FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Artikel

Home / Artikel
04Apr

Al Azhar, Berkah Ramadhan Untuk Seluruh Umat

4 April 2022 buutsfpib Ramadhan 60

(Edisi Spesial Ramadhan: Milad Al-Azhar ke-1082 Vol. 02)

Telah disyariatkan puasa Ramadhan pada umat Islam selama 1442 tahun, tepatnya pada 10 Sya’ban tahun kedua hijriah. Begitu banyak keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan yang menjadi berkah bagi tiap individu muslim. Diri yang mampu mengendalikan hawa nafsu, dosa-dosa yang terampuni, pahala yang dilipatkangandakan, juga limpahan berkah lainnya yang kembali kepada pribadi muslim tersebut.

Ramadhan tidak hanya membawa keberkahan bagi individu, namun juga untuk seluruh penjuru dunia. Diantara keberkahan jama’iy tersebut adalah peristiwa yang terjadi pada 361 tahun setelah Nabi Muhammad Saw. berhijrah. Pada tahun tersebut, tepat di hari ketujuh bulan Ramadhan, lahirlah masjid Al-Azhar pada era Dinasti Fathimiyyah. Masjid tersebut kemudian menjadi pusat keilmuan dan penyebaran agama Islam bermadzhab Syi’ah. Hari demi hari berlalu, penguasa berganti, dan era kepemimpinan berubah. Hal tersebut berdampak pula pada peran dan fungsi masjid Al-Azhar sebagai mimbar resmi agama Islam di Mesir. Hingga akhirnya, kini Al-Azhar dikenal sebagai pusat agama dan keilmuan Islam bermadzhab Sunni, bukan lagi Syi’ah.

Masjid Al-Azhar terus berdinamika seiring dengan kemajuan zaman. Terlihat dari perkembangannya yang bermula dari masjid hingga kini terdapat sekolah-sekolah modern, universitas, pusat riset, asrama mahasiswa, perpustakaan, observatorium, dan lembaga-lembaga lainnya. Tentu saja, itu semua masih dalam koridor menyebarkan agama rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.

1082 tahun bukanlah umur yang pendek bagi Al-Azhar. Silih berganti kepemimpinan, hingga kini terhitung 44 sosok Imam Besar Al-Azharyang telah memegang amanah mulia ini. Kesyukuran serta ketakjuban yang luar biasa, Al-Azhar tetap eksis dan memegang peranan penting di berbagai lini, khususnya dalam bidang pendidikan dan penyebaran agama Islam. Al-Azhar juga semakin dikenal dunia dengan konsep wasathiyat al-Islam dan wakafnya yang produktif. Sehingga menarik minat pelajar lokal maupun asing untuk datang menuntut ilmu di bawah naungan masyayikhnya. Terlebih lagi dengan subsidi pendidikan yang begitu besar sehingga para pelajar dapat menuntut ilmu dengan nyaman dan optimal.

Sebuah populasi yang besar, Al-Azhar menelurkan ulama-ulama dan pakar-pakar di berbagai disiplin ilmu. Ketika mereka kembali ke tanah air masing-masing, merekalah yang menjadi penyambung lidah Al-Azhar dalam menyampaikan agama Islam yang wasati dan seluruh ilmu yang mereka dapatkan di Al-Azhar. Hal tersebut merupakan bentuk keberkahan dan keridaan dari Sang Pencipta yang bermula di bulan yang penuh berkah, Ramadhan.

Tentu saja, keberkahan Al-Azhar tidak hanya sampai pada apa yang penulis sampaikan. Melainkan masih banyak lagi yang penulis tidak ketahui akan hal tersebut. Namun, di artikel “Edisi Spesial Ramadhan: Milad Al-Azhar ke-1082”, para penulis sedikit banyak mencoba mengulas Al-Azhar dari berbagai sisi dengan tujuan menjaga dan mempertahankan nilai-nilai Al-Azhar sehingga tetap melekat dalam sanubari para santrinya. Semoga Allah Swt. selalu menjaga Al-Azhar, masyayikhnya, santrinya, pendukungnya, dan semua orang yang terlibat dalam kemajuan ilmu dan agama Islam. Dan semoga Allah meridai usaha para penulis sehingga rampunglah edisi spesial ini.

Selamat menikmati!

Oleh : Nusaibah Masyfu’ah

Read more
02Apr

Aku dan Tuhanku di Bulan Ramadhan

2 April 2022 buutsfpib Ramadhan 57

(Edisi Spesial Ramadhan Vol. 01)

Credit : Pexels

Matahari telah tenggelam dan bulan mulai melukiskan keindahannya di langit. Tarawih pertama telah didirikan memulai rentetan keberkahan bulan suci Ramadhan. Seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut hangat dengan gegap gempita kebahagiaan. Selamat datang bulan yang dirindukan, selamat datang bulan yang penuh berkah, selamat datang bulan Ramadhan.

Sebuah kesyukuran untuk kita semua masih diberikan kenikmatan untuk beribadah di bulan suci ini. Dengan segala keterbatasan akibat pandemi Covid-19, tidak menghalangi kerinduan sang hamba untuk meraup berkah sebanyak-banyaknya. Sehingga, menaati protokol kesehatan dan menjaga asupan gizi adalah bentuk ikhtiar untuk mencapai kesempurnaan ibadah.

Bulan Ramadhan menjadi saat yang selalu dinanti-nanti bagi setiap muslim karena berbagai keutamaan dan keberkahan di dalamnya. Banyak orang berlomba-lomba untuk bersedekah, seperti menyediakan hidangan berbuka, bingkisan Ramadhan, hingga uang tunai. Tidak jarang pula para pedagang menutup tokonya agar lebih fokus beribadah. Juga majelis-majelis ilmu yang semakin ramai menambah keindahan nuansa Ramadhan.

Patutlah setiap muslim berbahagia dan bersemangat di bulan Ramadhan. Sebab, Allah Swt. melipatgandakan pahala setiap ibadah. Dimulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali ibadah puasa yang pahalanya tidak terbatas bilangan apapun. Abu Hurairah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

 كل عمل ابن آدم له، الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف، قال الله عز وجل: إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به، إنه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي، للصائم فرحتان: فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه، ولخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك. (متفق عليه)

“Setiap amalan anak Adam miliknya, setiap kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat (pahala). Allah Swt. Berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya ia milik-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjarannya. Sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa, ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya. Dan aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Swt. daripada wangi minyak kasturi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ramadhan menjadi momen yang begitu istimewa dengan diwajibkannya berpuasa satu bulan penuh. Puasa adalah ajang melatih diri untuk sabar dan dapat mengendalikan hawa nafsu. Yang mana, pada dasarnya makan, minum, dan syahwat adalah hal yang diperbolehkan dalam syariat. Namun dengan berpuasa, Allah Swt. ingin hamba-Nya ikhlas atas apa yang telah disyariatkan dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Beberapa ulama menyampaikan keistimewaan Ramadhan dalam dua poin utama sebagaimana berikut.

Pertama, puasa adalah satu-satunya ibadah yang dilakukan dengan meninggalkan segala bentuk hawa nafsu seperti makan, minum, dan syahwat. Meninggalkan hal-hal tersebut tidak ada dalam ibadah lain kecuali puasa.

Ketika berihram misalnya, setiap muslim dilarang untuk berhubungan suami-istri dan memakai wewangian, tetapi diperbolehkan untuk makan dan minum. Ketika mendirikan sholat, ia wajib menahan semua hawa nafsunya seperti puasa. Namun, tidak dalam durasi yang lama sebagaimana halnya puasa.

Kedua, ibadah puasa merupakan ibadah yang diklaim khusus oleh Sang Pencipta sebagai milik-Nya. Puasa adalah rahasia antara Tuhan dan hamba. Sebab, ibadah tersebut dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa diketahui selain keduanya. Dengan begitu, seorang hamba dapat menjaga hatinya dari sifat pamrih dan riya’.

Sesungguhnya Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang menemui-Nya secara diam-diam. Dan orang yang mencintai-Nyapun akan senang melakukannya secara rahasia sehingga orang-orang tidak melihat kemesraan dirinya dengan Tuhannya.

Tenggelam dalam Cinta Ilahi

Tidak ada setetes air yang melewati kerongkongan semenjak fajar terbit hingga matahari kembali ke peraduannya. Pada hakikatnya, puasa tidaklah sekadar menahan lapar, dahaga, dan syahwat. Meski demikian, ia adalah nafsu terberat yang manusia selalu condong kepadanya.

Puasa adalah bahasa cinta antara Tuhan dan hamba. Demi keridaan Tuhan, seorang hamba harus menahan diri dari kenikmatan makan, minum, dan berhubungan suami-istri. Yang mana hal itu dapat membawa dirinya kepada kelalaian, keangkuhan, dan kejahatan. Selain itu, hawa nafsu dapat mengeraskan hati dan membutakan hamba dari ibadah. Maka ketika sang hamba sudah terlepas dari belenggu hawa nafsunya, hatinya menjadi luluh dan lembut. Seketika itu ia berhasil membebaskan hatinya untuk berpikir jernih dan berzikir kepada Allah Swt.

Di lain sisi, puasa mendikte hamba betapa besar cinta yang diberikan Allah Swt. untuk mencukupi kebutuhannya, yang tidak semua orang beruntung mendapatkannya. Kehidupannya jauh lebih beruntung dibanding fakir miskin yang tidak bisa makan, minum, bahkan menikah karena tidak ada biaya. Maka sepatutnya, setiap muslim selalu bersyukur, mengasihi saudaranya, dan ringan tangan membantu sesamanya yang sedang kesusahan.

Layaknya hubungan asmara, setan selalu datang mencoba memisahkan sepasang kekasih. Namun usahanya terhalangi oleh puasa yang merupakan perisai yang menjaga hubungan Tuhan dan hamba. Sebab, menahan diri dari makan, minum, dan syahwat dapat mengecilkan pembuluh darah yang menjadi celah bersarangnya setan. Maka, kandaslah segala usaha setan menggoda hamba, melalaikannya dari ibadah, dan membisikkan hawa nafsu serta amarah.

Setiap detik di bulan Ramadhan, baik siang ataupun malamnya merupakan waktu-waktu yang spesial untuk setiap muslim. Sembah sujud berlinang air mata memohon ampunan Rabbnya. Serta duduknya bersimpuh dengan perut kosong penuh harap akan rahmat dan karunia-Nya. Atas izin Allah Swt. Dia menjadikan Ramadhan penuh dengan keberkahan. Melipatgandakan pahala hamba-Nya yang berusia singkat dengan wasilah Ramadhan yang mulia. (Nusaibah Masyfu’ah / Mahasiswi Universitas Al-Azhar Jurusan Syariah wal Qanun)

Oleh : Nusaibah Masyfu’ah

Read more
31Mar

Ijroat Adventure Minhah Dakhili

31 Maret 2022 buutsfpib Info 86
Banin

IJROAT ADVENTURE (BANIN)

  • MINHAH DAKHILI

 

PROSEDUR PERBAHARUI SYARKI

Berikut berkas-berkas yang harus disiapkan sebelum pembaharuan syarki:

  1. Paspor asli
  2. 6 lembar FC paspor
  3. Tadarruj dirasi atau ifadah minhah DL
  4. 5 lembar FC tadarruj dirasi atau ifadah DL
  5. 2 lembar FC akhir wusul (visa) yang ada di paspor untuk idaroh minhah dan idaroh amn
  6. 6 lembar foto ukuran 4×6 (tulis nama dan jinsiyah di belakang) untuk idaroh minhah dan idaroh amn
  7. 1 lembar foto ukuran 3×4 (warna background foto bebas) untuk dipasang di syarki
  8. Syarki lama asli
  9. Pulpen biru
  10. Hafalkan nomer telpon (berbahasa arab)

Berikut tahap-tahap mengurus syarki minhah dakhili:

  1. Datang ke daroh minhah dan langsung siapkan:
  2. Paspor asli
  3. 1 lembar FC paspor
  4. Tadarruj Dirosi asli
  5. 2 lembar Foto (Usahakan 3×4, karena ukuran Syarki kecil seperti kerneh)
  6. FC semua Visa yang ada di paspor
  7. Syarki lama asli

NB : Syarki baru langsung difotokopi sebanyak 3 lembar bolak balik

  1. Pergi ke mantiqoh masing-masing untuk minta dituliskan kamar, imarah, dan stempel mantiqah didalam syarki
  2. Pergi ke Amn (lantai ardiyah imaroh 18) untuk minta tanda tangan dan stempel, dengan membawa:
  3. Paspor asli
  4. 1 lembar FC paspor
  5. Syarki baru asli
  6. 1 lembar FC syarki
  7. 1 lembar FC semua isi paspor
  8. 2 lembar foto (tulis nama dan jinsiyah di belakang foto)
  9. Siapkan 1 kontak teman sekamar atau teman dekat
  10. Pergi ke idaroh iskan (ada 2 tanda tangan yang harus dipenuhi), dengan membawa:
  11. Syarki baru asli
  12. 1 lembar FC tadarruj dirosi
  13. ‎FC paspor
  14. ‎Hafalkan nomer telpon (Bahasa Arab)
  15. Minta tanda tangan ke ammu depan idaroh minhah (Mudir Minhah)
  16. Pergi ke Kantor Musyrif (tempat ambil ATM) untuk meminta tanda tangan Dr. Abdul Aziz (Mudir Am Riayatu-l-thullāb) dan stempel dari Ust. Iman (Ruangan Pojok)
  17. Ke Idaroh Syuun Manathiq penanggungjawab data di imaroh Sya’rawi kamar 101. Setorkan syarki baru, hafalkan nomor telpon kemudian minta ke Ammu yang bertugas untuk laminating syarki kemudian tunggu beberapa saat
  18. Kemudian fotokopi syarki baru yang sudah berlaminating dan berstempel sebanyak dua kali
  19. Pergi ke manthiqoh masing-masing untuk kedua kalinya, siapkan:
  20. Syarki baru asli
  21. 1 lembar FC syarki baru (sudah berstempel)
  22. 1 lembar FC tadarruj dirasi
  23. 1 lembar FC paspor
  24. 1 lembar FC Visa terakhir

NB :

Tempat tujuan pengurusan, tempat kerja ammu dan mudir, urutan dsb terkadang berubah sesuai keadaan dan mood ammu. Jangan lupa perbanyak sholawat selama kepengurusan

 

PROSEDUR GANTI KASUR, SPREI, BANTAL DAN SELIMUT

Pergantian kasur dan bantal akan dilaksanakan jika mantiqoh sudah menyediakan kasur bantal yang baru, dengan syarat:

  1. Belum dapat kasur bantal dari awal
  2. Kasur bantal yang sudah tidak layak pakai

Berkas-berkas yang harus disiapkan :

  1. Kertas pink khozinah
  2. Syarki asli
  3. Kasur/bantal yang akan diganti
  4. Pulpen biru

Berikut tahap-tahap yang harus dilakukan :

  1. Ke Mantiqoh untuk minta tanda tangan di kertas khozinah, siapkan :
  2. Syarki asli
  3. Kertas khozinah
  4. Kasur bantal yang akan diganti
  5. Kemudian FC kertas khozinah yang sudah ditandatangani sebanyak 2 lembar
  6. Pergi ke khozinah untuk menukarkan kasur bantal lama dengan yang baru, siapkan :
  7. Kertas pink khozinah
  8. 2 lembar FC kertas pink khozinah
  9. Syarki asli
  10. Kasur bantal yang akan diganti

Disana akan diarahkan sama ammu yang bertugas.

 

PROSEDUR PINDAH KAMAR

  • Proesur pindah kamar ini mencakup pindah kamar dari Tsulasy ke fardiyah dan Fardiyah ke fardiyah, tsulasy ke tsulasy dan fardiyah ke tsulasy
  • Jika perpindahan biasanya dilaksanakan karena ada instruksi langsung dari mantiqoh, maka langsung saja ke mantiqoh minta rekomendasi langsung

Syarat :

  1. S2
  2. Fakultas ilmi
  3. Mumtaz/Jayyid jiddan
  4. Hafidz
  5. Penyakit dalam/udzur lain

Persiapan izin pindah kamar :

  1. Tadarruj asli/rekomendasi dari imam masjid untuk jalur hafidz
  2. Syarki asli
  3. 2 lembar FC syarki
  4. 2 lembar foto ukuran 4×6
  5. Surat permohonan
  6. Pulpen biru
  7. Hafalkan nomer telpon (berbahasa arab)

Tahap-tahap yang harus dilakukan :

  1. Ke idaroh mudir am untuk minta tanda tangan, siapkan :
  2. FC syarki
  3. Surat permohonan
  4. Pergi ke idaroh syuun manatiq (imaroh 25) untuk minta tandatangan tulisan keterangan ditulis oleh Dr. Ayman di surat dan stempel, siapkan :
  5. Syarki asli
  6. 2 lembar FC syarki
  7. Surat permohonan
  8. 2 lembar foto ukuran 4×6

Kumpulkan semuanya ke Dr. Ayman

NB :

  • Untuk Mumtaz dan Jayyid Jiddan, dalam surat akan ditulis keterangan tapi tidak dengan tanda tangan Dr. Ayman akan mengarahkan ke idaroh minhah wa iskan untuk pendataan (syubak paling pojok) sebelum beliau tanda tangan dan dikumpulkan ke beliau
  • Tunggu beberapa minggu, akan ada pengumuman nama-nama pindah kamar di mading syuun manatiq. Apabila nama anda tercantum, lanjut ke tahap berikutnya
  1. Pergi ke syuun manatiq untuk minta kertas kecil keterangan kamar baru, dengan membawa :
  2. Syarki asli
  3. Pergi ke mantan mantiqoh untuk minta map ijroat, siapkan :
  4. Kertas keterangan kamar
  5. Kertas pink khozinah
  6. Syarki asli
  7. Pergi ke mantiqoh baru untuk perpindahan map ijroat dari mantiqoh lama ke mantiqoh yang baru, siapkan :
  8. Map ijroat
  9. Kertas pink khozinah
  10. Syarki asli
  11. Paspor (tergantung mantiqoh)

Kepengurusan akan diarahkan sama ammu yang jaga.

 

IZIN PULANG DENGAN TIKET BUUTS

Jika pulangnya tepat waktu (setelah najah 2 tahun dan tidak di ta’jil atau dita’khir) maka tidak perlu ke konsuler (untuk Izin agaza) dan tidak perlu minta izin ke kuliah (karena libur)

  1. Taqdim berkas (ke ammu tiket/ammu Turki) di idarah minhah wa iskan dengan membawa berkas:
  2. Tadarruj dirasi/tasdiq minhah sebagai bukti najah 2 tahun, yaitu dengan tasdiq baru (tasdiq tahun ketiga/setelah i’lan najah tahun ke 2)
  3. FC paspor depan belakang
  4. FC Visa terakhir
  5. Foto

 

  1. Pihak yang bersangkutan akan menerima istimarah dari pihak minhah wa iskan setelah mengumpulkan berkas secara lengkap. Dimana dalam istimarah tersebut, pihak yang akan izin mengisi beberapa hal diantaranya:
  2. Surat perjanjian (diantaranya tidak boleh mengganti tiket pulang dengan uang, apabila tiket kembali ke Mesir ingin dimaju/mundur kan, maka dendanya ditanggung sendiri)
  3. Mengisi tanggal pulang dan kembalinya sendiri, tapi ketentuan tetap dari buuts

 

  1. Setelah mengisi ‘istimarah’ tersebut, pihak yang akan izin meminta persetujuan/tauqi’ ke Dr. Abdul aziz. Dan setelah disetujui, istimarah dikembalikan lagi ke minhah wa iskan/penanggung jawab tiket

 

  1. Menunggu kabar dari minhah wa iskan untuk tes PCR. Kemudian setelah melakukan tes PCR, maka pihak yang akan izin mengajukan fotocopy hasil tes PCR dan fotocopy kwitansi tes PCR ke minhah wa iskan/ammu tiket. Dan tiket akan diberikan saat itu juga.

NB: Semua barang harus sudah disiapkan, sesuai dengan tanggal pengajuan. Karena biasanya tiket turun mendadak.

 

IZIN PULANG MANDIRI

  1. Mengurus tiket pesawat secara mandiri
  2. Melakukan perizinan ke instansi berikut:
  3. Konsuler untuk izin agaza buuts
  4. Kuliah apabila izin pada saat aktif perkuliahan, sebaliknya tidak perlu izin ke kuliah apabila izin pulang saat libur kuliah

NB:

  • Diberitahukan kepada seluruh warga FPIB ketika ingin pulang ke Indonesia, diharapkan agar meminta izin kepada kuliah maupun ma’had dengan perizinan yang jelas dan menyertakan surat perizinan tersebut ke buuts untuk kebutuhan pemberkasan di buuts.
  • Langkah pemberkasan dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu.

 

GANTI UANG VISA

  1. Datang ke mantiqah masing-masing dengan membawa:
  2. Kwitansi pembayaran
  3. 2 lembar FC kwitansi pembayaran
  4. 2 lembar FC syarki minhah
  5. 2 lembar FC Visa

Kemudian akan diarahkan oleh ammu yang bertugas.

 

TAHWIL DAKHILI-KHORIJI

  1. Datang ke Ammu Mantiqoh dan bilang kalo mau tahwil minhah
  2. Buat surat keterangan mau tahwil kemudian minta tangan Mudir ‘Am dll
  3. Setelah itu ke Ammu Mantiqoh lagi
  4. Kemudian ke Idaroh sakan
  5. Minta tanda tangan kertas yang diberikan Ammu Idaroh sakan
  6. Mengembatikan barang Buuts seperti selimut dll
  7. Balik lagi ke Idaroh Iskan sambil ngasih kertas untuk minta tanda tangan tadi
  8. Datang ke Muroqib kemudian akan diberikan surat adamul minhah
  9. Keliling ke 5 lembaga beasiswa yang ada di Mesir dan minta tanda tangan ke 5 lembaga tersebut, yaitu:
  • BZ (Ma’adi)
  • Wami (Asyir)
  • Bab At-thin (Sabi)
  • Wizaroh Ta’lim (dekat Bab At-thin)
  • Majelis A’la (dekat KBRI)

-Kembali ke Muroqib menyerahkan surat adamul minhah, akan dibuatkan syarki minhah khoriji

-Menunggu syarki selesai biasanya 1-3 bulan

-Setelah syarki selesai maka minhahnya akan turun di bulan berikutnya

NB:

  • Jika ingin lancar dalam kepengurusan sebaiknya memiliki Visa aktif
  • Jangan menghilangkan kartu ATM karena ATM-nya sama seperti yang digunakan saat masih minhah dakhili

 

TAJIL TIKET

Sama seperti syarat pengajuan tiket, proses ta’jil pun harus melampirkan tadarruj dirosi najah dua tahun di kuliah. Kemudian seandainya tiket ingin dicairkan pada tahun berikutnya maka proses inilah yang dinamakan ta’jil tiket. Berikut prosedur yang diperlukan:

-Menyiapkan berkas sebagai berikut:

  • Tadarruj dirosi asli dan photocopy sebanyak 3 lembar Photocopy syirki baru 3 lembar
  • Photocopy depan paspor 3 lembar
  • Photocopy iqomah yang masih aktif 3 lembar

-Kemudian pergi Idaroh Minhah dan Iskan, ke ammu Turki yang nanti akan diarahkan. selanjutnya menuju Ablah Mudiroh Iskan (yang duduk di pojok) untuk mengisi istimaroh dan ditandatangani oleh Dr. Abdul Aziz.

 

PROSEDUR IZIN ELEKTRONIK

Berikut proses izin memasukkan barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci dan lain-lain

  1. Datang ke Mantiqoh masing-masing dengan membawa syarki minhah dan nota (faturoh) dan minta surat izin memasukkan alat elektronik (terkadang. kita diminta untuk membuat surat permohonan sendiri) kemudian ditandatangani oleh Mudir Mantiqoh
  2. Kemudian lapor ke Mudir Kahruba (lantai ardiyah imaroh 17) untuk meminta izin memasukkan alat elektronik dan minta tandatangan di surat dari Mantiqoh tadi
  3. Selanjutnya meminta tanda tangan Mudir Amn (Ustadz Bayumi) di Idaroh Amn (lantai ardiyah imaroh 18)
  4. Kemudian surat permohonan itu di photocopy sebanyak 5 kali dan diserahkan ke Mantiqoh, Idaroh Kahruba. Mudir Idaroh Amn, dan Ammu Bawwab (satpam gerbang) dan disimpan untuk sendiri
  5. Setelah menyerahkan surat permohonan ke Ammu Bawwab baru kita boleh memasukkan alat elektronik tersebut

NB:

  • Biasanya di Mantiqoh atau Bawwab ditanya apakah alat elektronik itu baru (Jadid) atau seken (musta’mal)
  • Terkadang merk dan watt elektronik tersebut juga ditanyakan (jadi hafalkan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Banat

IJROAT ADVENTURE (BANAT)

  • MINHAH DAKHILI

 

PROSEDUR PERBARUI SYARKI

Datang ke ablah minhah (Ablah Marwah)

dengan membawa:

  • Syarki lama
  • Tasdiq minhah asli
  • 2 lembar FC tasdiq minhah
  • 1 lembar foto
  • FC isi paspor lengkap

-Datang ke Ammu A’la dengan membawa syarki

baru

-Datang ke Mudir Minhah (Ust. Abdul Aziz)

dengan membawa syarki baru

-Ablah akan memberi tahu urutan setelahnya

 

  1. Datang ke Ust. Iman untuk meminta cap
  2. Datang ke ablah keamanan (Ablah Abir)

dengan membawa:

  • FC isi paspor lengkap
  • 1 lembar FC tasdiq minhah
  • 3 lembar foto
  • 2 lembar FC syarki baru
  1. Datang ke ablah imarah untu menyerahkan:
  • 1 lembar FC syarki baru yang sudah ditandatangani ablah keamanan (Ablah Abir)
  • 1 lembar FC paspor depan
  • 1 lembar FC visa terakhir
  • 1 lembar foto

 

PROSEDUR TAHWIL MINHAH DAKHILI-KHORIJI

  1. Datang ke ablah imarah, minta surat ikhla’ atthorof (surat keluar buuts), sertakan alasan keluar dari buuts
  2. Pergi ke mudirah banat, beri keterangan hendak tahwil minhah khoriji. Kemudian akan diberi kertas untuk minta tandatangan ke beberapa departemen buuts
  3. Pergi ke idarah sakan
  4. Mengembalikan barang-barang buuts seperti selimut, bantal, dan sprei
  5. Meminta tanda tangan dari beberapa idaroh yang terletak di buuts banin dan buuts banat (Akan diarahkan saat di idarah sakan)
  6. Kembali ke idarah sakan untuk mengembalikan syarki minhah dakhili
  7. Datang ke qo’ah kubro dan melaporkan tahwil dari dakhili ke khoriji dengan membawa:
  8. Tadarruj dirasi
  9. FC paspor
  10. Foto
  11. Keliling 5 lembaga beasiswa yang ada di Mesir dan minta tanda tangan dari:
  12. Bz (Ma’adi)
  13. Wami (Asyir)
  14. Bab At-thin (Sabi’)
  15. Wizarah ta’lim (dekat bab At-thin)
  16. Majelis A’la (dekat KBRI)
  17. Kembali ke muroqib di qo’ah kubro untuk menyerahkan surat ‘adamul minhah, kemudian akan dibuatkan syarki minhah khoriji
  18. Menunggu syarki selesai sekitar 1-3 bulan
  19. Setelah syarki selesai maka minhah akan turun di bulan berikutnya

*Setelah semua perlengkapan dari buuts dikembalikan dan tanda tangan yang diperlukan sudah lengkap, bisa keluar buuts banat dengan syarat mengembalikan kerneh buuts (jika ada) dan memberi kertas tanda keluar kepada ammu gerbang. Kertas tersebut adalah tulisan tangan dari ablah yang ada di buuts.

*jika Sirki minhah khoriji sudah turun, harus laporan ke buuts satu bulan sekali di awal bulan dengan membawa paspor.

 

PROSEDUR IZIN ELEKTRONIK

Adapun alat elektronik yang diwajibkan untuk mendapatkan izin berupa alat elektronik besar seperti kulkas, mesin cuci, printer, dsb.

  1. Datang ke ablah imarah untuk izin memasukkan alat elektronik

Kemudian ablah imarah akan menuliskan tasreh izin elektronik dan menyerahkannya kepada ammu bawwab

Selanjutnya ammu bawwab akan menelpon ammu kahruba’ perihal perizinan tersebut

  1. Setelah mendapatkan izin dari ammu kahruba’, maka diperbolehkan untuk memasukkan alat elektronik tersebut ke dalam buuts.

 

PROSEDUR GANTI KASUR DAN BANTAL

  1. Kasur dan bantal boleh diganti apabila dari awal belum dapat, atau sudah tidak layak pakai
  2. Datang ke ablah makhzan (Ablah Sayyidah) untuk izin ganti kasur atau bantal di imaroh 5.

 

PROSEDUR TAJIL TIKET

  1. Datang ke masul tiket di idaroh minhah wa iskan, sambil membawa berkas-berkas berikut:
    1. Tasdiq minhah/ tadarruj dirosi asli dan fotokopi (sebagai keterangan telah naik tingkat)
    2. Fotokopi paspor dan kartu ijin tinggal
    3. Fotokopi syarki minhah
  2. Meminta formulir untuk Tajil Tiket buuts dan mengisinya
  3. Meminta persetujuan ke Ustadz Abdul Aziz
  4. Menyerahkan kembali formulir yang telah diberi tauqi dan cap ke masul tiket di idaroh minhah wa iskan
  5. Tajil tiket berlaku bagi mahasiswa/i yang telah 2 kali naik tingkat dan ingin mengundur kepulangan ke tahun setelahnya.

 

 

PROSEDUR PINDAH KAMAR (Masih dalam satu Imaroh)

  1. Datang ke Ablah Imaroh masing-masing untuk izin pindah kamar.
  2. Tunggu perizinan dari Ablah Imaroh dan Ammu Liwa
  3. Apabila sudah mendapatkan izin maka sudah diperbolehkan untuk pindah kamar.

 

PROSEDUR PINDAH KAMAR (Beda Imaroh)

  1. Datang ke Ablah Imaroh lama untuk meminta izin pindah kamar dan Imaroh.
  2. Datang ke Ablah Imaroh yang dituju untuk pindah untuk meminta izin. Adapun berkas yang perlu dibawa:
  • Paspor/Fc Paspor
  • Syarki Buuts
  • Syarat dan ketentuan sesuai dengan Ablah Imaroh masing-masing
  1. Kemudian menunggu perizinan dari Ablah Imaroh pertama, Ablah Imaroh yang dituju dan Ammu Liwa.
  2. Setelah mendapatkan izin, Ablah Imaroh pertama akan memberika surat izin pindah kamar dan Imaroh.
  3. Setelah itu meminta tanda tangan Ablah Imaroh yang dituju.
  4. Setelah itu meminta tanda tangan Ablah Mudir (Ablah Iman Bakri)
  5. Setelah mendapatkan izin dan tanda tangan, menyerahkan surat izin ke Ablah Imaroh yang dituju. Dengan menyertakan:
  • FC visa terakhir
  • FC syarki

 

IZIN PULANG DENGAN TIKET BUUTS

Jika pulangnya tepat waktu (Setelah najah 2 tahun dan tidak ta1’jil atau takhir) maka, tidak perlu ke konsuler (untuk izin agaza) dan tidak perlu minta izin ke kuliah (karena libur):

  1. Taqdim berkas (Ke Ammu tiket/Ammu Turki) di idarah minhah wa iskan dengan membawa berkas sebagai berikut:
  • Tadarruj dirasi/Tasdiq minhah sebagai bukti najah 2 tahun, yaitu dengan tasdiq baru (tasdiq tahun ketiga/setelah I’lan najah tahun ke 2)
  • FC paspor depan belakang
  • FC visa terakhir
  • Foto
  1. Pihak yang bersangkutan akan menerima istimaroh dari pihak minhah wa iskan setelah mengumpulkan berkas secara lengkap. Dimana dalam istimarah tersebut, pihak yang akan izin mengisi beberapa hal diantaranya:
  • Surat perjanjian (diantaranya tidak boleh mengganti tiket pulang dengan uang, apabila tiket Kembali ke Mesir ingin dimajukan/dimundurkan, maka dendanya ditanggung jawab sendiri)
  • Mengisi tanggal pulang dan kembalinya sendiri, tapi ketentuan tetap dari Buuts.
  1. Setelah mengisi istimaroh, pihak yang akan izin meminta persetujuan dan tanda tangan ke Dr. Abdul Aziz. Setelah disetujui, istimaroh dikembalikan lagi ke Minhah wa Iskan atau penanggung jawab tiket.
  2. Menunggu kabar dari Minhah wa Iskan untuk tes PCR, kemudian setelah melakukan tes PCR, maka pihak yang akan izin mengajukan fotocopy hasil tes PCR dan fotocopy kwitansi tes PCR ke Minhah wa Iskan/Ammu tiket. Dan tiket akan diberikan saat itu juga.

 

NB: Semua barang harus udah disiapkan, sesuai dengan tanggal pengajuan. Karena biasanya tiket turun mendadak.

 

IZIN PULANG MANDIRI

  1. Mengurus tiket pesawat secara mandiri
  2. Melakukan perizinan ke instansi berikut:
  • Konsuler untuk izin agaza buuts
  • Kuliah apabila izin pada saat aktif perkuliahan, sebaliknya tidak perlu izin ke kuliah apabila izin pulang saat libur kuliah.

 

PROSEDUR GANTI UANG VISA

-Adapun warga FPIB penerima beasiswa dalam buuts (minhah dakhili) untuk datang ke ablah imarah masing-masing dengan membawa:

  • Kwitansi pembayaran asli
  • 2 lembar FC kwitansi pembayaran
  • 2 lembar FC syarki
  • 3 lembar FC Visa terbaru

-Kemudian ablah imarah akan mengarahkan untuk step selanjutnya

NB: dalam proses penggantian uang biasanya akan dikirimkan melalui rekening di akhir bulan ketika ijroat selesai. Maka apabila akhir bulan uang visa di ATM belum juga ada, kalian bisa menyimpan script faturoh bulan tersebut, kemudian melaporkan kepada Ablah imaroh dengan membawa script sebagai bukti tidak adanya penambahan saldo di ATM. Seandainya ablah bersikeras bilang akan diganti pada bulan selanjutnya, maka lakukan hal yang sama di bulan berikutnya jika masih tidak ada uang badal visa. Script ini nantinya sebagai bukti ketika kita mengajukan ulang pergantian uang badal.

 

 

 

 

 

 

 

 

Read more
26Mar

‘Kutubun Sihhah’, Alasan FPIB Adakan ‘Rihlah Maktabah’

26 Maret 2022 buutsfpib Artikel 67

Kairo, Fpib.web.id-Kamis (24/3) untuk petama kalinya, FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) mengadakan rihlah maktabah yang berada di kawasan Darrasah, khususnya maktabah belakang kampus Al Azhar. Rihlah ini diwajibkan bagi para calon mahasiswa/i Al Azhar kedatangan di tahun 2022, dan dibolehkan untuk siapa saja yang ingin berpartisipasi. PSDM (Pemberdayaan Sumber Daya Manusia), sebuah bagian dari FPIB yang mempelopori kegiatan ini, menyiapkan 6 pembimbing untuk 6 kelompok yang sudah dibagi khusus anak baru. Di antaranya, Ustadz Roisul, Ustadz Probo, Ustadz Kamil, Ustadz Irfan Wahid, Ustadz Wildan Edi, dan Ustadz Aqil Palembang.

Abdul Ghofur Musthofa, sebagai ketua koordinasi bagian PSDM, mengatakan,

“Dengan rihlah maktabah ini, kami semua berharap agar anak-anak baru mampu untuk memilih buku secara benar. Sehingga mereka mampu mendapatkan ilmu yang sesuai dengan metode Azhar nantinya.”

Ghofur menjelaskan, bahwa dalam menuntut ilmu, setiap tholib harus memilliki empat macam ini, yaitu:

Guru yang membuka pintu ilmu ( شيخ فتاح ), akal yang mampu menerima secara baik ( عقل رجاح ), buku yang benar dan sesuai ( كتب صحاح ), selalu mengulang apa yang dipelajari ( مداومة و إلحاح ).

Ustadz Roisul Amin, sebagai salah satu pembimbing, menjelaskan bahwa rihlah ini sangat penting bagi semua masisir, khususnya bagi anak-anak baru. Untuk menyadarkan, bahwasanya kita hidup di sebuah kota yang memiliki buku-buku yang tersebar ke seluruh penjuru dunia. Sebagaimana julukannya, ‘kota sejuta buku.’

“Rihlah ini untuk memperkenalkan kepada mereka, bagaimana cara memilih penerbit-penerbit buku dan muhaqqiq yang terbaik dan sesuai metode Azhar. Bahkan terhadap setiap maktabah yang sejalur dengan pemikiran Azhar, sehingga mereka tidak salah pilih di kemudian hari,”

Reporter : Muhammad Awwabinhafizh

Editor : Nusaibah Masyfu’ah

Read more
27Feb

Ketua Angkatan Terpilih, dalam Penutupan Acara Ormabus

27 Februari 2022 buutsfpib Info 70

Rangkaian agenda Ormabus (Orientasi Mahasiswa Baru Bu’uts) berakhir pada hari Jum’at (25/2). Sebagai penutup dari rentetan acara, panitia melaksanakannya di Hadiqoh Dauliyah setelah dua hari sebelumnya diadakan secara indoor.

Fery Putra Kurniawan dan Atika Uwaida, selaku panitia Ormabus 2022, memimpin keseruan kegiatan outdoor  kali ini. Berbagai macam permainan menarik disuguhkan panitia kepada para peserta. Tujuannya agar para calon mahasiswa baru saling mengenal satu sama lain dan memupuk ukhuwah diantara mereka.

Para peserta sangat antusias dengan permainan yang ada. Peserta yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, saling berlomba untuk meraih hasil yang terbaik. Sejak mereka datang, setiap ketua kelompok memimpin anggotanya meneriakkan yel-yel kebanggaan untuk menunjukkan rasa semangat dan kesolidan kelompok.

Sekitar dua jam acara ini berlangsung, akhirnya kelompok lima putra yang dipimpin oleh Ilham Syaifur Ridho dan kelompok satu putri yang dipimpin oleh Fatma Rizky Abdullah berhasil meraih juara umum.

Pada akhirnya, acara ini ditutup dengan pemilihan ketua angkatan untuk kedatangan tahun 2022. Setelah diadakan penghitungan suara di depan seluruh peserta Ormabus, dan juga disaksikan secara langung oleh para petinggi FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts), terpilihlah Abdullah Faqih dan Muhammad Aulia Rozaq sebagai ketua 1 dan 2 putra. Keduanya memperoleh poin yang berbeda tipis, yaitu 88 dan 87 suara sah. Keduanya mengungguli kandidat ketiga yang memperoleh poin 77 suara sah.

Sedangkan untuk ketua 1 dan 2 putri terpilihlah Windi Ajelia dan Nahdiatus Sholihah. Masing-masing berhasil memperoleh poin 45 dan 37 suara sah. Disusul kandidat ketiga meraih 18 suara sah.

Dengan ini, mereka dinyatakan sah untuk menjadi pemimpin angkatan kedatangan Bu’uts 2022.

Read more
24Feb

ORMABUS, Ustadz Ridwan: Jangan Puas dengan Ilmu yang Kita Miliki

24 Februari 2022 buutsfpib Info 70

Kairo, Fpib.web.id- Pada hari Senin (21/2), 164 calon mahasiswa kedatangan tahun 2022 mengikuti kegiatan  Orientasi Mahasiswa Baru Bu’uts (ORMABUS) di Aula Kelompok Studi Walisongo (KSW), Distrik 10. Rutinitas yang digelar setiap kedatangan mahasiswa baru ini berguna untuk menyambut dan mengenalkan mahasiswa tentang Negara Mesir secara umum dan Al-Azhar secara khusus.

Materi pertama disampaikan langsung oleh Ustadz Ridwan Misbah, Lc. Pada sesi ini, peserta diberikan gambaran lengkap pemetaan ilmu dalam menjalani studi di kampus Azhar. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan, bahwa Al Azhar bersifat moderat dan tidak ekstrimis.

Kemudian, beliau menganjurkan kepada seluruh mahasiswa Indonesia, baik itu peserta ataupun panitia Ormabus, untuk belajar secara serius di Al Azhar. Sebab, banyak di antara kita yang sudah merasa puas saat memiliki ma’lumat. Padahal, kita belum memahami ilmunya secara utuh.

Beliau membedakan sesuatu yang hanya sekedar menjadi pengetahuan yang disebut ma’lumat, dengan sebuah pengetahuan yang sudah dikuasainya yang disebut dengan ilmu. Menurut beliau, bahwa untuk mendapatkan ilmu, seorang pelajar harus mau untuk bekerja keras.

Di akhir pembicaraannya, beliau berpesan tentang keutamaan fokus dalam belajar. Serta, tetap mengulang terhadap apa yang diketahuinya.

قليل قرّ خير من كثير فرّ

Qoliilun Qorro Khoirun_min katsiirun farra

Namun, beliau tidak melarang untuk membaca banyak dari berbagai disiplin ilmu selama mampu. Seperti yang diucapkan beliau,

ولكنّ كثير قرّ خير من قليل قرّ

Wa lakinna, Katsiron qorro khoirun_min qoliilun qorro

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Habib Maulana

Read more
18Feb

Lestarikan Budaya Indonesia, FPIB Merancang Komunitas Sanggar Tari

18 Februari 2022 buutsfpib Info 61

Kairo, Fpib.web.id- Koordinator I Divisi Seni dan Olahraga Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) Alfin Nabil mendorong pengembangan sanggar tari. Ia mengatakan sanggar tari merupakan bagian dari wadah melestarikan budaya asli Indonesia.

Dalam rangka rapat pengurus FPIB untuk melakukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Kamis (17/2), Divisi Seni dan Olahraga berencana untuk memfasilitasi komunitas tari di Asrama Buuts Putri.

“Para pelatih tari sudah ada dan para peminat tari di Asrama Bu’uts juga banyak. Makanya kita berencana memfasilitasi komunitas ini,” kata Lisma Raihana, Koordinator II Divisi Seni dan Olahraga.

Dalam acara yang diadakan di Aula Pasanggrahan KPMJB, Faoz Almadani, Ketua Umum FPIB berharap ke depannya sanggar tari di asrama Bu’uts bisa mendapatkan perhatian para warga demi menjaga dan melestarikan budaya asli Indonesia.

Reporter: Habib Maulana

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
18Feb

Gelar Rapat Bulanan, Dewan Pengurus FPIB Resmikan Nama Kabinet

18 Februari 2022 buutsfpib Info 62

Kairo, Fpib.web.id- Dewan Pengurus Forum Pelajar Bu’uts (FPIB) menggelar rapat bulanan di Aula Pasanggrahan KPMJB (17/02) guna membahas program kerja dan juga peresmian nama kabinet.

“Acara ini dilaksanakan untuk membahas program kerja semua divisi dan menyusun kalender kegiatan selama setahun. Dan di akhir, akan diadakan peresmian nama kabinet FPIB masa bakti 2021/2022,” ujar Rima Hasna Fariha selaku Ketua 2 FPIB.

Dimulai dari perkenalan anggota kabinet, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh koordinator dari tiap divisi. Berbagai agenda yang dicanangkan, tentu saja tidak lepas dari serbuan tanggapan dan pertanyaan dari para hadirin. Hal ini menunjukkan keaktifan dan kepedulian seluruh anggota dewan pengurus terhadap program-program yang akan dilaksanakan pada periode ini.

Terkait peresmian nama kabinet, Rima mengatakan bahwa ada 5 nama yang diajukan; Kabinet Rekondisi, Kabinet Akselerasi, Kabinet Integriti, Kabinet Arunika, dan Kabinet Rumansiyah. Dari hasil pemungutan suara yang diadakan, Kabinet Integriti mendapat suara terbanyak dan langsung diresmikan dalam rapat tersebut.

“Terima kasih telah menyempatkan untuk kumpul dan mengerahkan pikiran dalam pembuatan proker. Saya harap ke depannya teman-teman bisa turut serta dalam acara-acara FPIB juga sebagai informan untuk seluruh warga FPIB,” ungkapnya sekaligus menutup rapat.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
18Feb

Tiga Proker Unggulan Divisi Keilmuan FPIB; Siap Menunjang Kegiatan Akademis di Buuts

18 Februari 2022 buutsfpib Info 64

Kairo, Fpib.web.id- Koordinator Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB), Farhan Fauzan mengatakan bahwa tahun ini akan ada 7 program yang akan dilaksanakan. Hal tersebut disampaikan dalam rangka rapat pengurus FPIB di Aula Pasanggrahan KPMJB (17/02).

“Kita punya tiga acara besar tahun ini. Ada Maqra’, Rubu’, dan Hiwar,” ujarnya.

Ia memaparkan, program pertama adalah Maqra’ atau madrasah quraniyah yaitu daurah tajwid, daurah ulumul quran, dan seminar qiraat asyrah. Yang kedua adalah Rubu’ atau Ruwaq Bu’uts yang akan diampu oleh senior-senior Bu’uts dan yang ketiga adalah Hiwar.

“Hiwar adalah program kerja yang belum terlaksana di kepengurusan tahun lalu. Maka ini adalah PR besar untuk kami,” imbuhnya.

Farhan menjelaskan secara singkat bahwa Hiwar adalah forum diskusi bagi para alumni Rubu’ dan warga FPIB lainnya. Sebagai program lanjutan Rubu’, maka materi yang akan dibahas adalah masalah-masalah terkait fan ilmu yang telah dikhatamkan di Rubu’. Ia berharap program ini dapat berjalan pada tahun ini sebagaimana yang telah dicanangkan.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
14Feb

Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) Gelar Sport Day

14 Februari 2022 buutsfpib Info 75

Kairo, Fpib.web.id– Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) melaksanakan kegiatan bersama dalam rangka menjalin silaturahmi antar-warga Indonesia di asrama Madinatul Buuts. FPIB mengadakan acara sport day yang diselenggarakan pada hari Ahad (14/2)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Divisi Olahraga Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) yang bekerja sama dengan Buuts Sporting Club (BSC).

Acara yang diselenggarakan pada pukul 10.00 ini mendapatkan antusias yang tinggi dari warga Indonesia yang bermukim di Asrama Buuts. Hingga waktu yang seharusnya berakhir pukul 12.00, kurang cukup memuaskan bagi para warga. Sehingga FPIB memberikan tambahan waktu satu jam untuk melanjutkan olahraga di lapangan Gamaliya.

“Saya pribadi mengharapkan dengan adanya momen-momen seperti ini, warga FPIB mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan serta mengeratkan tali persaudaraan antar-warga Indonesia di Madinatul Buuts. Lebih-lebih setelah kedatangan anak baru.” Ujar Achmad Alfin Nabil, Divisi Olahraga Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB).

Reporter : Muhammad Awwabinhafizh

Editor : Habib Maulana

Read more
  • 1…8910111213
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak