FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Meriahkan Idul Adha, FPIB Gelar Lomba Memasak Daging

Home / Artikel / Berita / Meriahkan Idul Adha, FPIB Gelar Lomba Memasak Daging

Kairo, Fpib.web.id- Ada yang menarik dalam acara Idul Adha tahun ini. Pasalnya, FPIB tidak mengadakan open house di asrama putri. Namun acara hanya diselenggarakan di asrama putra, tepatnya di Taman Thol’at untuk seluruh warga FPIB baik putra maupun putri pada Senin malam (11/07). Tidak hanya itu, perayaan tersebut juga dimeriahkan berbagai penampilan dan juga lomba memasak daging antar angkatan.

Menurut Ana Qonita Tamami, senior FPIB yang sekaligus juri lomba memasak, acara Idul Adha tahun ini sangat meriah dengan inovasi barunya. Seperti hiburan yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada negara asing, juga perlombaan memasak yang tidak ada di perayaan tahun-tahun sebelumnya.

Perlombaan memasak daging diikuti oleh empat peserta dengan empat kriteria penilaian untuk menjadi juara. Empat peserta tersebut ialah angkatan Cordova, Hijaz, Al-Quds, dan Alhambra. Sedangkan empat kriteria penilaiannya mencakup cita rasa, keterampilan, kreatifitas, dan ketepatan waktu.

Total hewan kurban yang terkumpul pada tahun ini adalah 10 domba dan 4 kambing. Sebuah angka yang menggambarkan peningkatan antusias warga yang signifikan. Setelah daging kurban didistribusikan, panitia kemudian membagikan satu kilogram daging kepada tiap-tiap angkatan sebagai bahan dasar lomba memasak.

“Semua masakannya enak. Cuma bau amis dari dagingnya belum bisa dinetralisir oleh semua peserta, keempatnya-empatnya,” ujar Qonita.

Setiap angkatan menyuguhkan menu yang berbeda-beda dan tentunya cita rasa khas masing-masing.

“Cordova ini, mungkin karena mereka lebih lama disini jadi dia tau kombinasi bahan yang tepat. Mereka seasoningnya bagus. Kalau Hijaz mereka berani kreatif dengan nasi goreng bunga lawangnya. Cuma dia agak strong, enak tapi di lidah terlalu berlebihan. Kalau Al-Quds, dia masih malu-malu bumbunya. Kalau Alhambra, dia bingung mau condong ke manis apa ke asin. Jadi bumbunya nggak ada kecondongan rasa, masih bingung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam penjurian, tidak bisa dilihat hanya dari satu aspek saja. Meski di satu sisi terdapat kekurangan, masih ada sisi lain yang melengkapi. Sehingga dari total nilai terpilihlah satu pemenang yaitu Cordova.

“Cordova bisa menutupi kekurangan dari bau dagingnya itu. Kalau penilaian dari baunya saja, semua peserta nggak ada yang menang. Bagusnya Cordova ini, pertama dia ngumpulin paling tepat waktu. Untuk rasa, sebenarnya kalau aku makan dagingnya saja itu keasinan. Cuma ketika dikasih nasi atau lontong, dia balance. Dia ngerti, hidangannya ini nggak bisa sendiri. Akhirnya dia buat nasi yang mana nasinya itu dikombinasikan lagi. Bukan sekedar nasi. Nasinya itu dimasak dengan bunga telang dan bumbu-bumbu juga. Akhirnya kita nggak sedih dengan rasa yang seperti itu. Terus dia juga kasih minuman, kasih acar penetralisir rasa. Hebatnya disitu, makanya dia bisa jadi juara,” jelasnya,” terangnya setelah menyicipi seluruh hidangan.

Reporter: Nusaibah Masyfu’ah

Editor: Rima Hasna Fariha

62
Like this pos

Recent posts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

Kategori

  • Artikel (15)
  • Berita (65)
  • Esai (2)
  • Info (26)
  • Opini (1)
  • Ramadhan (29)

Pos-pos Terbaru

  • Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts
  • Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini
  • Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim
  • Ma’idah Ar-Rahman: Ketika Jalanan Mesir Menjadi Hamparan Rahmat

Komentar Terbaru

  • Ruwaq Buuts: Program Unggulan Baru Divisi Keilmuan FPIB 2026 pada Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Lisan Aisharul Ibadilla pada Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Ahmad Yani pada Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.
  • 3 Madrasah di Masjid Al-Azhar pada Era Mamalik - FPIB pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Fatih Khaufi Rahman pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Previous PosIdul Kurban Bersama FPIB yang Ketiga Kalinya, Jumlah Hewan Kurban Alami Peningkatan
  • Next PosHadiri Acara Open House, Dr. Sahar Mustafa Berikan Sambutan

Related Posts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts
Berita

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
Berita

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini
Berita

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.
Berita

Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.

Tinggalkan Balasan (Cancel reply)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak
Copy