FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Artikel

Home / Artikel
23Sep

Seminar Kepengurusan Jenazah: Bekal Pulang Kampung

23 September 2023 buutsfpib Berita

Seminar kepengurusan jenazah baru saja selesai diselenggarakan oleh Divisi Keilmuwan FPIB pada Kamis (21/09/2023) di Sekretariat Al-Quds, Darrasah, Kairo.  Diselenggarakannya acara yang tak hanya ditujukan untuk mahasiswa tingkat akhir tersebut menjadi bekal ketika pulang kampung bagi warga FPIB, mulai dari hal-hal yang terkait sebelum kematian, setelah kematian, hingga hukum takziah dan ziarah.  

Abdul Rahman Taufiq selaku pemateri yang juga merupakan mahasiswa strata 3 jurusan fiqh Universitas Al-Azhar Kairo mengingatkan pentingnya mengimbangi pemahaman materi kepengurusan jenazah dengan latihan praktek yang benar, “…kawan-kawan semuanya banyak yang sudah paham dengan teori, karna sudah ada yang bermulazamah dengan masyayikh atau sudah tingkat 4. Maka, untuk teori insya allah aman. Tapi, untuk aplikasinya kadang kita masih belum mampu…” tegasnya.

Disamping itu, ia juga menambahkan, “…Dengan dauroh ini, semoga bisa jadi bekal buat teman-teman kalau pulang kampung diminta untuk menyelenggarakan jenazah.” ujarnya.

Acara yang diawali dengan penyampaian materi kemudian praktek tersebut memberikan dampak positif bagi peserta, terlihat dari antusias dan keaktifan peserta dalam sesi praktek hingga banyaknya pertanyaan yang diajukan diakhir acara. 

reporter: Aisy Nabila Munawwarah

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
19Agu

Tidak Seramai Tahun Sebelumnya, Perayaan HUT ke-78 RI Bersama FPIB Tidak Kalah Meriah

19 Agustus 2023 buutsfpib Berita

Dalam rangka memperingati kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78. FPIB menyelenggarakan upacara kemerdekaan di Stadion Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah pada Kamis (17/08/2023). Hadir pada kegiatan ini Wakil Presiden PPMI, perwakilan Wihdah, serta segenap warga FPIB. Meski tidak seramai tahun sebelumnya, perayaan kemerdekaan bersama FPIB tetap meriah dengan serangkaian kegiatan, mulai dari upacara kemerdekaan, aneka perlombaan antar angkatan, doorprize dan hadiah bagi pemenang, hingga persembahan video musik yang menambah meriah dan semakin menggugah semangat yang juga selaras dengan tema kemerdekaan tahun ini, “terus melaju untuk Indonesia maju”.

Ainul Mamnu’ah selaku Ketua 3 FPIB mengomentari hal tersebut, “Alhamdulillah acaranya lancar, terus antusias teman-teman juga luar biasa. Walaupun ga sebanyak tahun kemarin, karna banyak yang pulang, banyak yang ke Alex (Alexandria), banyak yang daurah, banyak yang umroh, tapi tetap seru sihh.” Ujarnya.

Diketahui, persembahan video musik dari FPIB dengan judul “Untuk Negeri” yang ditayangkan perdana pada 15.45 CLT/19.25 WIB di akun YouTube Bu’uts Indonesia menjadikan peringatan kemerdekaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tak hanya hal itu, aneka perlombaan antar angkatan yang juga dimeriahkan dengan keikutsertaan Wakil Presiden PPMI dalam lomba tarik tambang, kemudian penyerahan hadiah bagi pemenang, serta sejumlah doorprizepun menambah semarak dan semangat kebersamaan yang sekaligus menutup kegiatan.

Reporter: Aisy Nabila Munawwarah

Editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
16Agu

Ruwaq Bu’uts: Mantiq yang Tidak Boleh Dilewatkan  

16 Agustus 2023 buutsfpib Berita

Ruwaq Bu’uts kembali hadir dengan daurah ilmu mantiq yang membahas kitab Idhohul Mubham min Ma’anis Sullam, dengan gelaran perdananya pada Senin (14/08/2023) di Ghurfah Muthala’ah Ardiyah, Imarah 3, Bu’uts Banat. Kajian yang akan dilaksanakan setiap Senin dan Kamis setelah sholat maghrib tersebut, menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan mengingat peranan ilmu mantiq dalam pengaplikasiannya untuk menjaga aqal dari kesalahan dalam berfikir, guna memahami Al-Quran dan Sunnah dengan benar melalui buku-buku karangan para ulama.

Fina Nahdiyanna sebagai pemateri yang juga merupakan mahasiswi strata 2 jurusan Aqidah Universitas Al-Azhar Kairo menegaskan, urgensinya membekali diri dengan ilmu mantiq ini, “…ketika baca buku para ulama yang didalamnya ada mustholah mantiqiyyah, yang mau gak mau (karna hal itu) kita harus belajar mantiq, agar kita bisa belajar terus. (sehingga) ga ada fase dimana kita berhenti belajar. karna (dengan mempelajari ilmu tersebut) kita nanti ada bekal untuk belajar sendiri…” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tidak menjadikan jurusan sebagai batasan untuk tidak mempelajari ilmu islam lainnya, “…Walaupun kita beda-beda jurusannya, tapi jurusan kita saling berkesinambungan. seperti kalung yang terdiri dari mutiara-mutiara yang saling berkesinambungan. Mutira itulah ilmu-ilmu yang harus kita pelajari agar pemahaman atas agama kita itu utuh…” ujarnya.

Selain daurah tersebut menjadi ajang pengenalan mahasiswi baru terhadap ilmu mantiq, daurah tersebut juga menjadi sarana pemantapan bagi mahasiswi yang sudah mempelajarinya sebelumnya.
 

Reporter: Aisy Nabila Munawwarah

Editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
03Jul

Semarak Idul Adha, Jumlah Hewan Qurban Mengalami Peningkatan

3 Juli 2023 buutsfpib Berita

Perayaan qurban bersama FPIB pada Idul Adha tahun 1444 H baru saja dihelat pada Kamis (29/06/2023) dan Jum’at (30/06/2023). Semaraknya kegiatan yang diikuti seluruh warga FPIB tersebut, dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik hingga total hewan qurban yang mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Kegiatan ini dimulai pada Kamis (29/06/2023), dengan pemotongan hewan qurban sejumlah 1 ekor sapi, 10 ekor kambing, dan 8 ekor domba. Sebuah angka yang menggambarkan peningkatan antusias warga dari tahun sebelumnya dengan total hewan qurban sebanyak 4 ekor kambing dan 10 ekor domba. Kegiatan ini ditutup dengan Open House dan Tasyakuran pada Jum’at malam (30/06/2023) yang menampilkan berbagai penampilan menarik seperti: Hadrah, Silat, dan Nasyid di Bustan Thal’at, Bu’ust Banin.

Ainul Mamnu’ah selaku Ketua 3 FPIB berharap dengan terlaksananya kegiatan tersebut dapat memberikan kesan baik pada perayaan Idul Adha tahun ini, “…Semoga orang-orang punya kesan bagus dengan Idul Adha dan Open House kali ini,” ujarnya.

Kemeriahan acara tersebut tak hanya dinikmati oleh warga FPIB. Pasalnya, beberapa pelajar dari berbagai negara juga ikut menikmati kegiatan tersebut yang turut mengelilingi lapangan bahkan dari kejauhan.

Reporter: Aisy Nabila Munawwarah

Editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
30Apr

HEALTHY DAY: Jangan Remehkan Cek Kesehatan

30 April 2023 buutsfpib Berita

Pentingnya menjaga kesehatan untuk keberlangsungan hidup yang mumpuni. Divisi Kesehatan FPIB bekerjasama dengan almamater FADAN (Forum Abituren Darunahdlatain Nahdhatul Wathan) Mesir telah sukses menggelar program pengecekan kesehatan Healthy Day Pada Jum’at (28/04/2023) di Sekretariat PwK NWDI Mesir. Digelarnya kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya dalam membangkitkan kesadaran akan pentingnya pengecekan kesehatan badan yang kerap kali diremehkan, dengan difasilitasi beberapa pos-pos pengecekan seperti: cek glukosa, cek golongan darah, cek tekanan darah, saturasi oksigen, serta BMI (Body Mass Index).

Khoirunnisa Izzati, selaku pelaksana kegiatan tersebut yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran tingkat 4 menegaskan urgensi diadakannya pengecekan kesehatan ini, “Acara ini sangat menunjang pendataan kesehatan anggota bu’uts, terutama untuk mengidentifikasi warga yang mempunyai penyakit bawaan dari Indonesia. Sehingga kita bisa menanggulangi dari bangkitnya penyakit tersebut” ujarnya.

Selain itu, Mohammad Al-Ghozali selaku ketua almamater FADAN Mesir juga menekankan pentingnya bagi Masisir memastikan kesehatan badan sebagai perantauan, “…karena banyak di antara kita khususnya Masisir, yang kurang menjaga pola hidup sehat terutama pada makanan. Karna disini kita mengandalkan diri sendiri, tanpa adanya kontrol dari orang tua…” tekannya.

Kegiatan pengecekan kesehatan ini disambut baik dan memiliki dampak positif. Mohammad Al-Ghazali menambahkan, “semoga Healthy Day ini bisa diadakan setiap setahun, minimal 2 kali, atau kalau ga bisa, sekali ga papa” ungkapnya.

reporter: Hanura Dewi Fadilah

editor: redaktur

Read more
27Apr

Ormaba Bu’uts: Momentum Sosialisasi dan Pengenalan Dinamika Masisir

27 April 2023 buutsfpib Berita

Ormaba (Orientasi Mahasiswa Baru) Bu’uts menjadi sebuah event tahunan yang tak bisa dilewatkan begitu saja oleh setiap mahasiswa baru di Madinatul Bu’ust Al-Islamiyah, kegiatan Ormaba kali ini baru saja digelar pada Senin (24/04/2023) dan Selasa (25/04/2023) di Qoah 15, Bu’ust Banin. Kegiatan tersebut diikuti oleh 57 mahasiswa yang sudah sampai di Mesir dari 102 mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa Al-Azhar tahun 2023. Kegiatan Ormaba ini menjadi sebuah momentum sosialisasi dan pengenalan dinamika Masisir yang penting guna membekali mahasiswa baru dalam dunia perkuliahan, asrama, keamanan dan ketertiban, hingga seputar kesehatan.

Bagas Ade Prakosa selaku Dewan Pengurus Organisasi Badan Otonom KPBA (Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar) mengingatkan urgensi mengetahui rangkaian administrasi selama di bu’ust, “.…karna ini urgent sekali, jika antum tidak mengetahui alur administrasi, fatal jadinya. Bisa jadi beasiswa antum ga turun, atau bahkan lebih parahnya lagi antum diusir dari bu’ust…” tegasnya.

Feri Putra Kurniawan selaku Ketua Umum FPIB yang juga menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi bagian kesahatan acara tersebut mengingatkan untuk tidak pernah menganggap sepele setiap sakit yang dirasakan, “…. ah, hanya mimisan. jangan pernah sepelekan penyakit di negara orang, syukur ada yang ngurusin di sini…” ujarnya.

Acara tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan outdoor di Hadiqoh Dauliyah dengan berbagai permainan menarik untuk memupuk ukhuwah diantara para peserta.

reporter: Aisy Nabila Munawwarah

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
20Apr

Menyikapi Penghujung Ramadhan melalui Burdah

20 April 2023 buutsfpib Ramadhan

Oleh : Muhammad Awwabinhafizh

Di penghujung bulan Ramadhan tentunya kita harus memiliki sikap sedih sebagai orang muslim. Bagaimana tidak? Bulan ini disebutkan sebagai bulan yang penuh rahmat, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat, serta terdapat di dalamnya satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits. Maka, bulan ini dijadikan oleh mayoritas umat islam sebagai ajang untuk taqarrub kepada Allah SWT.

Selanjutnya, para ulama sepakat, agar setiap muslim memiliki sifat roja’ dan khouf dalam menjalankan syari’at Islam. Meskipun, dalam pemakaiannya ada perbedaan, madzhab Imam Malik menganjurkan supaya lebih memperbesar sifat khouf daripada roja’ saat dalam keadaan sehat. Dan sebaliknya, jika dalam keadaan sakit ataupun keadaan sakaratul maut, maka dianjurkan untuk memperbesar sikap roja’nya. Sedangkan menurut madzhab Imam Syafi’I, menjadikan keduanya seimbang layaknya dua sayap dalam keadaan sehat ataupun sakit.

Setelah kita semua melakukan berbagai macam usaha untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka di akhir bulan Ramadhan kita sebaiknya memiliki sifat roja’. Apa itu roja’? Yaitu, mengharapkan sesuatu yang ia sukai di masa yang akan datang dengan melakukan usaha untuk mengambil sebab-sebab terwjudnya keinginan tersebut. Usaha untuk mengambil sebab inilah, yang membedakan antara roja’ dan toma’.

Kembali lagi, berbicara tentang roja’, penulis ingin menyertakan dua bait Burdah karangan Imam Bushiri yang dapat kita ambil pelajaran bersama. Seperti yang kita ketahui, bahwa Imam Bushiri menuliskan qasidah Burdah saat terkena penyakit lumpuh yang tidak ada dokter pada zaman itu bisa menyembuhkan. Kemudian, dalam fasl-nya yang terakhir (fasl 10) Imam Bushiri menuliskan:

يا نفس لا تقنطي من زلّة عظمت

إنّ الكبائر في الغفران كاللمم

لعلّ رحمة ربّي حين يقسمها

تأتي على حسب العصيان في القسم

“Wahai Jiwa, janganlah putus asa karena dosa besar. Sesungguhnya dosa besar seperti halnya dosa kecil dalam kemungkinan diampuni oleh Allah.”

“Semoga rahmat Allah ketika dibagi-bagikan (pada hari akhirat), dibagikan sesuai ukuran kemaksiatan yang ia lakukan“

Bait pertama mengajarkan kepada kita, agar tidak pernah putus asa dalam mengharapkan rahmat Allah, mengingat rahmat-Nya yang begitu luas. Di sini juga dijelaskan, bahwa Allah dengan rahmat-Nya, memungkinkan untuk mengampuni dosa-dosa besar yang dilakukan oleh seorang muslim. Bait ini sekaligus menentang pendapat madzhab Mu’tazilah yang mengatakan bahwa, seorang muslim yang melakukan dosa besar akan kekal di dalam neraka, meskipun azabnya lebih ringan daripada seorang kafir (manzilah baina manzilatain).

Sedangkan bait kedua, menjelaskan harapan dari Imam Bushiri dalam mendapatkan rahmat-Nya di hari akhir nanti. Barang siapa yang mendapatkan dirinya kemaksiatan yang besar, akan mendapatkan rahmat (rahmat untuk menututpi kemaksiatan) dari-Nya yang besar pula. Begitu pula, jika ia melakukan kemaksiatan yang kecil. Atau dengan kata lain, rahmat yang didapatkan sebanding dengan kemaksiatan yang diperbuat.

Bagaimana Imam Bushiri berharap demikian, bukan lain karena rahmat Allah begitu luas dan tidak ada batasnya. Sebaliknya, kemaksiatan hanyalah bersifat sementara, ia akan berhenti setelah tidak adanya kehidupan di dunia. Juga, harapan besar Imam Bushiri ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW;

قال رسول الله صلّ الله عليه وسلّم : إنّ لله مئة رحمة يرحم بها عباده، وضع منها رحمة واحدة في الدنيا فبها يتراحمون و يتعاطفون حتّى إنّ البهيمة لترفع حافرها عن ولدها خشية أنْ تطأه و أخّر سبحانه و تعالى تسعا و تسعين رحمة يرحم عباده يوم القيامة (رواه مسلم)

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
16Apr

Keistimewaan Lailatul Qadar

16 April 2023 buutsfpib Ramadhan

oleh: Zhilaluha Austi

بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ ١

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ ٣
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ ٤
سَلَـٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ ٥

Di antara keistimewaan Ramadhan, ada malam yang sangat agung dan mulia, yakni Lailatul Qadar. Berikut 7 Keistimewaan Lailatul Qadar:

  • Malam di mana Allah menurunkan Al-Quran dari secara utuh dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah. Kemudian diturunkan kepada Rasulullah SAW pada 17 Ramadhan melalui Jibril a.s. berupa wahyu pertama Q.S. Al ‘Alaq:1-5.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan“. (QS. Al-Qadar [97]: 1)

Hadits riwayat Imam Nasa`i dan Hakim dari Ibnu Abbas ra:

فصل القرآن من الذكر فوضع في بيت العزة من السماء الدنيا فجعل جبريل ينزل به على النبي صلى الله عليه وسلم

“Diturunkan Al-Quran dari az-Zikr (Lauh Mahfudh) maka di letakkan di Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi SAW (H.R. Imam Nasai , Hakim, Thabrani).”

Hadits riwayat Nasai, Hakim dan Baihaqi dari Ibnu Abbas:

أنزل القرآن جملة واحدة إلى سماء الدنيا ليلة القدر ثم أنزل بعد ذلك في عشرين سنة

“Diturunkan Al-Quran satu jumlah kepada langit dunia pada malam lailatul qadar kemudian di turunkan (kepada Rasulullah SAW) setelah demikian dalam masa 20 tahun.” (H.R. Nasai, Hakim, Baihaqy, Ibnu Mandah).

Hadits riwayat Hakim dan Baihaqi:

عن ابن عباس أنه سأله عطية بن الأسود فقال أوقع في قلبي الشك قوله تعالى: {شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ} وقوله: {إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ}. وهذا أنزل في شوال وفي ذي القعدة وفي ذي الحجة وفي المحرم وصفر وشهر ربيع. فقال ابن عباس إنه أنزل في رمضان في ليلة القدر جملة واحدة ثم أنزل على مواقع النجوم رسلا في الشهور والأيام

Dari Ibnu Abbas, beliau ditanya oleh Athiyah bin Aswad. Athiyyah berkata: “timbul keraguan padaku atas firman Allah شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآن  (al-Baqarah 185) dan firman Allah إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (al-qadar 1) sedangkan ayat ini di turunkan pada bulan syawal, bulan Dzul Qa’dah, DzulHijjah, Muharram, Safar dan bulan Rabi`. Ibnu Abbas berkata: sesungguhnya di turunkan al-quran dalam malam lailatul qadar secara satu jumlah keseluruhan kemudian di turunkan berdasarkan waktu kejadian dalam beberapa bulan dan hari karena sebagai kasih sayang (bagi umat)” (H. R. Thabrani).

  •   Malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan“. (QS. Al-Qadar [97]: 3)

Malam yang lebih baik dari kebaikan dalam 1000 bulan atau sekitar 83 tahun. Umat terdahulu diberi Allah umur yang panjang hingga ratusan tahun; sehingga bisa beribadah dengan banyak, sedangkan umat Rasulullah berumur pendek, Maka Allah jadikan malam Lailatul Qadar salah satu rahmat Allah untuk umat Rasulullah agar bisa beribadah dengan pahala berganda.

  • Malam penuh keberkahan.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” (Q. S. Ad-Dukhan: 3)

  • Malaikat dan Ruh turun pada Lailatul Qadar.

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan” (QS. Al Qadar: 4)

  • Malam kesejahteraan dan penuh keselamatan

سَلَـٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadar: 5)

  • Malam dicatatnya takdir tahunan

فِيْها يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْم

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad-Dukhan: 4)

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahhak dan ulama salaf lainnya.

  • Malam pengampunan

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ قَام لَيْلَةَ القَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Mengenai waktunya “Kapankah Lailatul Qadar itu?” Para ulama sepakat bahwa ia tersembunyi di 10 hari terakhir. Disembunyikan agar semua orang berlomba mencarinya di seluruh tempat persembunyiannya. Dan Hendaknya kita membaca Doa yang Rasulullah SAW ajarkan kepada Sayyidah Aisyah r.a ketika mencari malam Lailatul Qadar:

اللهم إنك عفو تحبّ العفو فاعف عني

Allah adalah Yang Maha Mengetahui segala kebutuhan makhluq-Nya dan selalu memenuhi seluruh kebutuhan makhluq-Nya. Sebagaimana Allah menghadiahkan Lailatul Qadar untuk umat muslim karena umur kita yang singkat sedangkan kita belum banyak beramal. Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Maha Penyantun, dan Yang Maha Memberi telah memberikan untuk umat Rasulullah SAW kelebihan yang tidak ada pada umat yang lain atas rahmat-Nya karena Allah SWT mengutus Nabi Muhammad sebagai nabi penutup. Maka Allah sempurnakan Islam sebagai agama kebenaran yang kamil.

اللهم صل على محمد إمام المرسلين

لمّا كان يبحثون لك اسما به تُعَنوَن
لم يجدوا لك لقبا إلا حبيبا
لكون الحبّ أعظم عامل للجنون
يفكّرون عنك وليس هو طلبا
يسمّونك الساحر وأنت من المسلمين
يسحّرون الدنيا حتى تشتهر مِنك اسما
إلى يوم الفتح وهم مستسلمون
لقد ظهر الحق أنك عند الله رسولا

Ketika kaum kafir Quraisy sibuk mencari sebutan untuk menudingmu perih.
Mereka tidak mendapati julukan yang lebih sesuai selain seorang kekasih.
Karena tidak ada yang bisa membuat seseorang menjadi gila lebih dari cinta.
Engkau tidak gila, sedang mereka telah gila memikirkanmu siang malam tanpa dipinta.
Mereka sepakat menyebutmu penyihir karena engkau mengucap salam.
Tapi merekalah yang menyihir dunia dengan namamu ke seluruh penjuru alam.
Hingga tiba hari fath dimana mereka menyerah dan mengaku salah.
Kenyataan yang haqq bahwa engkau memang adalah Rasulullah.

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
13Apr

Inilah Cara Masisir Merayakan Ramadhan

13 April 2023 buutsfpib Ramadhan

oleh: Amiruddary Nur Mustofa

Sebagai seorang muslim, tentunya kita menyambut dengan gembira atas datangnya bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini merupakan kesempatan emas bagi orang-orang untuk menjalaninya dengan berbagai cara. Masyarakat Indonesia -seperti yang kita ketahui- menjalani ibadah Ramadan ini dengan segala tradisi dan amalannya. Sekarang, marilah kita menengok: bagaimana cara orang Indonesia melewati Ramadan di luar negeri?

Ramadan di Mesir tentunya mempunyai suasana yang berbeda dengan Ramadan di Indonesia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa di Al-Azhar dikenal sebagai salah satu yang terbesar jumlahnya di antara pelajar asing lain. Sebagai orang Indonesia di Mesir, kami, para mahasiswa yang biasanya juga disebut sebagai ‘Masisir’ ini mempunyai cara untuk menjalani Ramadan di Mesir. Ada beragam hal yang bisa ditemui oleh Masisir di sini.

Penasaran? Inilah ragam kegiatan kami selama bulan Ramadan:

  • Ngaji

Mesir terkenal sebagai kiblat bagi para penuntut ilmu. Saat Ramadan tiba, beberapa pengajian memang diliburkan dan dilanjutkan setelah Ramadan berakhir.

Apakah artinya tempat-tempat pengajian menjadi sepi?Oh, tidak!

Kegiatan pengajian dan talaqqi tidak serta-merta menurun begitu saja. Bahkan, berbagai tempat mengadakan pengajian yang dikhususkan di bulan Ramadan ini. Biasanya, pengajian-pengajian ini memfokuskan kepada kajian hadis, sirah, dan tasawuf.

Selain itu, ada pula beberapa majelis peringatan hari-hari tertentu, seperti majelis peringatan Nuzulul Quran atau peringatan perang 10 Ramadan (perang Mesir melawan Israel). Biasanya, majelis ini diadakan di Masjid Al-Azhar setelah salat Tarawih.

  • Berburu Ma’idah

Salah satu kebiasaan orang Mesir yang terkenal di bulan Ramadan adalah memberi makan dan minum orang-orang yang berbuka puasa. Biasanya disebut juga dengan Maidatu-l Rahman. Berbagai kalangan dari berbagai tempat mengadakan acara buka puasa bersama setiap hari, dengan menu makanan yang beraneka ragam pula.

Inilah yang dicari oleh para mahasiswa: “Menu Berbuka, dengan Percuma!” Biasanya, kami mulai keluar dari rumah setelah shalat Ashar dan mulai berburu dan mencari tempat yang menyediakan Maidatu-l Rahman ini. Kami saling bertukar informasi mengenai tempat yang menyediakan menu berbuka gratis, plus lokasi dan menu yang disediakan. Tak jarang dari kami yang berpindah-pindah tempat berbuka setiap harinya.

  • Tarling

Kairo terkenal sebagai ‘Kota Seribu Menara’. Bila kalian keluar dari kamar dan berkeliling kota, kalian akan menemukan pemandangan menara-menara yang menghiasi kota. Sejak awal mula Islam berkembang di Mesir, masjid-masjid yang besar dan indah dibangun di seluruh penjuru kota. Banyak dari masjid-masjid ini yang menjadi warisan: sebagai saksi kejayaan Islam di masa lampau.

Beberapa dari kami memiliki kebiasaan yang sulit dicari di tempat lain: “Tarling!”.“Tarling” atau “Tarawih Keliling” biasanya kami adakan setiap malam, selama bulan Ramadan. Kami berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya dan merasakan bagaimana salat Tarawih diadakan di sana. Tujuan dari tarling ini beraneka macam: ada yang memang ingin merasakan suasana yang berbeda di setiap salat Tarawih, ada yang ingin beribadah sekaligus wisata sejarah, dan lain-lain.

Nah, itulah aneka ragam kegiatan Masisir selama bulan Ramadan berlangsung. Sebenarnya, masih banyak lagi kegiatan-kegiatan Masisir yang lainnya selain tiga hal yang ada di atas. Tentunya, di bulan Ramadan ini kami juga memperbanyak ibadah dan amalan-amalan kebaikan sebagaimana yang dianjurkan oleh para guru dan masyayikh kami.

Semoga amal ibadah kita diterima dan ketakwaan kita bertambah di Ramadan kali ini. Amin.

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
12Apr

Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

12 April 2023 buutsfpib Ramadhan

oleh: Cindy Sasdita

Sebagai bulan yang istimewa bagi umat Nabi Muhammad saw, bulan tersebut memiliki sejumlah amalan-amalan sunnah yang patut dikerjakan oleh seorang Muslim guna menyempurnakan amalan wajibnya. Berikut adalah sepuluh amalan sunnah di bulan Ramadhan.

  • Melaksanakan sahur

Selain sebagai suplai tenaga di siang hari pada bulan Ramadhan, sahur juga menjadi salah satu amalan sunah di bulan Ramadhan, lebih dianjurkan untuk diakhirkan selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan: apakah masih malam atau sudah terbit fajar.

Rasulullah saw bersabda:  

  لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا أَخَّرُوا السَّحُورَ وَعَجَّلُوا الْفِطْرَ 

 Artinya, “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka,” (HR Ahmad).

Rasullullah SAW juga bersabda bahwa makan sahur merupakan berkah dan dianjurkan untuk tidak meninggalkannya, walaupun hanya minum setenggak air. Allah dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. Sahur memiliki keberkahan sendiri, karena dapat membuat orang puasa menjadi kuat dan terasa ringan untuk menjalankannya.

  • Menyegerakan berbuka puasa

Hendaknya orang berpuasa untuk segera berbuka begitu waktu maghrib tiba. Selain itu, berbuka lebih dianjurkan untuk memakan kurma, atau jika tidak ada maka bisa dengan air putih biasa.   

Menyegerakan berbuka puasa adalah hal yang mudah dilakukan untuk memperoleh amalan. Hal ini terdapat dalam HR. Al-Baihaqi :

كان أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم أعجل الناس إفطارا وأبطأهم سحورا

“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya”.

  • Membaca doa saat berbuka puasa

Di antaranya adalah doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلَتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اِغْفِرْ لِي اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ   

Atau doa yang lebih masyhur berikut: 

  اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِ 

  • Mandi besar

Mandi besar dari junub, haid, atau nifas sebelum terbit fajar agar bisa menunaikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus, dan sebagainya jika mandi setelah fajar.   

  • Menjaga ucapan

Menjaga ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika bisa menimbulkan dosa. Sebab, hal itu bisa mengurangi pahala puasa.

Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi bersabda bahwa puasa bukan hanya untuk menahan diri dari makan minum saja. Melainkan juga untuk menahan dri dari kata-kata laghwu dan rafats. Laghwu adalah perkataan tidak berfaedah sedangkan rafats adalah perkataan jorok.

  • Menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan hikmah puasa

Kendati tidak membatalkan puasa, umat Islam dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan hikmah puasa, seperti berbuka puasa sampai perut menjadi kekenyangan atau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk memuaskan nafsu. 

  •   Memperbanyak sedekah

Orang yang berpuasa hendaknya memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama sedekah makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Sebab, orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang berpuasa mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi. 

Bersedekah saat Ramadhan juga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Rasul. Kedermawanan beliau diibaratkan seperti angin berhembus. Menurut HR Bukhori, Rasul adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanannya meningkat saat Ramadhan apalagi Jibril datang menemuinya.

  • Memperbanyak i’tikaf di masjid

Sebaiknya i’tikaf dilakukan selama satu bulan penuh, tapi jika tidak bisa maka diutamakan sepuluh hari terakhirnya saja karena pada hari-hari itu terdapat malam Lailatul Qadar.   

Iktikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari ridha Allah dan intropeksi diri atas perbuatan-perbuatannya. Saat pandemi, beriktikaf menurut Quraish Shihab yang dilansir dari pemberitaan di detik pada (24/4/20), iktikaf dapat dilakukan di rumah. Karena tujuan dari iktikaf itu sendiri adalah merenung. Quraish juga menambahkan bawasannya dalam menjalankan iktikaf harus melihat substansinya yaitu merenung, intropeksi diri, dan muhasabah. Hal tersebut tidak harus dilakukan di masjid dapat juga di rumah.

  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan. Oleh karena itu mengaji atau tadarus adalah amalan sunnah di bulan puasa Ramadhan yang sangat dianjurkan.Berikut adalah hadist mengenai tadarus:

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

“Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H.R. Bukhari No. 3220)

Paling tidak bisa mengkhatamkan satu kali dalam satu bulan Ramadhan. Semakin banyak khatam semakin baik sebagaimana dianjurkan oleh banyak ulama.

  • Perbanyak Berdoa

Dalam hadist yang diriwayattkan Abu Hurairah terdapat tiga doa yang tidak akan pernah ditolak oleh Tuhan. Ketiga orang tersebut adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka, doa dari pemimpin yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Oleh karena itu saat bulan Ramadhan perbanyaklah berdoa, niscaya akan dikabulkan oleh Allah.

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
  • 1…34567…13
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak