilkan permainan yang gigih dan penuh semangat.  Meskipun skor akhir menunjukkan pertandingan yang ketat, Timnas Indonesia Buuts menunjukkan soliditas tim dan mental juara dalam menghadapi adu penalti.

Timnas Indonesia Buuts akan melanjutkan perjuangannya di putaran babak kedua Asia Cup pada Rabu, 19 Maret 2025.  Publik sepak bola menantikan penampilan selanjutnya dari tim ini.

Narasumber: Muhammad Nasir Putra, Penulis: Aisharullisan

Read more
    123…7
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak