FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Merujuk Arus Lalu Jami’ Al-Azhar

Home / Artikel / Artikel / Merujuk Arus Lalu Jami’ Al-Azhar

Sebuah kesyukuran yang mendalam kami mahasiswi Al-Azhar, Kairo dapat mengkuti kajian tentang sejarah Al-Azhar bersama Dr. Khalaf Jalal, dibuka dengan penjelasan singkat tentang sejarah Al-Azhar yang berdiri di 3 masa kerajaan Fatimiyyah, Utsmaniyyah dan Mamalik. Bangunan tua ini berhiaskan ukiran ayat-ayat  suci al-Qur’an pada setiap sudut atap dan dinding. Terdapat pula di sudut atas bangunan beberapa corong yang dulunya dikenakan untuk menaruh wewangian dan lampu-lampu lilin.

Ruwaq-ruwaq yang mengitari masjid ini dulunya adalah sebuah asrama tempat tinggal para mahasiswa asing. Hidup, belajar dan menghabiskan penuh waktu mereka sampai pada makan, minum dan mandi di sini. Madinatul Buuts Al-Islamiyyah, bangunan yang sekarang menjadi salah satu tempat tinggal para wafidin dan wafidat atau mahasiswa dan mahasiswi luar Kairo ini merupakan penjelmaan dari wujud Azhar pada zaman dahulu.

Mereka belajar di ruwaq yang berbeda sesuai dengan asal negara kedatangan dan diajar oleh seorang guru yang berasal dari negara mereka masing-masing, maka tidak heran apabila ditemukan beberapa ruwaq seperti ruwaq syawam, magharibah, atrak, dan beberapa ruwaq lain yang sekarang tidak ditemukan lagi dalam lingkup bangunan ini.

Seperti halnya sebuah roti yang mengalami beberapa fase pembuatan hingga menghasilkan kue yang cantik, indah dan enak dimakan. Al-Azhar pun dulunya hanya terdiri dari satu ruwaq yaitu ruwaq Fatimiyyah yang kemudian berkembang seiring majunya zaman sehingga dapat berdiri seperti saat ini.

Bukan hanya asrama, terdapat beberapa madrasah dan maqam di dalam bangunan ini. Diantaranya madrasah Jauhariyyah yang didirikan oleh Jauhar Al-Qurtuby, madrasah Tibrisiyyah yang didirikan oleh Ala’u-d-Din at-Tibrisiyyah, madrasah al-Aqbaghawiyyah dan terdapat maqam Jauhar Al-Qurtuby, Ala’u-d-Din at-Tibrisiyyah dan Abdurrahman Al-Katkudi.

Acara ini pun ditutup dengan sesi perfotoan dan mengulang kajian secara singkat tentang sejarah bangunan ini “Jami’ Al-Azhar”. Semoga apa yang telah diusahakan oleh orang-orang terdahulu dapat kita gunakan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka sampailah kita pada titik beruntung apabila kita dapat mengamalkan perbuatan lebih baik dari para ulama terdahulu. Usiikum Wa Iyyaaya Nafsi.

(Berliana Putri Permatasari/Psikologi tk.3)

56
Like this pos

Recent posts

Dari Teori ke Praktik, FPIB Asah Keterampilan Anggota Divisi Web & Jurnalistik

Dari Teori ke Praktik, FPIB Asah Keterampilan Anggota Divisi Web & Jurnalistik

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi

Kategori

  • Artikel (15)
  • Berita (66)
  • Esai (2)
  • Info (26)
  • Opini (1)
  • Ramadhan (29)

Pos-pos Terbaru

  • Dari Teori ke Praktik, FPIB Asah Keterampilan Anggota Divisi Web & Jurnalistik
  • Hadirkan Program Unggulan dengan Gaya Baru: Divisi Keilmuan Adakan Ruwaq Buuts
  • Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini
  • Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim

Komentar Terbaru

  • Ruwaq Buuts: Program Unggulan Baru Divisi Keilmuan FPIB 2026 pada Solidaritas 173 Mahasiswa Baru Buuts membara di orientasi
  • Lisan Aisharul Ibadilla pada Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Ahmad Yani pada Resmikan Nama Kabinet Baru, DP FPIB 2025/2026 Gelar Rapat Kerja dan Buka Bersama.
  • 3 Madrasah di Masjid Al-Azhar pada Era Mamalik - FPIB pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Fatih Khaufi Rahman pada Masjid Al-Azhar dari Syiah Fatimiyah hingga Ayubbiyyah
  • Madinatul Buuts dan Warna-Warninya yang Melahirkan Energi
    Previous PosMadinatul Buuts dan Warna-Warninya yang Melahirkan Energi
  • Next PosMadinat el Bu’uts al Islamiyyah, Asrama para Duta Al-Azhar
    Madinatul Buuts dan Warna-Warninya yang Melahirkan Energi

Related Posts

Diaspora Indonesia Bahas Peran Strategis dalam Membangun Negeri: Fajruna Batch ke-7 di Kairo
Artikel Berita Esai Info

Diaspora Indonesia Bahas Peran Strategis dalam Membangun Negeri: Fajruna Batch ke-7 di Kairo

Tinggalkan Balasan (Cancel reply)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak
Copy