FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Berita

Home / Artikel / Berita
12Feb

BUMF: Amunisi Baru Bagi FPIB

12 Februari 2023 buutsfpib Berita 83

BUMF (Badan Usaha Milik FPIB) baru saja diresmikan pada Sabtu (11/02/2023) di Aula Daha KMJ (Keluarga Mahasiswa Jambi), Hay Asyir, Kairo. Peresmian tersebut dihadiri oleh beberapa pihak di antaranya Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir, Ketua Wihdah PPMI Mesir, dan DPO-FPIB. Acara peresmian dilaksanakan sesaat setelah dilantiknya pengurus FPIB tahun abdi 2022/2023 dan BSC (Buuts Sporting Club). Diresmikannya BUMF menjadi amunisi baru bagi FPIB, baik dari segi pemanfaatan sumber daya manusia, tempat untuk belajar berwirausaha, dan badan pendanaan FPIB.

Muhammad Mujib Usmana selaku Direktur I BUMF menegaskan urgensi dibentuknya BUMF ini, “FPIB sebagai organisasi yang sudah cukup besar sudah selayaknya memiliki badan usaha yang menjadi pelopor dalam sektor-sektor usaha. Hal ini sangat penting untuk kemandirian FPIB khususnya dalam hal pendanaan,” ujarnya.

Selain itu, BUMF ini akan menjadi tempat yang bermanfaat bagi warga FPIB yang ingin mempelajari seluk-beluk dalam berwirausaha, “…di sisi lain, BUMF ini juga menjadi wadah bagi warga FPIB yang ingin berlajar berwirausaha,” pungkas Mujib.

Dalam acara tersebut, Muhammad Mujib Usmana dilantik sebagai Direktur I BUMF dan Halimatus Sa’diyah sebagai Direktur II.

Reporter: Muhammad Aulia Rozaq

Editor: redaktur

Read more
01Des

SPAT 2022: SPAT Terakhir Dalam Sejarah FPIB

1 Desember 2022 buutsfpib Berita 60

Kairo, FPIB-Untuk ketiga kalinya FPIB menggelar Sidang Permusyawaratan Anggota Tertinggi (SPAT) sejak dibentuk pada 2019 lalu. Sidang yang dilaksanakan di Aula KMNTB pada Rabu (30/11) tersebut terdiri dari Sidang Pleno 1 dan 2.

“Sebagaimana yang tertuang di AD/ART, SPAT diadakan 2 tahun sekali. Selain itu kami melihat AD/ART FPIB masih memiliki beberapa kekurangan. Dengan dua tahun berlalu sejak amandemen sebelumnya, dirasa cukup ideal bagi pengurus lama maupun tokoh-tokoh Bu’uts untuk meninjau lebih dalam mengenai korelasi AD/ART dengan realita di lapangan. Akhirnya lahirlah pasal-pasal yang lebih relevan,” ujar Ketua Dewan Pengawas Organisasi FPIB, Selsa Azzahra.

Jalannya persidangan diwarnai dengan keaktifan para peserta. Adu argumen dan diskusi terlihat jelas dalam pembahasan amandemen AD/ART FPIB. Terlebih saat pengahapusan pasal terkait penyelenggaran SPAT.

“Kami sangat mengapresiasi Tim Adhoc karena pemikiran mereka tentang SPAT dan keefektifannya membuat SPAT tahun ini dihapuskan. Tetapi digantikan oleh Sidang Istimewa sehingga menjadi program yang lebih baik. Jadi, apakah kami sedih? Justru tidak, karena digantikan dengan yang lebih baik,” jelas Selsa.

Adanya penghapusan pasal terkait mengakibatkan gelaran tersebut menjadi yang terakhir dalam sejarah FPIB. Karena amandemen hanya akan dilaksanakan dalam Sidang Istimewa atau SPA dengan ketentuan tertentu.

“Saya berterima kasih kepada seluruh peserta sidang, panitia penyelenggara, rekan-rekan presidium, Tim Adhoc, dan seluruh pihak terkait dalam amandemen ini. Disamping itu, saya merasa FPIB selalu dan terus-menerus membutuhkan orang yang tidak hanya bergerak dalam lingkup FPIB saja. Dalam artian mereka yang terjun di tempat lain kemudian FPIB memerlukan mereka sewaktu-waktu dan mereka akan dengan bersahaja kembali ke FPIB adalah bagian dari orang-orang yang kita butuhkan sudut pandangnya. Sehingga FPIB bisa menjadi lebih baik,” tutupnya.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna

Read more
30Nov

Multaqo Tsaqofi di Madinatul Buuts: Syekh Ibrahim Al-Hudhud Bocorkan Cara Mengatur Waktu

30 November 2022 buutsfpib Berita 65

Kairo, FPIB- Selasa (29/11), Hai’ah Kibar Ulama Al-Azhar Al-Syarif (Dewan Senior Ulama Al-Azhar) mengadakan Multaqo Tsaqofi (cultural forum) di Masjid Madinatul Bu’uts. Multaqo tersebut merupakan acara ke-13 yang diadakan oleh Hai’ah Kibar Ulama di berbagai tempat.

Acara ini dihadiri oleh Syekh Ibrahim Al-Hudhud, mantan rektor Universitas Al-Azhar, Syekh Abdul Fattah Al-Awary, mantan dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar, Syekh Hasan Sholah Al- Shagir, Sekjen Hai’ah Kibar Ulama, dan beberapa syekh lainnya.

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh imam Masjid Madinatul Bu’uts dan Al-Azhar Asy-Syarif, Syekh Mahmud. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan Syekh Hasan Al-Shagir.

Syekh Ibrahim Al-Hudhud dalam awal penyampaiannya, mengungkapkan kebahagiaannya dapat duduk di antara ulama faqih dan mufassir, Syekh Hasan Al-Shagir dan Syekh Abdul Fattah Al Awariy. Selanjutnya, beliau menasehati para thalibul ilmi untuk bertakwa dan belajar secara sungguh-sungguh. Sebab dengan ketakwaan itulah, Allah banyak memberikan jalan bagi para penuntut ilmu.

“Supaya kalian saling mengingatkan satu sama lain, bahwa kedatangan kalian di Al-Azhar Al-Syarif adalah sebagai penuntut ilmu,” nasehat beliau.

Kemudian beliau mengajarkan bagaimana cara mengatur waktu di setiap harinya. Dalam nasehatnya, beliau menganjurkan agar setiap penuntut ilmu menggunakan waktunya minimal 8 jam setiap hari untuk membaca buku. Dengan rincian, 6 jam buku diktat dan 2 jam untuk buku bacaan ilmiah. Sisanya, 16 jam, digunakan untuk aktivitas harian. Jika pelajar istiqomah melakukan seperti ini, maka ia akan menjadi mahasiswa serta alumni Al-Azhar yang bernilai saat kembali ke negara asalnya.

Syekh Abdul Fattah Al-Awariy membenarkan nasehat Syekh Ibrahim Al-Hudhud. Beliau menambahkan bahwasanya ilmu dan akhlak adalah dua hal yang tidak boleh terpisahkan. Sebab, ilmu yang menjadi warisan nabi, tidak pantas bagi mereka yang menuntut warisannya tanpa mengikuti kemuliaan akhlaknya.

Beliau juga menyampaikan kisah Imam Syafi’i ketika berada dalam masa kesulitan belajar. Hal itu tidak lain disebabkan karena dosa-dosa kecil yang dilakukannya. Selain itu, beliau menegaskan tentang pentingnya memiliki guru dalam belajar. Bahkan hendaknya seorang penuntut ilmu menjalin hubungan baik dengan para ulama dan jangan sampai ada niat untuk meninggalkan mereka.

Reporter: Fatias dan Awwabin

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
21Nov

Marhalah Family Day, Bukan Hanya Sebatas Silaturahim

21 November 2022 buutsfpib Berita 64

Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) kembali menghelat acara tahunan Marhalah Family Day (MFD) pada 17-19 November 2022. Perhelatan yang sudah berjalan sejak 2011 tersebut, pada tahun ini diorganisir oleh angkatan kedatangan baru yaitu angkatan Alhambra.

Ketua II FPIB Rima Hasna menyebutkan bahwa tujuan MFD tak hanya fokus untuk silaturahim. Namun juga membangun kesolidan dan integritas tiap angkatan khususnya angkatan baru. Selain itu, adanya kepanitiaan MFD juga menjadi ajang bagi angkatan baru untuk memperkuat internal angkatan dan mengenal lebih dalam dinamika warga Buuts.

Selama tiga hari berturut-turut MFD diadakan di Stadion Madinatul Buuts dengan berbagai macam perlombaan. Rima menambahkan bahwa keikutsertaan anggotalah yang menjadi urgensitas terlaksananya acara ini. Kemenangan dan kekalahan hanya sebagai hiburan dalam acara. Sehingga tak perlu merasa kecewa terlalu dalam. Acara ini telah menjadi perantara untuk melakukan interaksi lebih banyak sesama warga Indonesia.

“Yang tak kenal menjadi kenal, yang sudah kenal menjadi lebih akrab” ujarnya.

Reporter: Nidya Al Khairi

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
30Sep

Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Wakil Grand Syekh Al-Azhar Sampaikan Keutamaan Ilmu

30 September 2022 buutsfpib Berita 63

Kairo, FPIB- Wakil Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Al-Dhuwaini menghadiri acara peringatan maulid Rasulullah Saw. yang diadakan pada hari Kamis (29/9) di Stadion Madinatul Bu’uts. Kedatangan beliau juga untuk menyampaikan salam dari Grand Syekh Al Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad al-Thayeb yang ditujukan kepada seluruh pelajar dan mahasiswa Al Azhar umumnya, dan untuk seluruh wafidin yang tinggal di Madinatul Bu’uts khususnya.

Dalam sambutannya, beliau merasa bahagia bisa bertemu dengan seluruh pelajar dan mahasiswa Al Azhar dari berbagai daerah dan negara. Al-Azhar dan Mesir sangat mencintai para penuntut ilmu. Para penuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia di Al-Azhar dan Mesir. Maka dari itu, pihak Al-Azhar juga Madinatul Bu’uts memiliki tanggung jawab untuk mengayomi dan memberikan hak-hak yang perlu diberikan, khususnya kepada para pelajar asing.

Tak lupa, dalam sambutannya beliau mengingatkan tentang pentingnya ilmu. Sebab, kemajuan sebuah umat tidak didapatkan kecuali dengan ilmu.

“Kedatangan kalian ke Al-Azhar adalah kedatangan untuk menuntut ilmu. Maka, diwajibkan bagi mereka yang datang ke Al-Azhar untuk menggunakan waktunya guna mencari ilmu dan sebab-sebab dibukakannya pintu pemahaman. Dengannya, kalian akan berakhlak mulia sebagaimana agama Islam mengajarkan,” ucapnya.

Harapan beliau, supaya wafidin mampu untuk kembali ke negaranya masing-masing, menjadi guru, da’i, hakim bahkan mufti sepulangnya dari Al-Azhar. Menegakkan sebuah kebenaran dan keadilan guna melestarikan risalah Rasulullah Saw. yang benar. Dan semua itu, akan muncul dengan cara mencintai Rasulullah Saw. Tentunya, merayakan hari kelahirannya salah satu bukti kecintaan kepada Baginda Nabi.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
09Sep

22 Atlet Harumkan Nama Indonesia di Alexandaria

9 September 2022 buutsfpib Berita 61

Kairo, Fpib.web.id-Festival Olahraga Alexandria yang diadakan antar negara oleh pihak Madinatul Bu’uts telah berakhir hari Kamis (8/9). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini memang sempat terhenti di tahun kemarin disebabkan pandemi korona. Tentunya setelah berakhirnya pandemi korona, kegiatan ini kembali diadakan guna mempererat tali silaturahmi antarnegara.

Indonesia merupakan satu dari sembilan negara yang ikut mengikuti turnamen kali ini. Memadainya sumber daya manusia, membuat Indonesia berinisiatif untuk mengambil keseluruhan cabang olahraga yang dilombakan, yaitu futsal, basket, voli, speedball, dan tenis meja.

Sebelum keberangkatan, Muhammad Tiftani Ar-Roziki, penanggung jawab tim, menargetkan untuk menyapu bersih seluruh cabang olahraga. Terbukti, 22 atlet terbaik menjadi pilihannya untuk mengikuti kegiatan turnamen ini.

Alhasil, Indonesia mampu meraih hasil terbaiknya meski tidak sesuai dengan target di awal. Cabor futsal dan basket yang masing-masing mendapatkan juara satu. Berhasil diikuti dengan kesuksesan cabor voli dan speedball yang meraih juara dua. Sisanya, tenis meja, Indonesia mampu merengkuh juara tiga dalam turnamen tahun ini.

Dalam cabor futsal, tim Indonesia mampu menyapu bersih kemenanangan setelah menghadapi Sudan, Malawi, dan Somalia dalam finalnya. Masing-masing, dengan skor 2-0, 1-0, dan 10-2. Tak ayal, membuat peraih top skor dan pemain terbaik jatuh kepada pemain Indonesia, diantaranya Hanan dan Nafi’ Maula.

Untuk tim basket, mereka juga harus berhadapan dengan tim Somalia di final. Sedangkan tim voli dan speedball, keduanya harus mengakui keunggulan dari pemain-pemain tim Afghanistan.

Tiftani menambahkan, olahraga speedball meski mendapatkan juara dua, supaya ditingkatkan lebih maksimal lagi dengan melihat beberapa cuplikan cuplikan video yang ada. Sebab, melihat olahraga ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia, bahkan hampir seluruh negara pengikut turnamen tahun ini.

Kemenangan ini memberikan kesan baik terhadap warga negara sendiri dan juga warga negara lain. Abdul Gafur, salah satu pemain tim futsal, mengungkapkan kebahagiannya setelah mendapat pengakuan dan ucapan selamat dari negara lain.

“Tahun ini adalah tahunnya Indonesia”, ucapnya menirukan apa yang dikatakan kepadanya.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Nusaibah Masyfu’ah
Read more
12Jul

Hadiri Acara Open House, Dr. Sahar Mustafa Berikan Sambutan

12 Juli 2022 buutsfpib Berita 60

Rentetan acara Idul Adha 1443 diakhiri dengan tasyakuran warga FPIB. Tasyakuran tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga FPIB. Akan tetapi, juga kepada para pemegang jabatan di Madinatul Bu’uts. Terbukti, acara ini turut mengundang Direktur Madinatul Bu’uts dan juga Direktur Madinatul Bu’uts lil Banat.

Sayangnya, ‘Amid Mahmud Abdul Adzim Shabihah, Direktur Madinatul Bu’uts berhalangan hadir. Begitu juga Dr. Musthofa, Mudir Masa’i, yang belum bisa hadir dalam acara ini. Namun keduanya diwakilkan oleh tiga utusan yaitu, Ahmad Ismail Mahmud, Robi’ Muhammad Ali, dan Aiman Abdul Jalil.

Dr. Sahar Musthafa, Mudiroh Aamah Madinatul Bu’uts lil Banat memberikan sambutan hangat,

“Saya bangga dengan para thalib dan thalibah Asia, khususnya Indonesia. Semoga acara kurban ini selalu bertambah baik di setiap tahunnya,” ucapnya.

Dr. Sahar juga mengungkapkan akan kesiapannya untuk membantu para thalib dan thalibah semampunya. Beliau sudah menganggap mereka seperti anak-anaknya sendiri.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan beberapa seni dan penampilan dari warga FPIB. Seluruh yang hadir, ikut menikmati jalannya acara ini. Tak terkecuali para tamu dari perwakilan Madinatul Bu’uts. Mereka sesekali bertepuk tangan ala Mesir mengikuti irama saat penampilan hadroh. Selain itu, tampak tidak hanya warga FPIB yang ikut menikmati acara itu berlangsung, beberapa thalib dari beberapa negara juga turut hadir menonton jalannya acara meskipun dalam keadaan berdiri mengelilingi lapangan.

Uniknya juga, para tamu dari Madinatul Bu’uts juga disediakan makanan khas Indonesia. Gulai dan capcay menjadi santapan mereka saat acara makan-makan berlangsung.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
12Jul

Meriahkan Idul Adha, FPIB Gelar Lomba Memasak Daging

12 Juli 2022 buutsfpib Berita 62

Kairo, Fpib.web.id- Ada yang menarik dalam acara Idul Adha tahun ini. Pasalnya, FPIB tidak mengadakan open house di asrama putri. Namun acara hanya diselenggarakan di asrama putra, tepatnya di Taman Thol’at untuk seluruh warga FPIB baik putra maupun putri pada Senin malam (11/07). Tidak hanya itu, perayaan tersebut juga dimeriahkan berbagai penampilan dan juga lomba memasak daging antar angkatan.

Menurut Ana Qonita Tamami, senior FPIB yang sekaligus juri lomba memasak, acara Idul Adha tahun ini sangat meriah dengan inovasi barunya. Seperti hiburan yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada negara asing, juga perlombaan memasak yang tidak ada di perayaan tahun-tahun sebelumnya.

Perlombaan memasak daging diikuti oleh empat peserta dengan empat kriteria penilaian untuk menjadi juara. Empat peserta tersebut ialah angkatan Cordova, Hijaz, Al-Quds, dan Alhambra. Sedangkan empat kriteria penilaiannya mencakup cita rasa, keterampilan, kreatifitas, dan ketepatan waktu.

Total hewan kurban yang terkumpul pada tahun ini adalah 10 domba dan 4 kambing. Sebuah angka yang menggambarkan peningkatan antusias warga yang signifikan. Setelah daging kurban didistribusikan, panitia kemudian membagikan satu kilogram daging kepada tiap-tiap angkatan sebagai bahan dasar lomba memasak.

“Semua masakannya enak. Cuma bau amis dari dagingnya belum bisa dinetralisir oleh semua peserta, keempatnya-empatnya,” ujar Qonita.

Setiap angkatan menyuguhkan menu yang berbeda-beda dan tentunya cita rasa khas masing-masing.

“Cordova ini, mungkin karena mereka lebih lama disini jadi dia tau kombinasi bahan yang tepat. Mereka seasoningnya bagus. Kalau Hijaz mereka berani kreatif dengan nasi goreng bunga lawangnya. Cuma dia agak strong, enak tapi di lidah terlalu berlebihan. Kalau Al-Quds, dia masih malu-malu bumbunya. Kalau Alhambra, dia bingung mau condong ke manis apa ke asin. Jadi bumbunya nggak ada kecondongan rasa, masih bingung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam penjurian, tidak bisa dilihat hanya dari satu aspek saja. Meski di satu sisi terdapat kekurangan, masih ada sisi lain yang melengkapi. Sehingga dari total nilai terpilihlah satu pemenang yaitu Cordova.

“Cordova bisa menutupi kekurangan dari bau dagingnya itu. Kalau penilaian dari baunya saja, semua peserta nggak ada yang menang. Bagusnya Cordova ini, pertama dia ngumpulin paling tepat waktu. Untuk rasa, sebenarnya kalau aku makan dagingnya saja itu keasinan. Cuma ketika dikasih nasi atau lontong, dia balance. Dia ngerti, hidangannya ini nggak bisa sendiri. Akhirnya dia buat nasi yang mana nasinya itu dikombinasikan lagi. Bukan sekedar nasi. Nasinya itu dimasak dengan bunga telang dan bumbu-bumbu juga. Akhirnya kita nggak sedih dengan rasa yang seperti itu. Terus dia juga kasih minuman, kasih acar penetralisir rasa. Hebatnya disitu, makanya dia bisa jadi juara,” jelasnya,” terangnya setelah menyicipi seluruh hidangan.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
10Jul

Idul Kurban Bersama FPIB yang Ketiga Kalinya, Jumlah Hewan Kurban Alami Peningkatan

10 Juli 2022 buutsfpib Berita 52

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 jatuh pada hari Sabtu (9/7) kemarin. Namun, FPIB baru mengadakan penyembelihan hewan kurban pada hari Ahad (10/7) pagi ini. Ini adalah pelaksanaan ketiga yang diadakan secara rutin oleh FPIB, sejak tahun 2020.

Faruq Averro, ketua panitia Idul Adha 1443, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ini sengaja diadakan sehari setelah sholat Ied agar tidak bertabrakan dengan agenda-agenda warga FPIB di tempat lain. Melihat beberapa almameter mengadakannya setelah shalat Ied kemarin.

Total hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelum-sebelumnya. 10 domba dan 4 kambing menjadi jumlah total hewan kurban pada tahun ini. Ini adalah jumlah terbanyak daripada dua tahun sebelumnya, yang belum pernah mencapai angka 10 ekor. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berada di sebelah gedung Ri’ayah Syabab, Madinatul Bu’uts Banin, pada pukul jam 7 pagi.

Selanjutnya, daging-daging kurban dibagikan kepada sohibul qurban, para pegawai di Madinatul Bu’uts, dan untuk warga FPIB. Semua akan mendapatkan jatah sepertiga dari daging hewan kurban tersebut.

Untuk warga FPIB sendiri, panitia menyiapkan tasyakuran yang akan dilaksanakan pada hari Senin (11/7) besok. Di samping itu, silaturahmi dan syi’ar kebudayaan Indonesia juga menjadi tujuan diadakannya open house esok.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Nusaibah Masyfu’ah

Read more
02Mei

FPIB Terima Zakat Fitrah, Berikan Kepada LAZISNU

2 Mei 2022 buutsfpib Berita 51

Dalam rangka menunaikan rukun Islam yang ketiga, bagian Humas (Hubungan Masyarakat) FPIB memberikan kemudahan kepada warganya untuk menerima pembayaran zakat fitrah. Sabrina Nurul Maulida, anggota Humas FPIB mengatakan, bahwa pelaksanaan ini sudah menjadi adat atau kebiasaaan di setiap tahunnya semenjak FPIB didirikan.

DIbuka sejak 9 Ramadhan sampai 27 Ramadhan kemarin, FPIB menerima sebesar 1870 le dari 82 muzakki. Bekerjasama dengan LAZISNU, FPIB menyerahkan seluruh uang tunai tersebut pada tanggal 29 Ramadhan melalui Ahmad Yasin dan Umi Robi’ah, sebagai perwakilan dari FPIB.

FPIB memberlakukan agar setiap muzakki untuk membayar minimal 15 le sebagai zakat fitrah. Akan tetapi, juga tidak melarang bagi siapa saja yang ingin membayarnya lebih. Merujuk kepada Darul Ifta’, yang menjelaskan bahwa harga 1 kg gandum setara dengan 6 le, maka jika zakat fitrah mengeluarkan satu sha’, didapatkan secara tunai sejumlah 12,24 le, diketahui bahwa satu sha’ sejumlah 2,04 kg. Kemudian, disepakati agar disetarakan dengan 15 le.

LAZISNU yang hanya menerima uang tunai sebagai penyaluran zakat, menjadi salah satu alasan FPIB untuk tidak menerima dalam bentuk makanan pokok. Selain himbauan Darul Ifta’ yang menganjurkan  membayar zakat fitrah dalam bentuk tunai untuk memberikan kemudahan.

Sabrina Nurul juga mengungkapkan, bahwa alasan terus melanjutkan kebiasaan ini dengan tujuan untuk memudahkan warga-warga FPIB. Sehingga tidak membuat warga FPIB harus mencari keluar dalam menunaikan ibadah zakat ini.

Reporter : Muhammad Awwabinhafizh

Editor : Nusaibah Masyfu’ah

Read more
  • 1…34567
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak