FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Berita

Home / Artikel / Berita
14Des

KPBA Resmi Dibentuk, Kepengurusan Gelombang Pertama Anak Baru Tuntas

14 Desember 2021 buutsfpib Berita 57

FPIB, Kairo—Madinatul Buuts kedatangan 9 calon mahasiswi penerima beasiswa pada hari Senin (13/12) pukul 14.30 CLT. Mereka tiba di bandara Kairo sekitar pukul 10.33 CLT. Pada akhirnya, mereka dijemput oleh beberapa anggota dari tim penjemputan menggunakan bus medium milik Madinatul Buuts.

“Ini sedikit di luar dugaan kami, karena kedatangan anak baru ini sebenarnya tidak sesuai dengan jadwal yang telah dikabarkan. Tapi alhamdulillah mereka semuanya datang dengan selamat.” Jawab Fajar Ilman Nafi’ sebagai Ketua KPBA.

Dwi Budi Prakoso, salah satu anggota dari tim penjemputan menjelaskan, bahwa beliau dan timnya bergerak cepat setelah mendapatkan kabar dari tim KPBA. Juga turut menjemput, Fajar Ilman Nafi’ sebagai ketua KPBA dan Bagas Ade Prakoso sebagai pembimbing KPBA. Berangkat setelah shalat Dzuhur, tim penjemputan tiba di bandara Kairo pukul 14.00 CLT.

Sesampainya di sana, Fajar Ilman Nafi’ mengabsen dan mengecek seluruh calon mahasiswi yang baru saja tiba, sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan. Diketahui, bahwa seluruhnya adalah penerima beasiswa melalui jalur Pondok Modern Darussalam Gontor.

Sesampainya di Madinatul Bu’uts, mereka disambut oleh tim KPBA yang sudah menunggu di gerbang putri Madinatul Bu’uts.

“Alhamdulillah, semua tiba dengan selamat dan tidak ada kendala yang mengganggu kelancaran proses penjemputan.” Ujar Athaya Salsabila saat ditanya setelah datangnya para calon mahasiswi baru Al Azhar di gerbang Madinatul Bu’uts.

Di akhir, Fajar juga menambahkan, bahwa tim KPBA harus selalu siap dan siaga untuk menyambut kedatangan para penerima beasiswa calon mahasiswa Al Azhar. Dikabarkan akan tiba dua gelombang selanjutnya pada tanggal (25/12) dan (26/12) nanti.

Kami, dari tim media FPIB mengucapkan, “Ahlan wa sahlan bi quduumikum ila ardil_kinanah”

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

KPBA dan BSC, Dua Badan Otonom Terbaru Milik FPIB

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 63

Buuts, Kairo—Senin (13/12) Tahun ini, FPIB tidak hanya melantik Dewan Pengurus baru untuk mengemban amanah. Setelah melihat evaluasi-evaluasi tahun kemarin, pihak FPIB memutuskan untuk juga membentuk Komite Pemberkasan Beasiswa Al Azhar (KPBA) dan Buuts Sporting Club (BSC) sebagai badan otonom dalam kepengurusan FPIB.

Elang Muhammadiyah sebagai ketua panitia pelaksanaan pelantikan menjelaskan, bahwa pada awalnya pelantikan ini dikhususkan hanya untuk dewan pengurus saja.

“Sebenarnya, acara pelantikan ini terjadwal pada tanggal 1 Desember 2021 kemarin. Akan tetapi, sedikit ada perubahan disebabkan FPIB juga melantik dua badan otonom yang kedudukannya sejajar dengan dewan pengurus FPIB, yaitu KPBA (Komite Pemberkasan Beasiswa Al Azhar) dan BSC (Bu’uts Sporting Club.)” ujar Elang Muhammadiyah.

Untuk pertama kalinya, FPIB membentuk dua badan otonom ini. Terdiri dari 22 pengurus untuk KPBA dan 10 pengurus BSC. Mereka dilantik juga bersama Irfan Wachid sebagai, DPO (Dewan Permusyawaratan Organisasi) FPIB setelah pelantikan Dewan Pengurus FPIB.

“Tahun kemarin, untuk kepengurusan pemberkasan itu masih dengan sistem panitia. Sedangkan sekarang, kita dibentuk badan sendiri untuk  memaksimalkan penugasan,” jawab Fajar Ilman Nafi’ sebagai ketua umum KPBA saat ditanya perihal KPBA.

Sementara itu, Septian Edi, sebagai salah satu anggota BSC menjelaskan, bahwa tujuan dibentuknya BSC ini untuk mengoordinir setiap kegiatan perlombaan antarnegara yang diadakan setiap tahunnya. Beliau juga menerangkan, bahwa tugas itulah yang nantinya membedakan dengan bagian olahraga FPIB yang lebih fokus dengan kegiatan-kegiatan olahraga antarwarga FPIB.

Bagas Ade Prakoso, sebagai Ketua Pemberkasan di tahun sebelumnya juga menambahkan, bahwa periode anggota KPBA sama halnya dengan periode masa kepengurusan untuk Dewan Pengurus FPIB.

“Kami harapkan, ini akan berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya, untuk mempermudah pemberkasan setiap kedatangan anak baru nantinya.” jelas beliau saat memberikan pengarahan kepada anggota KPBA.

Reporter: Muhammad Awwabinhafizh

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

Pelantikan Dewan Pengurus FPIB, Ahmad Faoz Dorong Pengurus Memperhatikan 9 Standar Penyusunan Program Kerja FPIB

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 57

Kairo, Fpib.web.id- Dewan Pengurus Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (DP FPIB) masa bakti 2021-2022 resmi dilantik oleh Irfan Wachid selaku anggota Dewan Permusyawaratan Organisasi (DPO) di Aula KM-NTB, Sabtu (11/12/2021).

Della Azizah Firdaus, anggota DPO FPIB dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Dewan Pengurus (DP) yang baru, serta menyampaikan bahwa FPIB adalah wadah bagi semua warga Bu’uts tanpa membeda-bedakan jalur beasiswanya. Hal tersebut senada dengan  semboyan negara Indonesia, Bhineka Tunggal Ika.  

Ketua Umum FPIB terpilih, Ahmad Faoz Almadani mengatakan, “FPIB mempunyai cita-cita agar organisasi ini dapat menjadi kawah candradimuka untuk segenap orang-orang yang sudah berkhidmah kepada FPIB. Setelah satu periode berkhidmah, sudah sangat siap untuk terjun di organisasi dan bidang kepemimpinan manapun.”

Maka dari itu, untuk mewujudkan cita-cita tersebut para Dewan Pengurus harus memperhatikan 9 standar penyusunan program kerja FPIB. Menurutnya, standarisasi ini sangatlah bagus dan langka, namun banyak organisasi di lingkungan masisir yang belum menerapkannya.

Di samping pelantikan DP FPIB, acara tersebut juga melantik Dewan Pengurus Badan Otonom FPIB yang baru saja diresmikan pada tahun ini. Dua Badan Otonom tersebut yaitu Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar (KPBA) dan Bu’uts Sporting Club (BSC). FPIB yang menginjak kepengurusannya di tahun ketiga ini telah mengalami beberapa perkembangan yang cukup pesat. Semoga ke depannya organisasi ini dapat terealisasi sebagaimana harapan semua perintis dan pengurus. Bahkan menjadi manifestasi jawaban berbagai keluhan warga bu’ust.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
13Des

Indonesia Borong Juara di Al-Azhar Cup for International Students

13 Desember 2021 buutsfpib Berita 56

Kairo, Fpib.web.id- Sabtu (11/12) secara resmi Al-Azhar Cup for International Students ditutup oleh Dr. Nahla Al-Sho’idi, Ketua Pusat Pengembangan Studi Mahasiswa Luar Negri di Stadion Madinatul Bu’uts. Perlombaan yang berlangsung hampir satu bulan tersebut meliputi beberapa cabang olahraga diantaranya sepak bola, basket, voli, bola tangan, kriket, tenis meja dan atletik. Meskipun baru diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Al-Azhar acara ini dapat dikatakan cukup sukses karena dihadiri oleh beberapa delegasi mancanegara.

Sejumlah mahasiswa Indonesia berhasil memborong piala dan medali dari berbagai cabang olahraga dalam perhelatan tersebut. Hal ini merupakan prestasi gemilang yang mengharumkan nama baik Indonesia dalam kancah internasional.

Dari berbagai cabang olahraga yang dilombakan Indonesia berhasil menyabet juara 1 basket kategori putra, juara 2 bola tangan kategori putra dan putri, juara 3 voli kategori putri, juara 1 dan 2 estafet kategori putri, juara 1 dan 2 maraton kategori putri, juara 2 lompat jauh kategori putri, dan juara 3 tolak peluru kategori putri.

Di sela acara penutupan tersebut, kami berhasil mewawancarai salah satu penanggung jawab kontingen putri Indonesia terkait kesan selama acara, “Alhamdulillah para pemain di berbagai cabang olahraga bisa merasakan bagaimana bertanding dengan bangsa lain, mengembangkan skill, dan juga koneksi. Walau acara Al-Azhar Cup yang pertama ini bisa dikatakan sukses, tapi masih banyak evaluasi terkait panitia penyelenggara dan penanggung jawab kontingen Indonesia pula. Semoga di tahun mendatang, menjadi lebih terorganisir dan lebih tertib mengenai waktu juga informasi. Kibarkan sang merah putih di langit sahara! Merahkan bumi kinanah!” ujar Wahidah. Harapan untuk acara ini semoga ke depannya dapat lebih baik lagi dan khususnya kontingen Indonesia mampu meraih lebih banyak juara di berbagai cabang olahraga.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

Read more
05Okt

Semangat Keilmuan Di Ruwaq Al-Azhar

5 Oktober 2021 buutsfpib Berita 59

“Kalau ingin beribadah sepuas-puasnya pergilah ke Mekkah, kalau ingin belajar ilmu sebanyak-banyaknya pergilah ke Mesir (Al-Azhar).” Begitulah kata Trimurti (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor), penggambaran destinasi yang jelas, ke Mekah untuk ibadah, ke Azhar untuk belajar. Azhar adalah pusat ilmu dunia dari dulu sampai sekarang yang sudah terbukti hasilnya. Seperti Ibnu Khaldun, Imam Nawawi, Imam Syuyuthi, Ibnu Hajar, Ibn Hajib, Thaha Husein, Muhammad Abduh, dsb.

            Masjid Al-Azhar mulai dibangun oleh Panglima Jauhar Al-Shiqilly atas perintah Khalifah Al-Mu’iz Lidinillah, Dinasti Fatimiyyah dan selesai pada Hari Sabtu 24 Jumada Al-Ula 359 H bertepatan dengan 7 Mei 970 M. Pembangunan Masjid Al-Azhar berlangsung selama 2 tahun lebih 3 bulan, setelah selesai pembangunan langsung digunakan pertama kali untuk shalat Jum’at pada 7 Ramadhan 361 H (23 Juni 972 M) sekaligus menandai peresmian bangunan masjid.[1]

            Ruwaq(الرواق)  adalah jamak dari arwiqoh (الأروقة)  yang secara bahasa dapat diartikan sebagai bangunan beratap yang berada di masjid, gereja, atau tempat peribadahan yang lain dengan fungsi sebagai tempat belajar. Ruwaq juga disebut ruang tamu jika disandingkan rumah (ruwaq al-bait). Atau dinamai ruang pojokan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan bertukar pikiran.[2]

            Jadi ruwaq sendiri adalah bangunan tambahan yang berada di sekitar masjid yang digunakan sebagai tempat bermukim sekaligus untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini seperti halnya santri yang belajar di asrama pesantren, hanya saja ruwaq menyatu dengan masjid. Masjid Azhar berbentuk satu bangunan terbuka di bagian tengahnya, dengan tiga ruwaq yang digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Pada awalnya, ruwaq adalah bagian atau ruangan dalam masjid yang masih kosong, yang terletak di sekeliling serambi masjid, memutari bagian tengah masjid khas Timur Tengah yang terbuka tanpa atap. Kemudian di ruangan itu diberi pemisah antara satu ruangan dengan ruangan lainnya dan diberi nama ruwaq, sebuah ruangan klasik Arab tempo dulu dengan ukiran-ukiran kaligrafi Arab kuno.

            Kemudian Ruwaq Al-Azhar beralih fungsi sebagai tempat tinggal dan tempat belajar mengajar. Sistem kegiatan  keilmuan keagamaan ini dikenal pada pemerintahan Mamalik,  dan dihidupkan kembali setelah vakum selama 98 tahun dari 567-660 H (1171-1267 M)[3], yaitu sejak Dinasti Ayubiyah memerintah Mesir. Dinasti Ayubiyah menutup Masjid al-Azhar selama 100 tahun tersebut untuk menghilangkan pengaruh syi’ah di Mesir. Setelah pemerintahan diganti, masjid dibuka kembali dengan ajaran suni.[4]

            Ruwaq sebagai tempat tinggal sendiri seperti tempat makan, pakaian, mandi, dan melakukan kegiatan sehari-hari, karena masyarakat mesir sangat menghormati tamu yang akan istirahat dan menuntut ilmu di Masjid Al-Azhar.

            Yang menjadi daya tarik Al-Azhar Al-Syarif adalah ulama-ulamanya yang besar dan muridnya dari penjuru dunia, semuanya berbondong-bodong belajar di Azhar maka karena itu dibangun banyak ruwaq.

            Pada abad ke-19 H, Syekh Abdul Hamid Nafi’ dalam kitabnya Adz-Dzail ‘ala al-Maqrizi menyebutkan nama-nama ruwaq yang berada dalam masjid Azhar. Pada pemerintahan Turki Ustmani tercatat ada 29 ruwaq, yang dibagi berdasarkan daerah atau negara asal masing-masing kelompok. Semisal Ruwaq Atrak untuk kelompok dari Turki, Ruwaq Jawi dari Nusantara, Ruwaq Maghoribah dari Maghrib (Maroko) dan masih banyak lagi, beberapa di antaranya ada Ruwaq al-Abbasi yang merupakan salah satu ruwaq yang berukuran cukup besar. Ruwaq ini dibangun pada masa Khedive Abbas Hilmi II, dan di sinilah nama ruwaq tersebut diambil.

            Ada juga ruwaq berdasarkan 4 madzhab yaitu Ruwaq Syafi’iyah, Ruwaq Malikiyah, Ruwaq Hanafiyah dan Ruwaq Hanabilah. Selain itu juga dengan ruwaq penghuni bebas, yaitu daerah tertentu dam madzhah tertentu.

Kebanyakan ruwaq dihuni oleh orang yang berasal dari luar mesir, orang-orang miskin, orang yang putus sekolah untuk menuntut ilmu dan ada juga ruwaq khusus untuk orang Mesir yang berasal dari desa dan tidak punya tempat tinggal di Kairo.

            Di setiap ruwaq terdapat syekh yang mengatur dan membimbing kegiatan ruwaq layaknya pengurus di pesantren.[5] Ada juga naqib al-ruwaq yang menjadi wakil syekh al-ruwaq, dia bertugas membantu dan mengurusi pendaftaran untuk belajar dan tinggal di ruwaq serta membagi pemberian dan sedekah dari masyarakat berupa makanan dan minuman, buku-buku dan lainnya.[6]

            Di dalam ruwaq juga terdapat perpustakaan buku-buku, dimana boleh dipinjam oleh orang dari luar ruwaq dengan syarat dikembalikan secara utuh.[7]

            Kajian-kajian yang diajarkan di ruwaq Azhar sangatlah banyak, salah satunya adalah materi fikih empat madzhab, Bahasa Arab, Hadist, Tafsir, Aqidah dan ilmu lainnya. Bahkan ilmu-ilmu umum seperti Matematika, Geografi, Astronomi, Kedokteran, Farmasi dan Sosiologi diajarkan di ruwaq Azhar.

            Sistem administrasi Azhar pun juga sudah unggul, ada sistem ijazah keilmuan yang diberikan kepada murid oleh ulama pengajar yang disebut sebagai sanad. Metode yang digunakan adalah sistem talaqi, yaitu syekh memberikan pengajaran di setiap ruwaq kemudian para murid berbondong-bondong membawa buku dan duduk memperhatikan syekh menyampaikan ilmu dan hikmah.

            Bahkan Al-Azhar pernah terkenal dengan Syekh al-Amuud (Syekh Tiang), di mana di setiap tiang terdapat guru dengan berbagai keahlian siap mengajar dan memberikan lautan ilmu.

Selain difungsikan sebagai tempat belajar mengajar, ruwaq juga digunakan sebagai tempat membagi-bagikan sedekah dari para dermawan dan bangsawan yang bermaksud untuk memakmurkan masjid dengan memberi santunan kepada mereka. Apalagi di setiap peringatan-peringatan agama seperti Ramadhan, Awal Tahun Hijriah, Maulid Nabi, Hari Raya Idul Adha dan Fitri, para murid ruwaq akan dihidangkan makanan, minuman, manisan, dan pemberian yang sangat melimpah.[8]

            Salah satu Ruwaq yang dihuni oleh masyarakat Nusantara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand adalah Ruwaq Jawi. Ruwaq Jawi mencetak ulama-ulama nusantara berkaliber dunia dengan karya-karyanya, salah satu jebolan dari ruwaq ini yang terkenal adalah Syekh Nawawi al-Bantani.

            Kemudian karena samakin banyaknya orang dari luar ingin belajar dan tinggal di Ruwaq Al-Azhar, dibangun asrama khusus Madinatu Al-Bu’uts Al-Islamiyah dekat dengan Masjid Al-Azhar lengkap dengan tempat untuk belajar, dapur, masjid, toko buku, perpustakaan, aula pertemuan, taman, dan hal lain untuk membantu proses belajar. Asrama ini dibangun oleh Syekh Azhar Muhamamd Musthofa Al-Maroghi.

Tapi terlepas dari semua itu, sekarang masih terdapat beberapa ruwaq yang digunakan untuk majlis ilmiah, yaitu Ruwaq Utsmaniyah, Ruwaq Fathimiyyah, Ruwaq Maghoribah, Ruwaq Al-Atrak dan Ruwaq Al-Abbasiyah. Ditambah Ruwaq Al-Qur’an Al-Karim dan Ruwaq Lughah Arabiyyah yang dibuka bulan Juli 2019 lalu.

Tak pernah sepi Masjid Azhar dari halaqah keilmuan hingga kini, ribuan orang jadi penjuru dunia bahkan dari Jepang, Cina, Rusia, Eropa, dan Amerika yang notabene bukan negara Islam, semuanya datang menimba ilmu di sini, maka tak salah jika Trimurti (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor) mengatakan bahwa Al-Azhar adalah pusat ilmu. (Tri Wi Farma/Fakultas Bahasa Arab)


[1] Dr. Abdul Aziz Muhammad Al-Asynawi, Al-Azhar Jami’an wa Jami’atan (Juz 1), Kairo: Maktabah Anglo, hal. 24

[2] Al-Mujam al-Wajiz, cet. 2008, Wizarat Tarbiyah wa Ta’lim, hal. 282

[3] Dr. Abdul Aziz Muhammad Al-Asynawi, Op. Cit. hal. 105

[4] Ibid, hal. 93

[5] Ibid, hal. 224

[6] Ibid, hal. 226

[7] Ibid, hal. 226

[8] Ibid, hal. 219

Read more
22Okt

Kunjungan Panitia Kepengurusan Mahasiswa Baru ke Kantor Pimpinan Tansiq dan Pimpinan Syuun Ta’lim

22 Oktober 2020 buutsfpib Berita 59

FPIB – Ketua FPIB dan panitia kepengurusan mahasiswa baru mengunjungi kantor pimpinan tansiq dan pimpinan syuun ta’lim pada Kamis, (22/10) yang bertempat di kawasan Madinatul Bu’uts Islamiyah.

Pada kunjungan tersebut, Khusni Mubarok, selaku Ketua 1 FPIB, mengenalkan ketua panitia kepengurusan mahasiswa baru kepada pimpinan tansiq dan syuun ta’lim agar dapat berkordinasi dalam mengurus mahasiswa baru nantinya.

Kunjungan tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh duktur Sayyid Utsman, selaku ketua Tansiq Wafidin, dan dengan senang hati menyambut panitia kepengurusan mahasiswa baru Indonesia.

Pada kesempatan itu, ustad Sayyid Utsman memuji mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Menurutnya, mahasiswa adalaha mahasiswa yang cukup baik dan teladan.

Kegiatan selanjutnya adalah mengunjungi duktur Hamid, Ketua Syuun Talim. Beliau mengucapkan rasa terima kasih atas kunjugan tersebut, dan memberikan info mengenai angka mahasiswa Indonesia yang meraih beasiswa.

Read more
20Okt

Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Bu’uts Banat

20 Oktober 2020 buutsfpib Berita 67
FPIB- Madinatul Bu'uts mengadakan perayaan untuk menyambut maulid Nabi Muhammad pada Senin, (20/10) yang diadakan di Madinatul Bu'uts Banat. Perayaan ini diadakan untuk membangkitkan semangat spiritualitas dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad.
Read more
18Okt

Pengenalan dan Arahan Mengenai Madinatul Bu’uts untuk Pelajar Ma’had

18 Oktober 2020 buutsfpib Berita 65

FPIB – Para pelajar Ma’had penerima beasiswa Bu’uts berkumpul pada Minggu, (18/10) di depan Qoah 7 dalam kegiatan pengenalan dan arahan mengenai Madinatul Bu’uts.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 19.45 malam hingga 21.00 malam ini, diisi oleh ketua 1 FPIB, Khusni Mubarok. Adapun materi-materi yang disampaikan berupa pengenalan akan sejarah Madinatul Bu’uts dan FPIB.

Selain itu, Khusni Mubarok, tak lupa memberikan pesan-pesan kepada para pelajar baru agar senantiasa bersyukur atas nikmat beasiswa yang telah diperoleh para pelajar, dan juga dapat berkumpul dengan kawan-kawan Indonesia yang terhimpun pada Forum Pelajar Indonesia Bu’uts.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua panitia kepengurusan FPIB untuk menyampaikan perihal berkas-berkas apa saja yang dibutuhkan untuk mencatatkan nama di Ma’had dan Bu’uts, serta arahan mengenai tata cara pengurusan berkas-berkas tersebut.

Para pelajar terlihat khidmat ketika pemateri sedang menyampaikan. Di akhir kegiatan, Khusni Mubarok, selaku ketua 1 FPIB, mengucapkan terima kasih kepada ketua panitia kepengurusan serta kepada para pelajar yang sampai saat ini telah mengikuti arahan-arahan dengan baik. Sebelum berpisah, semua hadirin berfoto.

Read more
21Mar

kegiatan Ziarah ke Makam-makam Masyayikh Azhar

21 Maret 2020 buutsfpib Berita 64

Divisi Sosial & Keagamaan FPIB adakan kegiatan ziarah ke makam-makam masyaikh Azhar yang berada di sekitaran Kairo pada Jumat (6/3) di bawah agenda Rihlah Rohani FPIB. Agenda ini dilaksanakan untuk mengingat kembali sosok-sosok yang telah berjasa dalam perkembangan Al-Azhar. Kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta ini, dimulai dari jam 1 siang hingga jam 5 sore.

Sebelum memulai ziarah ke makam-makam Masyaikh, para peserta diminta berkumpul di Masjid Sholih Ja’fari, Darassa, dan dilanjutkan berjalanan kaki menuju komplek pemakaman yang berada tidak jauh dari sana.Ada pun makam-makam yang diziarahi adalah makam dari sheikh Bajuri, sheikh Abdullah Syarkowi, sheikh Abduh, sheikh Damanhuri, sheikh Kharasyi dan sheikh lainnya.

Pada kegiatan ini, para peserta dibimbing langsung oleh ustad Syihabussay Bani dan ustad Amirul Mukminin, yang menghetahui banyak perihal ulama-ulama al-Azhar, terkhusus yang berada di komplek pemakaman ini. Antara ustad Syihabussay Bani dan ustad Amirul Mukmin bergantian menjelaskan tentang sejarah tokoh, karya dan kontribusi tokoh terhadap Islam. Wajah-wajah khidmat terlihat dari wajah peserta ketika kedua pembimbing menjelaskan satu persatu tokoh yang sedang diziarahi. Dan tidak lupa, setelah mendengar penjelasan dari pembimbing, para peserta membacakan al-Fatihah dan berdoa.

Ustad Syihabussay Bani, selaku salah satu pembimbng kegiatan ini mengatakan “Bahwa kegiatan ini dilaksanakan, selain untuk mengingat kembali sosok yang telah berjasa bagi al-Azhar, juga agar kawan-kawan peserta dapat menghetahui bahwa hubungan ulama-ulama Indonesia dengan ulama-ulama Al-Azhar sudah terhubung dari beberapa abad lalu. Contohnya adalah sheikh Abdus Somad al-Palembangiy dan sheikh Assad al-Banjariy yang berguru kepada sheikh Abdullah Syarkowi dan sheikh Damanhuri. Dan dari sana, semoga kita dapat meniru beliau-beliau semua.”

Makam terakhir yang diziarahi pada kegiatan kali ini adalah makam Syeikh Muhammad Abduh. Di penutup kegiatan ini, ustad Nur Kholis, selaku ketua FPIB, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pembimbing dan peserta kegiatan. Kemudian ustad Nur Kholis juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat berjalan terus untuk ke depannya. Kalau diperlukan, menurut Nur Kholis, nantinya FPIB akan membentuk komunitas pecinta ziarah sendiri.

Read more
15Mar

Seminar Online Seputar Beasiswa Al-Azhar

15 Maret 2020 buutsfpib Berita 60

Divisi pendidikan FPIB mengadakan seminar online pada Sabtu (15/03) untuk membahas seputar beasiswa Al-Azhar. Seminar online yang berlangsung selama 3 jam ini, diisi langsung oleh peraih beasiswa al-Azhar, ustad Wahyudi Maulana Hilmi (2017), ustadzah Ghina Rifqotul Husna (2018), sebagai narasumber serta ustad Bagas Ade Prakosa (2019), sebagai moderator.  Seminar online yang diadakan via WhatsApp oni diikuti lebih dari 1000 pelajar di Indonesia.

Seminar online ini dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama diisi oleh ustad Wahyudi Maulana Hilmi dan membicarakan mengenai kiat-kiat mendapatkan beasiswa al-Azhar dan tentang jalur-jalur ke Mesir selain beasiswa. Sesi kedua diisi oleh ustadzah Ghina Rifqotul Husni dan membicarakan macam-macam jalur beasiswa al-Azhar dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa al-Azhar. Dan sesi terakhir adalah sesi pertanyaan yang dibuka untuk para peserta.

Para peserta tampak antusias akan pemaparan dari para narasumber. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan peserta kepada narasumber ketika sesi pertanyaan mulai dibuka. Pertanyaan-pertanyaan seperti jurusan yang paling diminati di al-Azhar, biaya hidup di Mesir serta mengenai kelas bahasa yang akan diikuti setiap mahasiswa sebelum memasuki fase kuliah.

Seminar online ini ditutup dengan permintaan dari ustadz Bagas selaku moderator kepada para peserta untuk mengisi google form. Agar nantinya, para peserta dapat diberikan sertifikat oleh pihak panitia sebagai penanda para peserta pernah mengikuti seminar online ini.

Seluruh peserta mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para narasumber atas pengalaman yang telah narasumber bagikan kepada para peserta. Dengan diadakannya seminar online ini, para peserta dapat lebih menghetahui hal-ihwal mengenai belajar di Mesir, dan dapat memotivasi dirinya agar dapat menjadi bagian mahasiswa Indonesia di Mesir.

Read more
  • 1…4567
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak