Sabtu, (04/07), Divisi Keilmuan Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB) menggelar Demonstrasi Ruwaq Bu’uts di Aula Wafa Ragab. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses pembelajaran yang telah berlangsung sejak April lalu, sekaligus menjadi media evaluasi bagi para peserta dalam mengukur pemahaman terhadap materi Nahwu dan Sharaf. Demonstrasi ini terbagi menjadi dua bagian; demonstrasi pemahaman materi dan hafalan matan, yang diikuti oleh sekitar 40 peserta.
Berbeda dengan kegiatan pembelajaran biasanya, demonstrasi ini diselenggarakan dengan format pelaksanaan yang menyerupai ujian lisan.
Sepuluh peserta yang telah dipilih sebelumnya diminta menjawab pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari, sementara lima peserta lainnya dipilih secara acak pada hari pelaksanaan untuk maju menghafalkan matan di hadapan pengajar dan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga siap mempertanggungjawabkan pemahamannya secara langsung.
Demonstrasi menjadi salah satu rangkaian evaluasi dalam sistem pembelajaran Ruwaq Bu’uts. Sebelum memasuki tahap ini, peserta telah mengikuti pembelajaran bersama pengajar, menghafal matan dan melaksanakan sorogan yang didampingi oleh mentor dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan demikian, demonstrasi juga sebagai tempat untuk mengulang kembali materi.
Salah satu peserta demonstrasi, Rizqy Faturrahman, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Ruwaq Bu’uts. “Such a great experience, Alhamdulillah. Banyak sekali manfaat yang ana dapatkan. Pengajarnya para senior Bu’uts yang berkompeten, sistem pembelajarannya jelas, ada target hafalan dan mudzakarah, bahkan seluruh kegiatan dapat diikuti secara gratis. Applause yang sebesar-besarnya untuk Divisi Keilmuan FPIB yang sudah mempelopori program keren ini,” ungkapnya.
Menurut Rizqy, demonstrasi bulanan merupakan inovasi yang tepat untuk menjaga kualitas pembelajaran. “Belajar itu harus terus dimurajaah. Menambah ilmu tanpa mengulangnya seperti mengisi air ke dalam ember yang bocor. Demonstrasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengulang materi, mengukur sejauh mana pemahaman kami, sekaligus melatih _public speaking_ dan mental berbicara di depan umum. Bekal seperti ini tentu akan sangat dibutuhkan ketika nantinya terjun berdakwah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui demonstrasi yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, Divisi Keilmuan FPIB berharap Ruwaq Bu’uts tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu alat, tetapi juga mampu membentuk peserta yang memiliki pemahaman yang kuat, keberanian menyampaikan ilmu, serta kesiapan menghadapi pembelajaran di Universitas Al-Azhar.








