FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Artikel

Home / Artikel
10Jul

Family Gathering Dewan Pengurus FPIB, Kabinet Enthusiast

10 Juli 2026 Admin Web FPIB Berita
Family Gathering DP FPIB

Kamis, (10/07), telah diselenggarakannya Family Gathering Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) yang merupakan program tahunan oleh Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) FPIB. Sebanyak 80-an Dewan Pengurus FPIB dari seluruh divisi ikut serta meramaikan acara yang diadakan di Al-Hadiqah Ad-Dawleyah, Al-Hay Al Asher ini.

Ketua Pelaksana, Fadhlatul Imtiyaz menanggapi diadakannya acara ini, “Tujuan diadakannya Family Gathering ini, pastinya untuk bounding sesama pengurus, karena mungkin kita tahunya sesama divisi, mungkin belum saling tahu sama divisi lain.”

Pada awal kedatangan, panitia meminta para peserta untuk mengambil kertas berisi nomor acak dan warna. Nomor digunakan untuk doorprize, sedangkan warna untuk menentukan kelompok. Pembagian kelompok ini tidak berdasarkan divisi, melainkan warna, sehingga para pengurus dapat mengenal dan berinteraksi lintas divisi. Acara dimulai pukul 17.00 EEST, dibuka oleh dua pembawa acara dan dilanjutkan sambutan dari Ketua FPIB dan Ketua Pelaksana. Setelah itu, suasana dicairkan dengan ice breaking dan tiga permainan antar kelompok. Usai permainan, peserta melaksanakan salat maghrib berjama’ah.

Panitia kemudian membagikan sembilan doorprize. Menariknya, salah satu pembawa acara perempuan turut mendapat hadiah. Acara berlanjut dengan pembagian hadiah, makan bersama, serta tukar kado antar divisi dengan nominal tak kurang dari 130 Pound Mesir yang telah dipersiapkan sebelumnya.
 
Muhammad Al Fatih Nazar selaku ketua FPIB juga turut menanggapi acara ini, “Ya, alhamdulillah acara DP FPIB 2026 telah berjalan ya, dengan lancar dan meriah. Dari ana pribadi, kali ketiga mengikuti Family Gathering. Dan menurutku ini yang paling ramai dan seru, karena ana membuktikan sendiri. Karena waktu tahun pertama ikut, ana cuma bagian makan dan hadiah doang. Tahun kedua ana yang megang, emang di kondisi akhir jabatan, ya banyak kesibukan. Nah alhamdulillah sekarang persiapannya cukup banyak, dari teman-teman PSDM sendiri, sehingga acara ini bisa semeriah ini. Alhamdulillah teman-teman DP FPIB hadir dan interesting. Harapannya ke depan semoga acara Family Gathering semangat kebersamaanya semakin kuat, konsisten, sekalian ini masih di tengah masa jabatan, semoga masih tetep terus solid.”

Kegiatan Family Gathering akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama, sebelum seluruh pengurus kembali ke Madinatul Bu’uts Al-Islamiyyah.

  • Foto Dokumentasi Acara Family gathering

Read more
05Jul

Dari Muqarar ke Kolam Renang: Cara FPIB Recharge Energi Warganya

5 Juli 2026 Admin Web FPIB Berita

Ahad, (05/07),—Setelah berminggu-minggu disibukkan dengan ujian termin dua yang menguras tenaga dan pikiran, Divisi Olahraga Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) mengadakan kegiatan Swimming Day di Heroes Swimming Pool, Al Wafaa Wal Amal City, Nasr City, Kairo. Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga FPIB Banat untuk beristirahat sejenak dari padatnya rutinitas akademik sekaligus mempererat kebersamaan.

Selain sebagai sarana rekreasi setelah masa ujian,  kegiatan ini juga merupakan upaya FPIB untuk mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga air. Renang dipilih karena dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
 
Sebanyak 12 warga FPIB mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Sejak tiba lokasi, peserta  tampak bersemangat untuk segera memasuki kolam. Kegiatan dibuka dengan sesi pemanasan ringan bersama, agar seluruh otot tubuh lebih siap untuk beraktivitas di dalam air dan meminimalisir risiko terjadinya kram atau cedera saat berenang. Suasana hangat kekeluargaan sudah terasa sejak awal, melalui sapaan, canda, dan interaksi akrab antarpeserta yang menciptakan atmosfer kekeluargaan.

Sepanjang kegiatan, suasana kolam renang dipenuhi gelak tawa dan semangat kebersamaan. Para peserta menikmati olahraga renang, dan ditutup dengan mengabadikan momen bersama. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut mempererat hubungan antarsesama warga FPIB di luar ruang-ruang akademik.
 
Melalui Swimming Day, FPIB tidak hanya menghadirkan ruang untuk melepas penat setelah menghadapi ujian, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan kesehatan fisik maupun mental. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan waktu untuk beristirahat merupakan bagian penting dalam mendukung produktivitas dan semangat belajar.

Read more
05Jul

Mengukur Pemahaman, Menguatkan Keilmuan: Divisi Keilmuan FPIB Gelar Demonstrasi Ruwaq Bu’uts

5 Juli 2026 Admin Web FPIB Berita

Sabtu, (04/07), Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) menggelar Demonstrasi Ruwaq Bu’uts di Aula Wafa Ragab. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses pembelajaran yang telah berlangsung sejak April lalu, sekaligus menjadi media evaluasi bagi para peserta dalam mengukur pemahaman terhadap materi Nahwu dan Sharaf. Demonstrasi ini terbagi menjadi dua bagian; demonstrasi pemahaman materi dan hafalan matan, yang diikuti oleh sekitar 40 peserta.

Berbeda dengan kegiatan pembelajaran biasanya, demonstrasi ini diselenggarakan dengan format pelaksanaan yang menyerupai ujian lisan. 
Sepuluh peserta yang telah dipilih sebelumnya diminta menjawab pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari, sementara lima peserta lainnya dipilih secara acak pada hari pelaksanaan untuk maju menghafalkan matan di hadapan pengajar dan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga siap mempertanggungjawabkan pemahamannya secara langsung.

Demonstrasi menjadi salah satu rangkaian evaluasi dalam sistem pembelajaran Ruwaq Bu’uts. Sebelum memasuki tahap ini, peserta telah mengikuti pembelajaran bersama pengajar, menghafal matan dan melaksanakan sorogan yang didampingi oleh mentor dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan demikian, demonstrasi juga sebagai tempat untuk mengulang kembali materi.

Salah satu peserta demonstrasi, Rizqy Faturrahman, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Ruwaq Bu’uts. “Such a great experience, Alhamdulillah. Banyak sekali manfaat yang ana dapatkan. Pengajarnya para senior Bu’uts yang berkompeten, sistem pembelajarannya jelas, ada target hafalan dan mudzakarah, bahkan seluruh kegiatan dapat diikuti secara gratis. Applause yang sebesar-besarnya untuk Divisi Keilmuan FPIB yang sudah mempelopori program keren ini,” ungkapnya.

Menurut Rizqy, demonstrasi bulanan merupakan inovasi yang tepat untuk menjaga kualitas pembelajaran. “Belajar itu harus terus dimurajaah. Menambah ilmu tanpa mengulangnya seperti mengisi air ke dalam ember yang bocor. Demonstrasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengulang materi, mengukur sejauh mana pemahaman kami, sekaligus melatih _public speaking_ dan mental berbicara di depan umum. Bekal seperti ini tentu akan sangat dibutuhkan ketika nantinya terjun berdakwah di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui demonstrasi yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, Divisi Keilmuan FPIB berharap Ruwaq Bu’uts tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu alat, tetapi juga mampu membentuk peserta yang memiliki pemahaman yang kuat, keberanian menyampaikan ilmu, serta kesiapan menghadapi pembelajaran di Universitas Al-Azhar.

Read more
02Jun

Gema Takbir Kurban di Bumi Bu’uts: MerajutKeikhlasan dan Kehangatan di Negeri Seribu Menara

2 Juni 2026 Admin Web FPIB Artikel

Meniti Dalil Menuju Hari Raya

Pondasi utama gerakan ini diletakkan pada Senin sore, 25 Mei 2026, bertempat di Qo’ah Sab’ah. dihadiri beberapa peserta serta jajaran panitia berkumpul dalam “Seminar Kurban dan Praktik Penyembelihan” yang menghadirkan Ustadz Irfan Wahid, Lc., Dipl. Di bawah temaram ruang ilmiah tersebut, kitab Dalilul Mudhohi (دليل المضحي) dibedah secara mendalam, membekali para panitia dengan panduan fikih praktis serta kesiapan mental yang presisi sebelum terjun ke lapangan.

“Belajar fikih untuk diterapkan, dan berkurban sesuai yang disyariatkan,” tutur Ustadz Irfan Wahid, mengingatkan bahwa kesempurnaan pahala kurban berkelindan erat dengan pemenuhan syarat ritual yang sahih.

Kematangan teoretis itulah yang menjadi modal utama yang langsung diuji di lapangan hanya dalam hitungan hari, tepat saat fajar Idul Adha menyingsing di bumi Kairo.

Estafet Lintas Hari di Lapangan Kurban

Ujian nyata itu tiba ketika gema takbir resmi membelah langit. Di bawah nakhoda Ketua Pelaksana dari Angkatan Avicenna, kepanitiaan bergerak dengan ritme yang taktis dan penuh dedikasi. Hal yang paling mengesankan di lapangan adalah hadirnya antusiasme luar biasa dari para kakak kelas, jajaran Steering Committee (SC), hingga para Punggawa yang turun langsung membimbing, mengawal, dan menyuntikkan energi optimisme kepada para panitia baru.

Dinamika pelaksanaan di lapangan diatur mengalir mengikuti garis waktu yang presisi demi menjaga efisiensi wilayah dan jangkauan distribusi. Perjuangan fisik dimulai tepat pada siang hari Idul Adha, Rabu, 27 Mei 2026. Di bawah arahan dan keahlian jagal profesional di kawasan Tsamin Wafa Amal serta wilayah Manhal, tim pertama bergerak taktis mendampingi prosesi pemotongan hewan kurban. Kerja sama yang apik dan kehati-hatian tingkat tinggi benar-benar diuji saat menangani setiap prosesi penyembelihan di hari pertama raya tersebut. Keesokan harinya, Kamis, 28 Mei 2026, estafet pergerakan beralih sepenuhnya ke lini internal asrama Bu’uts untuk merampungkan agenda penyembelihan hari kedua. Pembagian jadwal lintas hari ini terbukti ampuh menjaga ritme kerja panitia agar tetap prima tanpa kehilangan momentum kekhusyukan ibadah.

Peluh yang bercucuran selama hari-hari penyembelihan terbayar lunas ketika seluruh logistik berhasil disalurkan secara merata. Senyum bahagia merekah dari para shohibul kurban, rekan-rekan panitia, hingga masyarakat serta mahasiswa yang membutuhkan di sekeliling wilayah Bu’uts. Keberhasilan ini mengukuhkan bahwa rapinya manajemen waktu dan sebaran lokasi bukanlah sekat, melainkan perluasan sayap kemaslahatan.

Malam Puncak Stadion Bu’uts: Melepas Lelah dalam Hangatnya Kebersamaan

Rangkaian panjang yang menguras tenaga itu akhirnya menemui muara indahnya tepat sehari setelah tuntasnya seluruh agenda penyembelihan. Sebuah malam Open House yang berlangsung spektakuler digelar di Stadion Madinatil Bu’uts Al-Islamiyyah pada Jumat malam, 29 Mei 2026. Puluhan Masisir memadati area tersebut, meleburkan segala lelah dalam kehangatan malam kebersamaan.

Rundown malam puncak bergerak sangat rapi dan khidmat. Agenda diawali dengan pelaksanaan salat berjamaah terlebih dahulu, meneguhkan esensi spiritual sebelum perayaan dimulai. Selepas itu, suasana stadion seketika semarak oleh lantunan selawat yang dibawakan oleh tim Hadroh. Bersamaan dengan itu, panitia resmi membuka stan pembagian konsumsi, di mana masing-masing peserta dengan tertib mengambil hidangan makan malam mereka sendiri secara prasmanan.

Sembari para hadirin menikmati hidangan diiringi syahdunya tabuhan Hadroh yang menggema, rangkaian acara formal mulai bergulir di atas panggung utama. Estafet mikrofon diawali oleh laporan dari Ketua Panitia Pelaksana Saudara Mufid, disusul dengan sambutan hangat dari Ketua Umum FPIB, Muhammad Al-Fatih Nazar. Kehadiran dan pesan dari Kepala Sektor Pemukiman Pelajar Al-Azhar (Rais Qita’), Dr. Issam al-Qady, turut menambah bobot malam itu dengan apresiasi tingginya terhadap dedikasi para wafidin Indonesia.

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian acara, suasana stadion mendadak hening pertanda khusyuk saat untaian mauidzah hasanah dari Ustadz Fahmi Shiddiq Efendi disampaikan. Petuah mendalam beliau mengenai esensi perjuangan dan keikhlasan di tanah rantau ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan malam Kairo. Begitu tirai doa usai, acara pun mencair ke dalam sesi ramah tamah—sebuah ruang hangat tempat ribuan Masisir bercengkerama, melepas rindu, dan merayakan indahnya persaudaraan.

Ala kulli haal, alhamdulillah tsumma alhamdulillah. Idul Adha tahun ini bukan sekadar tentang bilah pisau dan daging yang dibagikan, melainkan potret nyata bagaimana Angkatan Avicenna dan segenap keluarga FPIB menyembelih ego demi melahirkan kepedulian yang abadi.
Lebih dari sekadar perayaan, agenda tahunan yang selalu ada dari tahun ke tahun ini menjadi bukti estafet kepedulian yang tak pernah padam di tanah rantau. Ia telah menjelma menjadi tradisi luhur yang terus dirawat, di mana setiap generasi baru datang membawa semangat yang sama untuk mengabdi dan berbagi kehangatan di bumi Bu’uts.

Menemukan Diri dalam Lipatan Amanah

Gema Takbir Kurban

Di balik suksesnya acara, Ketua Pelaksana merefleksikan bahwa amanah ini adalah cara Allah mendidik setiap panitia untuk tumbuh dewasa, melatih kontrol diri, dan menemukan potensi terpendam. Momen ini menjadi ruang hangat untuk melebur perbedaan daerah, memahami ragam karakter, serta belajar menurunkan ego demi berkolaborasi tanpa rasa paling hebat. Bagi mereka, kesulitan lapangan adalah proses pembentuk mental tangguh yang ditenangkan oleh janji “Fainna ma’al ‘usri yusra” dan kesadaran bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha”. Tugas mereka hanyalah berikhtiar maksimal, lalu berserah diri dalam dekap “Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘alallah.”

Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk terus bergerak dan meluruskan niat murni demi mengejar rida Allah, bukan berburu validasi manusia. Di tanah perantauan, menggantungkan harapan pada sesama hanya akan mengundang kecewa. Menjadikan rida-Nya sebagai alasan tertinggi adalah kunci agar setiap peluh, rencana, dan langkah perjuangan bersama ini bermuara sebagai ibadah yang bernilai abadi

Read more
24Apr

Dari Teori ke Praktik, FPIB Asah Keterampilan Anggota Divisi Web & Jurnalistik

24 April 2026 Hasna Nadhifa Berita

Fpib.web.id — Atas inisiasi Koordinator Divisi Web & Jurnalistik Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) periode 2026/2027, pelatihan jurnalistik ke-3 telah terlaksana pada Kamis (23/4) di Juicy Station, Abbaseya. Kegiatan ini ditujukan kepada anggota divisi dan menghadirkan Ketua Ikatan Jurnalis Media Mahasiswa Indonesia di Mesir (IJMA), Ilmi Hatta Dhiaulhaq, sebagai pemateri.

Pelatihan Jurnalistik

Upgrading keterampilan anggota Divisi Web & Jurnalistik ini tidak hanya berupa penyampaian materi satu arah, tetapi juga dikemas dalam diskusi interaktif. Ilmi Hatta menyampaikan materi tentang penulisan hard news dan feature dengan penjelasan yang detail, terstruktur, dan menarik. Selain teori, peserta juga diajak untuk praktik langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. Setiap peserta diminta menulis berita hard news terkait kegiatan pelatihan tersebut.

Sebagai pemateri yang berpengalaman di dunia jurnalistik, Ilmi Hatta memberikan berbagai perspektif, khususnya dalam konteks media masisir. Ia menyampaikan bahwa saat ini media masisir menghadapi tantangan dalam hal kecepatan penyebaran informasi. Menurutnya, status WhatsApp sering kali lebih cepat menyampaikan informasi dibandingkan berita hard news di website media. Hal ini menuntut jurnalis untuk lebih sigap dan responsif dalam menulis serta mempublikasikan berita.

Pelatihan jurnalistik ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan anggota dalam menghasilkan karya jurnalistik yang layak publikasi. Pemateri juga menegaskan, “Kita bertanggung jawab pada proses publikasi berita, sementara isi pernyataan yang dikutip menjadi tanggung jawab narasumber.” Di akhir sesi, Ilmi Hatta mengoreksi karya peserta serta memberikan motivasi agar terus melatih kemampuan menulis berita.

Read more
04Apr

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

4 April 2026 Admin Web FPIB Berita
Ruwaq Buuts FPIB

​Fpib.web.id – Ruwaq Buuts resmi dimulai pada Kamis, 2 April 2026 di Aula Wafa Ragab oleh Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB). Program ini diikuti oleh 52 peserta yang lolos seleksi penerimaan dari lintas angkatan, sekaligus menjadi program unggulan di kabinet masa bakti tahun 2025/2026.

​Kegiatan ini sebenarnya merupakan program lama Divisi Keilmuan yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, program ini direformasi total dan menjadi program unggulan Divisi Keilmuan di kabinet Enthusiast masa bakti tahun 2025/2026.

​Yang membuat kegiatan Ruwaq Buuts baru dan berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ibrahim Al-Karim selaku Koordinator Divisi Keilmuan, adalah di tahun sebelumnya tidak terstruktur dan tidak jelas sistemnya. Hanya berupa kajian tanpa ada mentor dan kegiatan sebagai bentuk follow-up yang dilakukan setelahnya.

​Jadwal Kajian 5 Cabang Ilmu

​Ada 5 cabang ilmu yang akan diajarkan di program Ruwaq Buuts ini, yaitu: Nahwu dan Shorof di bulan April dan Mei, Balaghoh di bulan Juli sampai Agustus, Mantiq di bulan Agustus sampai September, dan Adabul Bahts di bulan Oktober sampai November.

​Dalam kegiatan perdananya, kajian ini mengkaji ilmu Nahwu dengan kitab tumpuan At-Tuhfah As-Saniyyah yang merupakan syarah dari kitab Al-Muqaddimah Al-Ājurrūmiyyah. Mata pelajaran ini diampu langsung oleh ustazah Rizqi Nur Azkiya, Lc. yang merupakan warga Buuts yang sedang menempuh studi S2 di fakultas Lughah Arabiyyah jurusan Lughawiyyat. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam yang dimulai dari pukul 16.00 CLT hingga pukul 18.00 CLT.

Ruwaq Buuts FPIB

​Baca juga: [Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts Membara di Orientasi]

​Tujuan dan Harapan Besar Divisi Keilmuan

​Dzurriyata Qurrata A’yunin, selaku Koor Divisi Keilmuan II, menjelaskan bahwa pemilihan fokus pada ilmu alat (seperti Nahwu, Shorf, dan Mantiq) memiliki filosofi mendalam. Menurutnya program Ruwaq Buuts ingin memberikan “senjata” bagi mahasiswa agar mampu mengkaji ilmu-ilmu maqasid secara mandiri di kemudian hari.

​”Tujuannya agar warga merasa FPIB itu hadir, tidak hanya dalam kegiatan olahraga, tetapi juga merangkul sisi keilmuan mereka. Dengan menguasai ilmu alat melalui Ruwaq Buuts, mereka akan siap ‘bertempur’ saat membaca kitab-kitab utama,” ungkap Dzurriyata.

​Ibrohim Alkarim, selaku Koor Divisi Keilmuan I juga menyampaikan bahwa KBM perdana ini berlangsung dengan tertib. Peserta hadir dan mengikuti kelas dengan penuh antusias. Bahkan, KBM tak berlangsung secara satu arah saja, para peserta juga banyak yang berinisiatif untuk mengajukan pertanyaan.

​Ibrohim Alkarim juga menambahkan: “Harapan daripada kegiatan yang baru ini adalah dapat menarik minat teman-teman lagi terhadap organisasi. Kami ingin menghidupkan kembali suasana keilmuan terutama bagi mahasiswa baru dan agar Ruwaq Buuts ini menjadi wadah belajar, mengajar, dan tempat diskusi bagi seluruh warga.”

Read more
01Apr

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

1 April 2026 Admin Web FPIB Berita

Pada Selasa, 31 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Buuts (ORMABUS) yang diselenggarakan oleh Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB). Kegiatan ini bertujuan menjadikan Buuts sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, belajar, dan tumbuh bersama, dengan mengusung tagline “Solidaritas tanpa batas, tetap kompak sampai tuntas.”

ORMABUUTS 2026

ORMABUS merupakan bagian dari rangkaian pembinaan mahasiswa baru yang tidak hanya berfokus pada proses pengenalan, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan dan solidaritas di bawah naungan FPIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan serta menjalin hubungan yang erat antarsesama.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai permainan serta penampilan dari para pemenang lomba. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pemilihan ketua angkatan mahasiswa baru Buuts. Terpilih Ainun Naim dan Hulwatus Syifa sebagai ketua I, serta Fatkhur Rizky dan Ahdini Matswa sebagai ketua II yang akan memimpin angkatan mahasiswa baru Buuts ke depannya.

Pemilihan ketua angkatan tahun ini memiliki keunikan tersendiri dengan adanya proses screening calon ketua. Setiap kelompok mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti seleksi. Dari hasil screening tersebut, terpilih 12 kandidat yang berkesempatan menyampaikan visi dan misi mereka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemilihan ketua tidak lagi berdasarkan jalur keberangkatan beasiswa, sehingga metode kali ini dinilai lebih partisipatif dan transparan.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan ORMABUS, diharapkan mahasiswa baru Buuts dapat berkontribusi secara aktif dalam lingkungan sosial maupun kehidupan akademik di Al-Azhar.

“One spirit, one step, complete the journey.”

Read more
17Mar

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

17 Maret 2026 Admin Web FPIB Berita

Pada Senin, 16 Maret 2026 divisi Web & Jurnalistik telah melaksanakan webinar Upgrading Skill dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota. Kegiatan ini dihadiri oleh Ahmad Miftahul Jannah, Lc., selaku pemateri utama sekaligus lulusan Universitas Al-Azhar Cairo Mesir tahun 2025 yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tentang kepenulisan baik di Mesir maupun di Indonesia. Beliau juga pernah menyanding sebagai ketua Website Bedug yang kini sedang mengelola Warung Aksara – sebuah toko buku online.

Dalam sesi materi, beliau menjelaskan tulisan opini merupakan tulisan yang berisi pandangan atau sikap penulis terhadap sebuah isu tertentu yang disampaikan secara lugas dan argumentatif. Menurutnya, opini memiliki tujuan untuk mengajak pembaca berpikir kritis, memengaruhi dan meyakinkan audiens terhadap suatu sudut pandang, serta memperkaya diskursus publik di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan struktur dasar dalam penulisan opini. Struktur tersebut meliputi: judul, pembuka, isi, dan penutup. Judul bersifat tegas atau netral sesuai dengan sudut pandang penulis. Sedangkan bagian pembuka umumnya berisi pengantar terhadap isu faktual atau gambaran umum yang relevan. Lebih lanjut, bagian isi memuat penjelasan yang bersifat informatif, edukatif, dan reflektif dengan memanfaatkan objek material serta objek formal sebagai pisau analisis. Terakhir, tulisan ditutup dengan penutup yang berisi kesimpulan atau refleksi dari pembahasan yang telah disampaikan.

Selain membahas struktur tulisan, beliau juga menekankan pentingnya memerhatikan norma dalam penulisan opini. Penulis opini perlu menghindari plagiarisme, menyampaikan argumen secara logis, menggunakan bahasa yang sopan, serta mencantumkan sumber referensi yang jelas. Hal tersebut penting agar tulisan memiliki kredibilitas serta dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual.

Dalam sesi tersebut, beliau juga menjelaskan perbedaan antara opini, esai, dan kolom. Penjelasan tersebut disertai dengan beberapa contoh tulisan dari media seperti Kompas dan Bedug agar peserta dapat memahami karakteristik masing-masing bentuk tulisan secara lebih konkrit. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang prinsip penting dalam memilih isu untuk sebuah tulisan opini. Menurutnya, hal yang paling utama bukan terletak pada besar atau kecilnya suatu isu, melainkan pada kemampuan penulis dalam merumuskan pertanyaan terhadap isu tersebut. “Merumuskan pertanyaan yang baik seringkali lebih sulit daripada memberikan jawaban,” ungkapnya dalam webinar upgrading skill, Senin (16/3/2026).

Sebuah isu kecil dapat menjadi penting apabila penulis mampu mengajukan pertanyaan yang tepat. Sebagai contoh, kasus tabrakan di jalan raya dapat diangkat menjadi opini yang lebih luas dengan pertanyaan, “Mengapa kecelakaan di lalu lintas sering terjadi di Indonesia? Apakah hal tersebut berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban umum?”.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan beberapa kriteria isu yang kaya untuk diangkat menjadi sebuah tulisan opini. Isu sebaiknya bersifat aktual dan masih berada dalam rentang waktu yang relatif dekat seperti sekitar satu bulan terakhir, sehingga tetap relevan untuk dibahas.

Selain itu, penulis juga disarankan untuk memilih isu yang sesuai dengan bidang pengetahuan yang dikuasai agar analisis yang diberikan lebih kredibel. Dalam menjelaskan pentingnya analisis, beliau juga menggunakan beberapa pisau analisis yang dapat digunakan dalam menulis opini. Diantaranya adalah: teori relasi kuasa dari Michelle Foucault yang menjelaskan antara pengetahuan dan kekuasaan, pendekatan Maqashid Syariat untuk menganalisis isu-isu yang berkaitan dengan hukum islam, hukum fikih sebagai objek formal dalam persoalan keagamaan, dan pendekatan ekologis untuk mengkaji isu lingkungan seperti pertambangan.

Terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh saudara Izzat Isa terkait batas kebebasan dalam menyampaikan opini dan kriteria isu yang layak diangkat menjadi tulisan opini. Secara umum, kegiatan ini memberikan sebuah pemahaman awal kepada peserta mengenai dasar-dasar penulisan opini, mulai dari pemilihan isu hingga pentingnya penggunaan kerangka analisis dalam membangun argumentasi yang kuat.

Read more
13Mar

Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim

13 Maret 2026 Admin Web FPIB Ramadhan
Puasa sebagai pelindung seorang muslim

Oleh: Mohammad Kafanal Kafi

Bulan puasa merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam, terutama bagi kita para mahasiswa Indonesia di Mesir (masisir) yang sedang melangsungkan studi di Negeri Kinanah. Bagaimana tidak, nuansa Ramadan di Mesir ini sangatlah terasa, mulai dari jalanan yang dihias, salat tarawih menggunakan qira’at ‘asyrah, sampai banyaknya maidaturrahman yang seakan turun dari langit. Terlebih lagi di masjid Al-Azhar yang selalu menjadi favorit para masisir untuk berbuka dan melaksanakan salat tarawih setelah seharian melaksanakan ibadah puasa. 

Puasa adalah ibadah yang memiliki sangat banyak hikmah dan keutamaan baik dari sisi medis, sosial, maupun spiritual. Di antara hikmah dan keutamaan ibadah puasa yang akan kita bahas salah satunya adalah puasa sebagai perisai pelindung bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadis, Rasulullah S.A.W. bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ المِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Puasa adalah perisai. Maka janganlah berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencacinya maka hendaklah ia mengucapkan “saya berpuasa” dua kali. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah S.W.T. daripada wangi minyak kasturi, dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena-Ku. Puasa adalah milik-Ku dan Aku akan membalasnya. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR. Al-Bukhari) 

Lantas, apa sebenarnya makna جُنَّة (perisai) dalam hadits tersebut? Dalam kamus Lisanul Arab karya Ibnu Manzhur, disebutkan bahwa setiap kalimat yang tersusun dari huruf (ج ن ن) memiliki makna dasar menutupi atau menghalangi. Seperti contoh kata الجِنّ yang berarti dia tertutupi dan terhalangi dari pandangan mata manusia, juga الجَنِيْن yang berarti dia tertutupi di dalam perut ibunya, ataupun المجنون yang berarti tertutup akalnya dan beberapa kata lain yang memiliki akar yang sama.

Sedangkan, kata جُنَّة sendiri memiliki makna: sesuatu yang menghalangi dan melindungi seseorang dari pedang musuh, sehingga makna hadis di atas: puasa merupakan perisai yang melindungi seorang muslim dari serangan musuh yang akan mencelakainya. Akan tetapi musuh yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah musuh secara fisik, melainkan hawa nafsunya sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui, hawa nafsu memang diciptakan untuk mengajak manusia pada kesenangan sesaat yang akan berakibat pada kerugian dan kerusakan baik di dunia maupun di akhirat. Maka sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa berjuang melindungi diri kita dari serangan hawa nafsu ini.

Ketika berpuasa, kita menahan diri dari makan, minum, ataupun bersenggama dengan istri mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Hal-hal tersebut, yang memang halal dilakukan saat tidak berpuasa, kita malah menahannya bahkan sampai 30 hari berturut-turut saat di bulan Ramadan. Lalu bagaimana mungkin seorang muslim yang mampu menahan diri dari makanan dan minuman halal selama berpuasa, bisa tergoda oleh makanan dan minuman haram? Bagaimana mungkin seorang yang mampu menahan diri dari istrinya sendiri selama berpuasa bisa tergoda oleh perzinaan?

Sungguh ibadah puasa yang kita laksanakan satu bulan penuh di bulan suci Ramadan ini telah menjadi tameng yang kokoh dalam melindungi kita dari nafsu kita sendiri. Ibadah yang mendidik kita untuk selalu berjuang melawan dan mengalahkan hawa nafsu, sehingga kita bisa keluar dari bulan mulia ini dalam keadaan suci dan bersih lagi sebagaimana ketika kita baru dilahirkan ke dunia.

Salah seorang masyayikh Azhar pernah menyampaikan dalam kultumnya di sela-sela tarawih di masjid Madinatul Buuts:

سُئِلَ أَحَدُ المَشَايِخْ مَا هُوَ النَّجَاحُ؟ قَالَ النَّجَاحُ أَنْ تَذْبَحَ نَفْسَكَ بِسَيْفِ الْمُخَالَفَةِ

“Salah seorang masyayikh ditanya, ‘Apa itu kesuksesan?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu ketika kamu menebas nafsumu dengan pedang perlawanan’”.

Dengan mengalahkan hawa nafsu dan meninggalkan godaan-godaannya di dunia, maka kita telah menjauhkan diri kita dari murka Allah dan siksa-Nya di akhirat. Dengan melaksanakan puasa juga berarti kita telah menaati perintah-Nya dan berhak mendapatkan rida dan surga-Nya sebagaimana janji yang telah Allah berikan. Jika amal baik saja akan dibalas sepuluh kali lipat, maka entah apa balasan yang Allah S.W.T. siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang telah beruntung melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh karena perintah-Nya.

Demikianlah ibadah puasa bisa menjadi perisai pelindung bagi seorang muslim. Ibadah yang tidak ada yang tahu balasan sebenarnya kecuali Allah S.W.T. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari puasa kita kali ini dan bisa menjadi bagian dari golongan yang beruntung saat berpisah dengan bulan suci Ramadan. Mungkin cukup sekian, semoga bermanfaat.

Read more
11Mar

Ma’idah Ar-Rahman: Ketika Jalanan Mesir Menjadi Hamparan Rahmat

11 Maret 2026 Admin Web FPIB Ramadhan
Suasana jamuan makan gratis Maidah Ar-Rahman di Mesir

Oleh: Izzat Isa Ismail
Mahasiswa Universitas Al-Azhar

Ramadan di Mesir bukan sekadar momentum ibadah individual, melainkan peristiwa sosial yang berulang setiap tahun dengan spirit yang sama: menghadirkan kebersamaan. Di bulan ini, ruang publik mengalami transformasi. Jalanan, pelataran masjid, bahkan halaman rumah berubah menjadi ruang berbagi. Salah satu wajah paling khas dari transformasi itu adalah tradisi Ma’idah ar-Rahman.

Secara umum, Ma’idah ar-Rahman adalah hidangan berbuka yang disediakan selama bulan Ramadan untuk kaum Muslimin. Biasanya ditujukan bagi fakir dan miskin, namun dalam praktiknya terbuka bagi siapa pun yang belum sempat tiba di rumah saat waktu berbuka, termasuk musafir atau pekerja. Tradisi ini bukan sekadar fenomena musiman, melainkan jejak historis yang panjang dalam kebudayaan masyarakat Mesir.

Sejarah mencatat bahwa salah satu pelopor jamuan berbuka terorganisir adalah Khalifah Al-‘Aziz Billah Al-Fathimi, yang menyediakannya bagi jamaah jami’ Amr bin Ash1. Dari sana, praktik memberi makan di bulan Ramadan berkembang menjadi budaya sosial yang mengakar dan diwariskan lintas generasi. Secara normatif, semangat ini berakar pada ajaran Islam tentang keutamaan memberi makan. Al-Qur’an menggambarkan orang beriman sebagai: mereka yang memberi makan karena cinta kepada Allah.

(…وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا)

“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin…” (Al-Insan: 8)

Ayat ini singkat, tetapi dalam konteks Ramadan di Mesir, ia menemukan bentuk sosialnya yang nyata. Sebagai mahasiswa Universitas Al-Azhar yang tinggal di Madinatul Bu’uts (Islamic Mission City), penulis menyaksikan Ramadan bukan sekadar musim ibadah saja, melainkan juga sebagai laboratorium sosial tempat nilai-nilai agama diuji dalam kenyataan.

Di Bu’uts sendiri, Ma’idah ar-Rahman tidak selalu hadir dalam bentuk formal dan besar seperti di pusat kota. Saya pribadi lebih sering mengikuti ma’idah di luar kawasan Bu’uts, termasuk di sekitar Masjid Al-Azhar. Di sana, suasana terasa egaliter. Orang-orang duduk berderet tanpa memandang latar belakang: pekerja, mahasiswa, musafir—semua berbagi ruang dan waktu yang sama. Serta di tempat lain, seperti kediaman Ali Gom’a atau kawasan Jalan Darrasah maupun Abdu Pasha, tradisi ini tetap menunjukkan kesinambungan nilai: ulama dan tokoh masyarakat turut menjaga budaya memberi makan sebagai bagian dari etika Ramadan.

Sebagai mahasiswa kita memang terbiasa membaca teks: menelaah tafsir; mengkaji hadis; serta mendiskusikan hukum dan hikmah. Namun, ketika duduk di salah satu Ma’idah ar-Rahman, saya menyadari bahwa teks tidak berhenti di ruang kelas. Ia turun ke jalan. Ia menjelma menjadi tindakan. Ilmu menjelaskan keutamaannya. Masyarakat mewujudkannya.

Yang menarik, semua itu dilakukan dengan kesadaran sosial yang matang. Meja serta tenda disusun tanpa merampas ruang publik, tempat dirapikan setelah selesai. Kedermawanan berjalan beriringan dengan keteraturan. Tradisi ini bukan sekadar luapan emosi Ramadan, tetapi bagian dari etos sosial yang terpelihara.

Ramadan Menulis, Ramadan Menginspirasi

Inspirasi itu lahir dari perjumpaan antara ilmu dan realitas. Dari ruang kuliah Al-Azhar menuju jalanan Kairo. Dari pembahasan ayat memberi makan menuju sepiring hidangan yang benar-benar dibagikan. Ketika jalanan Mesir menjadi hamparan rahmat, saya belajar bahwa agama tidak hanya dimengerti melalui argumentasi, tetapi juga melalui partisipasi. Nilai-nilai yang kami kaji dalam kitab-kitab klasik menemukan relevansinya justru ketika hadir di tengah masyarakat.

Ramadan akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang mengubah lapar menjadi jembatan: jembatan antara ilmu dan amal, antara individu dan masyarakat, antara teks dan kehidupan. Di sanalah, Ramadan benar-benar menginspirasi—diam-diam, tetapi terasa dalam setiap langkah yang memberi dan menerima.

  1.  Al-Arabiya, “قصة موائد الرحمن وأول مائدة افطار في تاريخ مصر,” https://www.alarabiya.net/last-page/2025/03/06/قصة-موائد-الرحمن-وأول-مائدة-افطار-في-تاريخ-مصر. ↩︎
Read more
    123…13
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak