FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Kumandang Senja Ramadhan Nadi Gamalia

Home / Artikel / Ramadhan / Kumandang Senja Ramadhan Nadi Gamalia

Edisi Spesial Ramadhan Vol. 10

Sebagaimana surya yang selalu menemani hangatnya pagi, senjapun memiliki caranya sendiri untuk turut menghidupkan hari-hari di bulan yang suci ini. Kawan, izinkan aku bercerita tentang kumandang senja Ramadhan di Nadi Gamalia yang berhasil menghanyutkan ratusan kaum Adam dan Hawa.

Kembali mengingat hari itu, deretan meja beserta bangkunya memenuhi pekarangan Nadi Gamalia. Satu, dua, tiga hamba Allah berangsur-angsur memenuhi tempat sepetak itu.

Tak terhitung hitungan jam, pekarangan Nadi Gamalia yang sebelumnya kosong sudah dipenuhi dengan ratusan kaum muslimin. Perbincangan diantara orang-orang yang saling bertukar sapa pada hari itu, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an pun turut menemani waktu, menunggu datangnya kumandang senja Ramadhan.

“Maidaturrahman”, begitu orang menyebut tempat itu. “Maidah” yang berarti meja makan dan “Al-Rahman” yang berarti Maha Pengasih. Diambil dari Al-Quran surat Al-Maidah ayat 114-115 dimana Allah Swt menurunkan “maidah” kepada Nabi Isa As, sebagai bukti kebenaran untuk seluruh umat manusia. Di sisi lain, kata “Al-Rahman” yang berarti Maha Pengasih penuh dengan ajakan dan nuansa untuk menebar kasih sayang antar sesama umat manusia. Menjadi  salah satu ciri khas utama bulan Ramadhan yang diadakan hampir secara merata di seluruh penjuru Mesir. Tenda-tenda “maidaturrahman” yang menghiasi sebagian besar jalan-jalan utama Mesir dapat terlihat sepanjang bulan Ramadhan.

Senja Ramadhan yang ditunggu pun berkumandang, datangnya diiringi dengan naungan “Rahman” sebagaimana artinya. Nyaring suara doa kaum muslimin menyambut waktu berbuka, mengakhiri “imsak” pada hari itu. Para petugas pun berbondong-bondong mempersiapkan “maidah” yang sebagai judul utamanya.

Terlihat sederhana, sekotak nasi beserta lauknya, ditemani dengan sunah 3 biji kurma, dan minuman seadanya. Namun, hal itu tak sebanding dengan kegembiraan, kehangatan, bahkan perasaan tawakkal, berserah, menikmati indahnya bulan suci, Ramadhan, yang terasa, hadir, menyelimuti dinginnya senja, menyambut malam di atas pekarangan Nadi Gamalia.

Kawan, andaikan bisa kubagikan luapan emosi sore itu, perasaan yang tak terbendung ini bisa saja memenuhi perasaan kita bersama, tak habis dibagikan layaknya “Al-Rahman” yang menjadi asas hadirnya kebersamaan ini.

Kucukupkan kisahku pada tanda titik sebelum paragraf ini. Lain hari, luangkan waktumu. Mari sejenak kita nikmati kumandang senja Ramadhan di Nadi Gamalia. Salam hangat dari kawanmu. (Almas Shopia/ Mahasiswi Universitas Al-Azhar Jurusan Psikologi)

58
Like this pos

Recent posts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

Kategori

  • Artikel (15)
  • Berita (65)
  • Esai (2)
  • Info (26)
  • Opini (1)
  • Ramadhan (29)

Pos-pos Terbaru

  • Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts
  • Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini
  • Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim
  • Ma’idah Ar-Rahman: Ketika Jalanan Mesir Menjadi Hamparan Rahmat

Komentar Terbaru

  • Ruwaq Buuts: Program Unggulan Baru Divisi Keilmuan FPIB 2026 pada Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Lisan Aisharul Ibadilla pada Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Ahmad Yani pada Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.
  • 3 Madrasah di Masjid Al-Azhar pada Era Mamalik - FPIB pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Fatih Khaufi Rahman pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Previous PosBanyak Salah Paham, Begini Cara Masuk Universitas Al-Azhar!
  • Next PosMenjadi Hina atau Mulia Pasca Ramadhan

Related Posts

Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim
Ramadhan

Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim

Ma’idah Ar-Rahman: Ketika Jalanan Mesir Menjadi Hamparan Rahmat
Ramadhan

Ma’idah Ar-Rahman: Ketika Jalanan Mesir Menjadi Hamparan Rahmat

Maidah Rahman; Tradisi Buka Bersama ala Warga Mesir(?)
Ramadhan

Maidah Rahman; Tradisi Buka Bersama ala Warga Mesir(?)

Ramadhan Membentuk Mu’min Yang Ulul Albab
Ramadhan

Ramadhan Membentuk Mu’min Yang Ulul Albab

Tinggalkan Balasan (Cancel reply)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak
Copy