Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts
Fpib.web.id – Ruwaq Buuts resmi dimulai pada Kamis, 2 April 2026 di Aula Wafa Ragab oleh Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB). Program ini diikuti oleh 52 peserta yang lolos seleksi penerimaan dari lintas angkatan, sekaligus menjadi program unggulan di kabinet masa bakti tahun 2025/2026.
Kegiatan ini sebenarnya merupakan program lama Divisi Keilmuan yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, program ini direformasi total dan menjadi program unggulan Divisi Keilmuan di kabinet Enthusiast masa bakti tahun 2025/2026.
Yang membuat kegiatan Ruwaq Buuts baru dan berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ibrahim Al-Karim selaku Koordinator Divisi Keilmuan, adalah di tahun sebelumnya tidak terstruktur dan tidak jelas sistemnya. Hanya berupa kajian tanpa ada mentor dan kegiatan sebagai bentuk follow-up yang dilakukan setelahnya.
Jadwal Kajian 5 Cabang Ilmu
Ada 5 cabang ilmu yang akan diajarkan di program Ruwaq Buuts ini, yaitu: Nahwu dan Shorof di bulan April dan Mei, Balaghoh di bulan Juli sampai Agustus, Mantiq di bulan Agustus sampai September, dan Adabul Bahts di bulan Oktober sampai November.
Dalam kegiatan perdananya, kajian ini mengkaji ilmu Nahwu dengan kitab tumpuan At-Tuhfah As-Saniyyah yang merupakan syarah dari kitab Al-Muqaddimah Al-Ājurrūmiyyah. Mata pelajaran ini diampu langsung oleh ustazah Rizqi Nur Azkiya, Lc. yang merupakan warga Buuts yang sedang menempuh studi S2 di fakultas Lughah Arabiyyah jurusan Lughawiyyat. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam yang dimulai dari pukul 16.00 CLT hingga pukul 18.00 CLT.

Baca juga: [Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts Membara di Orientasi]
Tujuan dan Harapan Besar Divisi Keilmuan
Dzurriyata Qurrata A’yunin, selaku Koor Divisi Keilmuan II, menjelaskan bahwa pemilihan fokus pada ilmu alat (seperti Nahwu, Shorf, dan Mantiq) memiliki filosofi mendalam. Menurutnya program Ruwaq Buuts ingin memberikan “senjata” bagi mahasiswa agar mampu mengkaji ilmu-ilmu maqasid secara mandiri di kemudian hari.
”Tujuannya agar warga merasa FPIB itu hadir, tidak hanya dalam kegiatan olahraga, tetapi juga merangkul sisi keilmuan mereka. Dengan menguasai ilmu alat melalui Ruwaq Buuts, mereka akan siap ‘bertempur’ saat membaca kitab-kitab utama,” ungkap Dzurriyata.
Ibrohim Alkarim, selaku Koor Divisi Keilmuan I juga menyampaikan bahwa KBM perdana ini berlangsung dengan tertib. Peserta hadir dan mengikuti kelas dengan penuh antusias. Bahkan, KBM tak berlangsung secara satu arah saja, para peserta juga banyak yang berinisiatif untuk mengajukan pertanyaan.
Ibrohim Alkarim juga menambahkan: “Harapan daripada kegiatan yang baru ini adalah dapat menarik minat teman-teman lagi terhadap organisasi. Kami ingin menghidupkan kembali suasana keilmuan terutama bagi mahasiswa baru dan agar Ruwaq Buuts ini menjadi wadah belajar, mengajar, dan tempat diskusi bagi seluruh warga.”












