FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Artikel

Home / Artikel
25Nov

FPIB Gelar Bakti Sosial, Wujud Dedikasi Islam untuk Masyarakat

25 November 2024 buutsfpib Berita

Kamis, 14 November 2024 – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) melalui Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) sukses menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Acara ini terlaksana atas kerja sama dengan lembaga sosial lokal di Mesir, di antaranya Dār Aytam dan Jam’iyah Risalah Li-l-A’mal Khairiyah.

Pada kegiatan bakti sosial pertama, bantuan disalurkan ke Dār Aytam yang berlokasi di Asyir. Sedangkan pada Kamis, 14 November 2024, bantuan disalurkan ke Jam’iyah Risalah Li-l-A’mal Khairiyah yang berkantor di daerah 16 Oktober dengan cabang di Abbas Aqad.

Acara ini berlangsung hanya dalam satu hari, tetapi persiapannya dilakukan dengan matang selama satu minggu. Para anggota FPIB aktif mengumpulkan berbagai donasi seperti pakaian layak pakai, alat tulis, buku bacaan, dan barang-barang lainnya. Dengan penuh semangat, mereka mengemas dan menyalurkan bantuan kepada lembaga yang dituju.

Momen penyerahan bantuan bakti sosial oleh pengurus FPIB

Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian antar sesama umat Nabi Muhammad.

“Acara ini adalah bentuk nyata dedikasi nilai-nilai Islam dan pengabdian kami, FPIB, kepada masyarakat sekitar. Kami berharap, FPIB terus menjadi jembatan penghubung, wadah penyalur, serta tangan penebar kebaikan bagi anggotanya dan lingkungan sekitar,” ujar salah satu perwakilan FPIB.

Meskipun persiapan berjalan dengan baik, panitia menghadapi sejumlah kendala teknis yang berhasil diatasi berkat kerja sama tim. Antusiasme anggota FPIB dan masyarakat menjadi kunci kesuksesan acara ini.

Dengan terlaksananya bakti sosial ini, FPIB berharap dapat terus berkontribusi secara aktif dalam kegiatan serupa di masa depan.

Penulis & Editor : Dimas Dwi Gustanto

Read more
15Nov

FPIB Sukses Gelar Short Course Pemikiran Islam di Kairo, Kupas Tantangan Modernitas terhadap Umat Islam

15 November 2024 buutsfpib Berita

Kairo, Mesir – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) dengan sukses menyelenggarakan acara bertajuk “Short Course Pemikiran Islam” pada Rabu dan Kamis, 13-14 November 2024. Bertempat di Qo’ah 7 Buuts, kegiatan ini berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00 CLT dan mendapat antusiasme besar dari para pelajar Indonesia di Kairo.

Acara ini menghadirkan dua tema penting yang relevan dengan tantangan umat Islam di era modern, yakni “Pengantar Orientalisme, Islamic Studies, dan Tantangan Islam di Era Modern” serta “Problem Sekulerisme dan Tantangan Umat Islam.” Kedua topik ini disampaikan secara mendalam oleh dua pembicara yang kompeten, Ustadz Lubab Hud Abdullah, Lc., dan Ustadz Muhammad Aulia Rozaq.

Ust. Lubab Hud Abdullah, Lc. (atas), dan Ust. Muhammad Aulia Rozaq (bawah).

Melalui paparan yang lugas dan interaktif, para pembicara menjelaskan bahwa orientalisme dan sekulerisme adalah dua arus pemikiran yang perlu diwaspadai oleh umat Islam. Kedua ideologi ini sering kali dikemas dalam balutan modernitas yang memikat, sehingga tanpa disadari dapat memengaruhi dan menggerus pemahaman Islam yang autentik. Peserta diajak untuk memahami dampak dari ideologi tersebut serta cara bersikap kritis terhadap pemikiran-pemikiran yang berpotensi menyimpang dari ajaran Islam.

Selain menambah wawasan, acara ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk mendalami tantangan intelektual yang dihadapi umat Islam di tengah derasnya arus globalisasi dan modernitas. Para peserta mengaku sangat terbantu dengan pemaparan yang diberikan dan merasa lebih siap menghadapi perkembangan pemikiran yang kompleks di era kontemporer.

Penyerahan piagam oleh ketua FPIB, Arya Wira Nugraha kepada para pembicara “Short Course Pemikiran Islam”.

FPIB, sebagai penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan membekali para pelajar dengan wawasan kritis terhadap tantangan intelektual. Dengan keberhasilan acara ini, FPIB berencana untuk terus mengadakan program serupa di masa depan guna menjaga semangat belajar dan mengembangkan kapasitas intelektual pelajar Indonesia di Kairo.

Penulis : Dimas Dwi Gustanto

Read more
03Nov

Rubu’ FPIB “Sirah Nabawiyah”

3 November 2024 buutsfpib Berita
Ustadz Fajar Ilman Nafi’, pemateri pada kajian kali ini sedang memberikan materi tentang Sirah Nabawiyah.

Buuts, Kairo — Antusiasme warga Buuts terhadap kajian Sirah semakin terasa dengan diselenggarakannya program “Rubu’ Sirah Nabawiyyah” yang dipandu oleh Ustadz Fajar Ilman Nafi’, seorang mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam dan penulis buku Mustalahat Imaroh dan Jejak-Jejak Qol’ah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam enam pertemuan yang akan digelar setiap hari Sabtu, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, dengan pertemuan perdana pada tanggal 2 November 2024.

Dalam program ini, peserta akan menikmati suasana kajian yang hangat di Sekretariat El-Qudwah, tepatnya di Kamar 42, Imaroh Tolaat. Kajian juga didukung dengan fasilitas seperti papan tulis, snack ringan, dan es teh untuk menambah kenyamanan peserta.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kajian Sirah Nabawiyah

Program ini diikuti oleh belasan peserta yang antusias mempelajari sirah lebih mendalam. Salah satu peserta, Iqbal, menyampaikan kesan positifnya, “Materinya keren, pematerinya benar-benar pakar.”

Dengan semangat warga Buuts yang tinggi, diharapkan program kajian Rubu’ Sirah Nabawiyyah ini dapat menjadi wadah inspiratif dalam memperdalam ilmu sirah dan memperkuat kecintaan terhadap sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Penulis : Gaza Satria Lutfi

Editor : Dimas Dwi Gustanto

Read more
03Nov

Upgrading Fotografi FPIB di Syari’ Muiz: Meningkatkan Kemampuan Anggota dalam Seni Fotografi

3 November 2024 buutsfpib Berita
Momen kegiatan upgrading fotografi yang bertempat di Syari’ Muiz.

Kairo — Untuk memperdalam keterampilan fotografi para anggotanya, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) melalui divisi media mengadakan kegiatan “Upgrading Fotografi” yang berlangsung di Syari’ Muiz pada Jumat (1/11). Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta dan dimulai pukul 08.30 hingga menjelang waktu salat Jumat.

Pada sesi kali ini, tiga tutor berpengalaman, yaitu Muhammad Said Nabil, Ibrahim Adham, dan Arya Wira Nugraha, hadir untuk berbagi ilmu seputar teknik dasar fotografi. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang segitiga exposure dan komponen-komponen penting kamera, seperti jenis lensa, pengaturan angle, hingga praktik pengambilan gambar.

Para peserta mengikuti acara ini dengan antusias. Selain teori, kegiatan juga diisi dengan sesi sharing di mana peserta dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai dunia fotografi.

Muhamad Soleh, salah satu peserta, menyampaikan kesannya, “Acara Upgrading Fotografi divisi media ini benar-benar menambah wawasan kami soal dunia fotografi, mulai dari pengaturan dasar kamera, segitiga exposure, sampai ke berbagai angle dalam pemotretan. Semoga dengan acara ini kami, khususnya divisi media FPIB, bisa terus mengembangkan skill fotografi kami ke depannya.”

Melalui kegiatan ini, FPIB berharap para anggotanya dapat meningkatkan kualitas dokumentasi dan visual, mendukung kegiatan-kegiatan yang akan datang, dan terus berkarya dalam bidang fotografi.

Penulis : Dimas Dwi Gustanto

Read more
02Nov

FPIB Awali Bulan dengan Gowes Bersama untuk Kesehatan dan Kebersamaan

2 November 2024 buutsfpib Berita

Kairo – Jumat, 1 November 2024, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) mengawali bulan dengan mengadakan kegiatan olahraga bersama, yaitu gowes sepeda. Kegiatan ini diikuti oleh 17 anggota FPIB yang terdiri dari 5 orang banin dan 12 orang banat. Acara dimulai pada pukul 07.00 pagi dengan berjalan kaki dari Madinah al-Buuts al-Islamiyyah menuju kawasan Darrasah untuk menyewa sepeda.

Setelah pemanasan dengan jalan pagi, kegiatan gowes dimulai pada pukul 08.30. Para peserta melintasi rute dari Darrasah menuju beberapa ikon Kairo, yaitu Attaba, Ramses, Mamsya Nil, hingga tujuan akhir di jembatan Nil. Selain berolahraga, para peserta dapat menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan.

Koordinator kegiatan, Muhammad Dura, mahasiswa angkatan Athena, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota FPIB dan menjaga kebugaran fisik para peserta. “Kegiatan gowes ini merupakan inovasi dari Divisi Kesenian dan Olahraga FPIB Azeemah 2023-2024 yang belum pernah diadakan oleh kabinet-kabinet sebelumnya,” ujar Dura.

Para peserta mengaku bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan berhasil memperkuat ikatan persaudaraan antar anggota FPIB. Selain itu, pemandangan kota Kairo yang mereka nikmati selama perjalanan memberikan penyegaran tersendiri di tengah kesibukan.

Tempat penyewaan sepeda yang dipilih berlokasi di daerah Gamaliya dan Khadrawi, dengan biaya sewa sebesar 75 LE untuk lima jam pemakaian.

Dokumentasi Kegiatan Gowes Bersama FPIB

Penulis : Gaza Satria

Editor : Dimas Dwi

Read more
31Agu

“Menguak Keindahan Al-Qur’an Melalui Syair: Seminar Maqro Bersama Ustadz Syihab Syaibani, Lc.”

31 Agustus 2024 buutsfpib Berita
Penyerahan Piagam oleh Ketua FPIB, Arya Wira Nugraha kepada pemateri, Ustadz Syihab Syaibani, Lc.

Rabu, 28 Agustus 2024, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) bekerja sama dengan Keluarga Mathaliul Falah (KMF) Mesir mengadakan sebuah seminar bertajuk “Seminar Maqro: Memahami Al-Qur’an Melalui Syair” di sekretariat KMF Mesir, Gamaliya, Kairo. Pemateri yang dihadirkan pada kesempatan kali ini adalah Ustadz Syihab Syaibani, Lc., atau yang lebih dikenal di kalangan masisir sebagai Ustadz Beben, sang maestro syair dari Indonesia. Hebatnya, beliau pernah mendapat pujian dari Syekh Fauzi Konate terkait kemampuannya dalam berbahasa Arab. Syekh Fauzi Konate bahkan menyebut bahwa Ustadz Beben sudah memiliki saliqoh arabiy (watak berbahasa Arab asli), menjadikannya hampir seperti penutur asli saat membuat syair dalam bahasa Arab.

Seminar ini diadakan untuk mengenali Al-Qur’an dari segi keindahan bahasanya. Kita tahu bahwa syair adalah tempat berkumpulnya keindahan kata yang dibalut oleh manisnya ilmu balaghah, dan Al-Qur’an berada di puncak tertinggi balaghah. Seseorang tidak akan mungkin mencapai tingkat tertinggi sebelum menapaki tingkat-tingkat sebelumnya. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini FPIB bersama KMF Mesir ingin memperkenalkan kepada para masisir cara memahami keindahan Al-Qur’an melalui syair.

Ketika diwawancarai, salah satu anggota divisi keilmuan FPIB menyatakan bahwa kolaborasi kali ini dilakukan karena pengurus FPIB tidak mendapatkan izin dari amid Madinatul Buuts untuk menggunakan qo’ah yang biasa dipakai untuk seminar. Untuk tetap menjaga semangat memahami Al-Qur’an, FPIB mencari kolaborator untuk tetap melaksanakan seminar yang penting ini. Akhirnya, setelah mengadakan pembicaraan dengan pihak KMF Mesir, FPIB sepakat untuk berkolaborasi dengan mereka.

Seminar diadakan dalam satu hari selama 90 menit, ditambah sesi tanya jawab setelahnya. Adapun peserta yang diundang adalah seluruh masisir yang ingin lebih mendalami keindahan bahasa Al-Qur’an. Salah satu poin penting yang bisa diambil dari seminar ini adalah bahwa mempelajari syair Arab, terutama syair jahiliyah, sangat penting untuk menyingkap beberapa makna Al-Qur’an yang tersembunyi.

Penulis: Gaza Satria Lutfi

Read more
20Jul

Keseruan Summer Swimming bersama FPIB: Menikmati Aktivitas Sehat di Musim Panas

20 Juli 2024 buutsfpib Berita

Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) sukses menggelar kegiatan “Summer Swimming” untuk para pelajar Indonesia di Buuts, yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah semangat dan menjaga kebugaran jasmani, serta memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menikmati kegiatan olahraga yang menyenangkan selama musim panas.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yaitu Muqattam untuk peserta laki-laki (banin) dan Wafa El Amal untuk peserta perempuan (banat). Acara dimulai pukul 09.00 CLT dan berakhir pada pukul 12.00 CLT.Acara ini diikuti oleh sejumlah pelajar yang antusias. Dokumentasi kegiatan ini menunjukkan kebersamaan dan keceriaan para peserta selama acara berlangsung. Berikut ini adalah beberapa momen yang berhasil diabadikan:

Peserta Banin di kolam renang Muqattam
Peserta banat di kolam renang Wafa El Amal

Kegiatan ini berhasil diselenggarakan dengan baik dan mendapat respon positif dari para peserta. Diharapkan acara serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjaga semangat kebersamaan dan kesehatan para pelajar Indonesia di Buuts.

Oleh: Dimas Dwi Gustanto
Editor: Gaza Satria Lutfi

Read more
09Jul

Rihlah Ruhaniyah Bersama FPIB

9 Juli 2024 buutsfpib Berita
Rombongan Rihlah Ruhaniyah FPIB 2024
Rombongan Rihlah Ruhaniyah FPIB 2024

Pada hari Senin, 8 Juli 2024, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) mengadakan kegiatan Rihlah Ruhaniyah bersama. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke tiga makam ulama kenamaan: Makam Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi, Makam Syekh Ahmad Badawi, dan Makam Syekh Ibrahim Ad-Dasuqi. Ketiga tokoh ini merupakan ulama terkemuka yang pernah dimiliki oleh negeri Kinanah.

FPIB menyediakan dua Coster (mini bus) untuk mengangkut thullab Azhar yang ingin mengisi hati mereka dengan cahaya spiritual dari makam para wali Allah. Setiap Coster membawa 20 banin dan 23 banat menuju destinasi tujuan. Pada pukul 06.44, kedua Coster berangkat dari Buuts menuju makam Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi di provinsi Dakahlia. Perjalanan memakan waktu 1 jam 40 menit.

Setibanya di makam Syekh Mutawalli, para peziarah membacakan surat Yasin, tahlil, dan doa untuk kelancaran dalam menuntut ilmu di negeri para nabi ini. Setelah pembacaan doa, Ahmad selaku tour guide memberikan pemaparan singkat mengenai biografi Syekh Mutawalli. “Beliau sebenarnya ingin membantu bertani, tetapi orang tuanya menyuruhnya untuk melanjutkan sekolah di Al-Azhar,” ungkap Ahmad. Dari sinilah lahir seorang mufassir terkemuka dari fakultas sastra.

Rombongan banin saat di makam Syekh Mutawalli

Setelah ziyarah di makam Syekh Mutawalli, rombongan melanjutkan perjalanan ke kota Tanta untuk mengunjungi makam Syekh Ahmad Badawi. Rombongan berangkat pada pukul 09.31 dan tiba pada pukul 10.38 setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. Di depan makam Syekh Ahmad Badawi, rombongan kembali membacakan Yasin, tahlil, dan doa. Setelah ritual selesai, Ahmad Ayisy membacakan biografi Syekh Ahmad Badawi. “Beliau termasuk salah satu wali Quthb yang tertulis dalam kitab-kitab turats. Haul beliau adalah haul terbesar kedua setelah Sayyidina Hussein,” jelas Ahmad.

Ahmad ketika menjelaskan biografi Syekh Ahmad Badawi. Ahmad dikelilingi rombongan dan pribumi sekitar yang penasaran dengan penjelasannya

Perjalanan dilanjutkan pada pukul 12.06 menuju kota Dasuq, tempat Syekh Ibrahim Ad-Dasuqi dimakamkan. Jarak dari kota Tanta ke Dasuq adalah 57 km, yang membutuhkan waktu hampir 2 jam. Setibanya di Dasuq, rombongan diberi waktu satu jam untuk menuntaskan hajat seperti makan, minum, dan menggunakan fasilitas kamar mandi. Setelah itu, rombongan kembali membacakan Yasin, tahlil, serta doa di makam Syekh Ibrahim Ad-Dasuqi. “Desa beliau ini, kanan-kiri rajin ibadah dan membaca Al-Quran. Ketika ada yang tidak rajin, maka akan malu dengan sendirinya,” ungkap Ahmad sebagai tour guide.

Rombongan banat di depan makam Syekh Ibrahim Ad-Dasuqi

Waktu pulang tiba pada pukul 16.15, rombongan berangkat menuju kota Kairo. Mereka menempuh jarak 173 km dengan waktu tempuh total 4 jam. Rombongan sempat berhenti di daerah Tanta untuk menuntaskan hajat mereka. Perjalanan dikawal penuh oleh polisi, baik di depan maupun di belakang, sejak dari makam Syekh Ahmad Badawi di Tanta. Pulang-pergi dikawal oleh tiga mobil polisi yang selalu bergantian di setiap pos wilayahnya. Akhirnya, rombongan sampai di Buuts pada pukul 20.25.

Reporter : Gaza Satria Lutfi
Editor: Dimas Dwi Gustanto

Read more
01Jul

Sekolah Literasi Bersama FPIB

1 Juli 2024 buutsfpib Berita

Buuts, Kairo – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) menyelenggarakan Sekolah Literasi di Aula Wafa’ Madinatul Buuts Al-Islamiyyah untuk para pelajar Indonesia pada hari Ahad (30/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua FPIB, Arya Wira Nugraha, Sayyida Aisyah Zahira, dan Anisa Nurul Hidayat serta Sekjen FPIB, Akmal Faris Itsarrozan. Pemateri dalam kegiatan Sekolah Literasi yaitu Muhammad Aulia Rozaq (Pembimbing Karya Tulis Ilmiah di Sekolah Pemikiran Islam (SPI)) dan Ainul Mamnuah (Pimpinan Umum Bedug Media 2023/2024).

Acara ini diadakan selama 4 hari bertepatan dengan selesainya kegiatan akademik di Universitas Al-Azhar Kairo. Peserta Sekolah Literasi meliputi mahasiswa Al Azhar yang tergabung dalam Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB). Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk memudahkan para mahasiswa dalam membaca, melatih berpikir kritis, dan menuangkan isi pikiran dengan cara yang elegan, indah, dan tertata.

Ada 4 materi utama yang terbagi menjadi 4 hari acara, yaitu 1) Metode-Metode Membaca, 2) Warta, 3) Artikel Populer Ilmiah, dan 4) Dasar-Dasar Penelitian.

Muhammad Aulia Rozaq membawakan materi hari pertama bertemakan “Metode-Metode Membaca”

Pelaksanaan Sekolah Literasi ini sendiri diharapkan bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami, menginterpretasi, dan menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Serta untuk membuka pengetahuan, mengembangkan pemikiran kritis dan membuat keputusan dengan bijak.

Reporter : Dimas Dwi Gustanto

Read more
07Apr

Maidah Rahman; Tradisi Buka Bersama ala Warga Mesir(?)

7 April 2024 buutsfpib Ramadhan

“Marhaban yaa ramadan.. Marhaban yaa ramadan..” begitulah kiranya tulisan-tulisan yang terpajang hampir di seluruh sudut negara Mesir. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Ramadan telah tiba, pun berbagai hiasan seperti lampu fanus turut mewarnai. Selain itu, kemeriahan Ramadan di Mesir juga tak luput dari masyarakatnya, dimana mereka memiliki tradisi khas-unik yang diperuntukkan sebagai wujud penyambutan bulan suci Ramadan. Salah satu tradisinya ialah, berlomba-lomba berbuat kebaikan, terutama dengan membagikan makanan untuk berbuka puasa.

Dalam berbuka, masyarakat di Negeri Piramida ini mengenal tradisi maidah rahman (hidangan kasih sayang atau hidangan Tuhan atau meja Al-Rahman), yakni hidangan yang dibagikan secara gratis untuk orang yang berpuasa, Ia sama seperti bagi-bagi takjil buka puasa jika kita bandingkan dengan di Indonesia. Paket hidangan ini melambangkan rasa kasih di antara sesama muslim. Paket hidangan ini biasanya disediakan oleh masjid, rumah makan, hingga resto berbintang. Siapa pun yang berpuasa boleh mencicipinya, tanpa kecuali.

Menunya beragam, dari yang sederhana hingga makanan bercita rasa bintang lima. Dari hidangan manis hingga makanan utama yang terbuat dari daging sapi, daging kambing, ayam, hingga ikan, tersedia. Sedangkan untuk minumannya, selalu tersedia susu, jus dan lainnya. Lantas, apa esensi adanya tradisi maidah rahman? serta bagaimana sejarah munculnya tradisi maidah rahman yang mulia ini hingga dapat terus berlanjut sampai saat ini?

Mengutip dari laman Bawwabah Al-Ahram, Maidatur Rahman merupakan sebutan untuk meja buka puasa yang diselenggarakan pada hari-hari puasa di kalangan umat Islam, baik pada bulan Ramadan maupun pada hari Arafah. Pun terkadang ada yang sukarela melakukannya di waktu lain. Menurut pendapat warga lokal dikatakan, bahwa Maidatur Rahman bukan hanya ditujukan untuk orang miskin dan membutuhkan, akan tetapi juga untuk orang-orang yang dalam perjalanan seperti orang-orang yang pulang dari bekerja serta untuk para wafidin dan wafidat.

Adapun akar dari tradisi ini bermula pada masa Nabi Muhammad SAW dan para khalifah yang mendapatkan petunjuk. Sementara di Mesir, bermula dari Ahmed Ibn Tulun yang mengambil alih kekuasaan di Mesir pada tahun 868 M. Selanjutnya, kebiasaan ini berkembang dan meluas pada masa Dinasti Fatimiyah, hal ini seiring dengan perintah Khalifah Fatimiyah Al-Aziz Billah terhadap warga Mesir untuk membentangkan taplak meja di “masjid tua” atau disebut dengan Masjid Amr Ibn Al-Ash, dimana masjid ini menjadi masjid pertama yang menyediakan maidah rahman, kemudian meja lainnya baru diadakan di Masjid Al-Azhar.

Lebih dari seribu panci—peralatan yang digunakan untuk memasak makanan—dibawa keluar dari dapur Istana Khalifah setiap hari untuk memberi makan orang miskin dan membutuhkan dan ini diulangi pada saat sahur juga. Al-Aziz Billah pun mendirikan Dar Al-Fitr yang terletak di luar istana di sebrang Bab Al-Dylam. Tempat ini digunakan untuk menghidangkan makanan yang disajikan selama bulan Ramadan dan manisan serta kue untuk dibagikan pada Idul Fitri.

Maidah rahman atau meja makan Yang Maha Penyayang terus berlanjut diadakan pada masa Mamluk. Pada masa ini beberapa sultan mewakafkan harta bendanya untuk dibelanjakan segala keperluan meja makan tersebut. Misalnya, Sultan Hassan bin Qalawun yang mewakafkan hartanya untuk membeli daging, sayur, beras, dan lain-lainnya. Hal ini berlangsung sepanjang bulan, pun para penguasa setelahnya mencoba untuk tetap mempertahankan tradisi ini hingga tak hanya di halaman istana saja, melainkan di tempat-tempat umum juga, walaupun ukuran meja dan jumlah orang yang menghadirinya bervariasi dari satu periode ke periode lainnya.

Misalnya, pada abad ke-20, Raja Farouk tertarik untuk menghidupkan kembali tradisi ini, sehingga ia mengadakan sarapan di halaman Istana Abdeen. Ia meminta para direktorat-direktorat—yakni para gubernur—mengadakan meja Yang Maha Penyayang di sejumlah pusat kota yang berafiliasi dengan masing-masing direktorat. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya surat kabar Al-Mokattam pada tanggal 23 juli 1947, yang menerbitkan keputusan Dewan Distrik Giza untuk mendirikan paviliun di pusat Imbaba, Giza, Hawamdiya, Badrashin, Al-Saff, dan lain-lainnya, dengan ketentuan adanya pembacaan Al-Quran di setiap paviliunnya sebelum azan maghrib, kemudian diikuti dengan “meja kerajaan” untuk memberi makan orang miskin.

Setelah revolusi tahun 1952, Dewan Redaksi—organisasi politik yang didirikan oleh revolusi setelah pembubaran partai—menyelenggarakan jamuan makan Al-Rahman di kegubernuran. Dalam surat kabar Al-Masry pada tanggal 6 Juni 1953 menerbitkan, bahwa adanya otoritas dari pemerintah untuk menyelenggarakan sarapan di kota Kafr Al-Dawwar. Nampaknya, para pemegang otoritas ini berkerja sama dengan keluarga besarnya dalam mengatur meja-meja ini, sehingga berita tersebut mengindikasikan bahwa “wali” dalam keluarga harus menyiapkan meja makan Yang Maha Penyayang untuk dua malam.

Adapun dalam berita lain di penerbit yang sama, surat kabar tersebut mengindikasikan bahwa dewan redaksi telah menyelenggarakan jamuan buka puasa di lingkungan Kairo Lama yang dihadiri oleh banyak orang miskin, warga negara Kristen dan Yahudi guna untuk memperkuat hubungan antara anggota sekte ini. “Meja Yang Maha Penyayang” tidak terbatas di Kairo saja, tetapi juga meluas ke gubernuran dan wali kota yang berlangsung sepanjang bulan. Contohnya, pada tahun 1960-an, Nasser Bank melakukan pendirian puluhan meja Al-Rahman sebagai salah satu aspek sosialnya.

Pada era kontemporer, pelaksana meja Al-Rahman tidak hanya dari kalangan pemerintahan, melainkan juga dilaksanakan oleh orang-orang yang mampu secara finansial. Mereka berlomba-lomba mendirikan ribuan meja Al-Rahman di seluruh provinsi Republik Arab Mesir tanpa terkecuali. Di provinsi Kairo misalnya, beberapa penelitian memperkirakan jumlah meja tersebut mencapai empat puluh ribu meja. Salah satu yang paling terkenal dan terbesar dari segi cakupan dan jumlahnya adalah meja yang diadakan di halaman Stadion Kairo, dimana meja ini diselenggarakan oleh kaum bangsawan Mahdi yang dapat menampung sekitar lima ribu orang.

Adapun meja-meja Al-Rahman yang paling terkenal sampai saat ini adalah hidangan di Masjid Al-Azhar, Al-Fath, dan Mustafa Mahmoud di Kairo, Masjid Al-Sayyid Al-Badawi di Tanta, dan Masjid Abdel Rahim Al-Qenawi di Qena. Tak hanya itu, kadang-kadang pihak penyelenggara meja-meja ini mengirimkan makanan ke rumah-rumah para lansia dan orang-orang yang kondisinya tidak memungkinkan untuk hadir. Akan tetapi, secara masifnya kita dapat menemukan meja Al-Rahman ini di sepanjang jalan perkotaan. Wal-akhir, Maidah Ar-Rahman di Mesir tetap menjadi tanda solidaritas sosial serta kasih sayang antarumat.

Penulis : Ainul Mamnuah

Editor : Dimas Dwi Gustanto

Read more
  • 12345…13
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak