FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Buuts

Home / Artikel / Buuts
03Nov

Upgrading Fotografi FPIB di Syari’ Muiz: Meningkatkan Kemampuan Anggota dalam Seni Fotografi

3 November 2024 buutsfpib Berita, Info 134
Momen kegiatan upgrading fotografi yang bertempat di Syari’ Muiz.

Kairo — Untuk memperdalam keterampilan fotografi para anggotanya, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) melalui divisi media mengadakan kegiatan “Upgrading Fotografi” yang berlangsung di Syari’ Muiz pada Jumat (1/11). Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta dan dimulai pukul 08.30 hingga menjelang waktu salat Jumat.

Pada sesi kali ini, tiga tutor berpengalaman, yaitu Muhammad Said Nabil, Ibrahim Adham, dan Arya Wira Nugraha, hadir untuk berbagi ilmu seputar teknik dasar fotografi. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang segitiga exposure dan komponen-komponen penting kamera, seperti jenis lensa, pengaturan angle, hingga praktik pengambilan gambar.

Para peserta mengikuti acara ini dengan antusias. Selain teori, kegiatan juga diisi dengan sesi sharing di mana peserta dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai dunia fotografi.

Muhamad Soleh, salah satu peserta, menyampaikan kesannya, “Acara Upgrading Fotografi divisi media ini benar-benar menambah wawasan kami soal dunia fotografi, mulai dari pengaturan dasar kamera, segitiga exposure, sampai ke berbagai angle dalam pemotretan. Semoga dengan acara ini kami, khususnya divisi media FPIB, bisa terus mengembangkan skill fotografi kami ke depannya.”

Melalui kegiatan ini, FPIB berharap para anggotanya dapat meningkatkan kualitas dokumentasi dan visual, mendukung kegiatan-kegiatan yang akan datang, dan terus berkarya dalam bidang fotografi.

Penulis : Dimas Dwi Gustanto

Read more
02Nov

FPIB Awali Bulan dengan Gowes Bersama untuk Kesehatan dan Kebersamaan

2 November 2024 buutsfpib Berita, Info 96

Kairo – Jumat, 1 November 2024, Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) mengawali bulan dengan mengadakan kegiatan olahraga bersama, yaitu gowes sepeda. Kegiatan ini diikuti oleh 17 anggota FPIB yang terdiri dari 5 orang banin dan 12 orang banat. Acara dimulai pada pukul 07.00 pagi dengan berjalan kaki dari Madinah al-Buuts al-Islamiyyah menuju kawasan Darrasah untuk menyewa sepeda.

Setelah pemanasan dengan jalan pagi, kegiatan gowes dimulai pada pukul 08.30. Para peserta melintasi rute dari Darrasah menuju beberapa ikon Kairo, yaitu Attaba, Ramses, Mamsya Nil, hingga tujuan akhir di jembatan Nil. Selain berolahraga, para peserta dapat menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan.

Koordinator kegiatan, Muhammad Dura, mahasiswa angkatan Athena, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota FPIB dan menjaga kebugaran fisik para peserta. “Kegiatan gowes ini merupakan inovasi dari Divisi Kesenian dan Olahraga FPIB Azeemah 2023-2024 yang belum pernah diadakan oleh kabinet-kabinet sebelumnya,” ujar Dura.

Para peserta mengaku bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan berhasil memperkuat ikatan persaudaraan antar anggota FPIB. Selain itu, pemandangan kota Kairo yang mereka nikmati selama perjalanan memberikan penyegaran tersendiri di tengah kesibukan.

Tempat penyewaan sepeda yang dipilih berlokasi di daerah Gamaliya dan Khadrawi, dengan biaya sewa sebesar 75 LE untuk lima jam pemakaian.

Dokumentasi Kegiatan Gowes Bersama FPIB

Penulis : Gaza Satria

Editor : Dimas Dwi

Read more
11Mar

Fenomena dan Tradisi Unik Ramadhan di Negeri Para Nabi

11 Maret 2024 buutsfpib Ramadhan 144
Gambar Oleh: Muhammad Aghisna ‘Aunil Hakim

Fenomena dan Tradisi Unik Ramadhan di Negeri Para Nabi

(Oleh: M. Ilfan Rusyaidi)

Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia. Setiap umat muslim di berbagai tempat menyambut Ramadhan dengan tradisi dan ciri khas yang berbeda-beda. Begitu juga Mesir yang merupakah salah satu negara tertua dengan sejarah peradaban yang begitu panjang. Dalam artikel ini penulis akan berbagi cerita menarik seputar tradisi unik masyarakat Mesir dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan sehingga memberi kesan tak terlupakan bagi siapapun. 

Berikut beberapa tradisi Ramadhan yang akan kita temukan di Negeri Piramid ini :

Lentera Ramadhan
Lentera Ramadhan merupakan salah satu aksesoris Ramadhan yang berbentuk lampion berwarna-warni, lentera ini juga disebut dengan istilah fanous yang dalam bahasa Arab artinya lampu atau cahaya.  Lampion ini sangat populer dan istimewa bagi masyarakat Mesir, khususnya di bulan Ramadhan. Fanous ramadhan dibuat dengan cara khusus untuk menggabungkan antara cerita rakyat Mesir dengan design yang islami. Lentera-lentera ini akan tergantung di setiap sudut Mesir, seperti di kafe, jalanan, toko-toko, pasar, bahkan di jendela dan balkon rumah masyarakat. Fenomena fanous ramadhan ini sebagai tanda dekatnya bulan Ramadhan dan akan selalu mewarnai setiap sudut Mesir selama bulan Ramadhan berlangsung.

Gambar oleh: Muhammad Al Fatih
Lentera Ramadhan raksasa di komplek Madinatul Buuts al-Islamiyyah

El-Mesaharaty
Tradisi membangunkan sahur merupakan hal yang sering kita temukan di bulan Ramadhan. Penduduk Mesir menyebutnya dengan tradisi El-Mesaharaty yaitu tradisi membangunkan warga untuk sahur dengan menabuh genderang atau drum atau alat-alat lainnya. Kegiatan ini merupakan tradisi kuno yang bermula di negara Mesir kemudian merambah ke berbagai negara Arab bahkan ke negara yang mayoritas penduduknya muslim, salah satunya Indonesia.

El Mesaharty, Hussien, 40, wakes up residents for their pre-dawn meals during the first day of Ramadan in Cairo, Egypt June 6, 2016. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh – RTSG7D8

Musa’adah
Tak dapat dipungkiri bahwa Ramadhan merupakan momen umat muslim berlomba-lomba dalam kebaikan, terlebih di Negeri Nabi Musa ini. Dalam hal ini kita akan mendapati antusias masyarakat Mesir dengan berbagai macam bentuk kebaikan; salah satunya tradisi musa’adah. Tradisi musa’adah  adalah kegiatan memberi bantuan berupa makanan pokok ataupun uang tunai dan akan kita temui di berbagai sudut jalanan Mesir. Pada hakikatnya, momen ini tidak mutlak menjadi tradisi Ramadhan karena di bulan lainpun orang-orang dermawan Mesir akan berlomba dalam kebaikan. Namun, pada bulan yang mulia ini, musa’adah akan meningkat hingga 70 % dari bulan biasanya sehingga ini menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat di bulan Ramadhan.

Gambar Oleh: Muhammad Aghisna ‘Aunil Hakim
Pembagian Musa’adah di Masjid Jami’ Azhar

Maidatur Rahman
Berbicara mengenai bulan suci Ramadhan, maka tidak terlepas dari kata sedekah karena dalam hadist Nabi SAW:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِيْ رَمَضَانَ

Dan berbicara tentang sedekah, di Negeri Piramida ini ada sebuah tradisi yang bisa di katakan “sangat jarang” di negara lain. Tradisi yang sudah melekat di tubuh masyarakat Mesir ini tidak lain adalah maidatur rahman. Maidatur rahman secara bahasa dapat diartikan sebagai hidangan tuhan. Selain musa’adah Ramadhan,  masyarakat dermawan Mesir juga kerap membagikan makanan untuk berbuka puasa yang disebut maidatur rahman. Mereka menyiapkan dan menyajikan berbagai jenis makanan seperti: nasi daging; ayam; kuftah; isy’; dan makanan berat lainnya. Keistimewaan dari tradisi ini adalah semua jamuan makanan dihidangkan di atas meja panjang  yang berjejer di pinggir jalan di waktu berbuka puasa, jadi siapapun bisa mengikutinya tanpa syarat tertentu. Bahkan Al-Azhar sendiripun menyiapkan 1000 porsi makanan berbuka puasa setiap harinya. Dikatakan bahwa masyarakat Mesir akan menabung selama setahun agar mereka bisa menyiapkan maidatur rahman di bulan Ramadhan. Ini pun menjadi bukti akan kedermawanan masyarakat Mesir.

Meriam Ramadhan
Fenomena unik lainnya yang akan kita temukan di negeri ini yaitu suara meriam yang akan kita dengar saat waktu imsak dan berbuka puasa. Fenomena ini menjadi ciri khas Ramadhan di Mesir yang jarang bahkan tidak kita temui di negara-negara muslim lainnya. Fenomena suara meriam ini merupakan tradisi kuno yang sudah ada sejak abad ke-15. Meriam ini diberi nama hajjah fatima yang merupakan warisan dari Muhammad Ali Pasha, yang menurut sejarah adalah nama putri Utsman Khos Qodam yaitu salah satu penguasa Dinasti Utsmani dan sampai saat ini nama istilah tersebut tetap digunakan oleh masyarakat Mesir sebagai penghormatan kepada hajjah fatima yang telah mengesahkan tradisi tersebut. Tradisi unik ini mencerminkan semangat dan solidaritas masyarakat Mesir dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Qatayef
Berbicara tentang kuliner ramadhan, setiap negara dan tempat memiliki kuliner khas yang biasanya hanya kita temukan di bulan Ramadhan saja. Begitu juga di Negeri Kinanah ini diantaranya adalah Qatayef. Menurut sejarah qatayef adalah salah satu kuliner khas Arab yang muncul sejak akhir dinasti umawi. Qatayef merupakah kuliner khas Ramadhan yang terbuat dari gandum dan biasanya dimakan menggunankan coklat atau kacang. Saat Ramadhan kita akan sering menemukan penjual qatayef di setiap sudut jalan, sehingga kuliner ini menjadi fenomena khas yang hanya kita temui di bulan Ramadhan.

Demikian lah beberapa fenomena dan tradisi unik yang akan kita temui di negeri para nabi ini, sehingga  momen Ramadhan di Mesir ini menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat muslim.

Editor: Gaza Satria Lutfi

Read more
23Sep

Seminar Kepengurusan Jenazah: Bekal Pulang Kampung

23 September 2023 buutsfpib Berita 118

Seminar kepengurusan jenazah baru saja selesai diselenggarakan oleh Divisi Keilmuwan FPIB pada Kamis (21/09/2023) di Sekretariat Al-Quds, Darrasah, Kairo.  Diselenggarakannya acara yang tak hanya ditujukan untuk mahasiswa tingkat akhir tersebut menjadi bekal ketika pulang kampung bagi warga FPIB, mulai dari hal-hal yang terkait sebelum kematian, setelah kematian, hingga hukum takziah dan ziarah.  

Abdul Rahman Taufiq selaku pemateri yang juga merupakan mahasiswa strata 3 jurusan fiqh Universitas Al-Azhar Kairo mengingatkan pentingnya mengimbangi pemahaman materi kepengurusan jenazah dengan latihan praktek yang benar, “…kawan-kawan semuanya banyak yang sudah paham dengan teori, karna sudah ada yang bermulazamah dengan masyayikh atau sudah tingkat 4. Maka, untuk teori insya allah aman. Tapi, untuk aplikasinya kadang kita masih belum mampu…” tegasnya.

Disamping itu, ia juga menambahkan, “…Dengan dauroh ini, semoga bisa jadi bekal buat teman-teman kalau pulang kampung diminta untuk menyelenggarakan jenazah.” ujarnya.

Acara yang diawali dengan penyampaian materi kemudian praktek tersebut memberikan dampak positif bagi peserta, terlihat dari antusias dan keaktifan peserta dalam sesi praktek hingga banyaknya pertanyaan yang diajukan diakhir acara. 

reporter: Aisy Nabila Munawwarah

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
16Agu

Ruwaq Bu’uts: Mantiq yang Tidak Boleh Dilewatkan  

16 Agustus 2023 buutsfpib Berita 111

Ruwaq Bu’uts kembali hadir dengan daurah ilmu mantiq yang membahas kitab Idhohul Mubham min Ma’anis Sullam, dengan gelaran perdananya pada Senin (14/08/2023) di Ghurfah Muthala’ah Ardiyah, Imarah 3, Bu’uts Banat. Kajian yang akan dilaksanakan setiap Senin dan Kamis setelah sholat maghrib tersebut, menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan mengingat peranan ilmu mantiq dalam pengaplikasiannya untuk menjaga aqal dari kesalahan dalam berfikir, guna memahami Al-Quran dan Sunnah dengan benar melalui buku-buku karangan para ulama.

Fina Nahdiyanna sebagai pemateri yang juga merupakan mahasiswi strata 2 jurusan Aqidah Universitas Al-Azhar Kairo menegaskan, urgensinya membekali diri dengan ilmu mantiq ini, “…ketika baca buku para ulama yang didalamnya ada mustholah mantiqiyyah, yang mau gak mau (karna hal itu) kita harus belajar mantiq, agar kita bisa belajar terus. (sehingga) ga ada fase dimana kita berhenti belajar. karna (dengan mempelajari ilmu tersebut) kita nanti ada bekal untuk belajar sendiri…” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tidak menjadikan jurusan sebagai batasan untuk tidak mempelajari ilmu islam lainnya, “…Walaupun kita beda-beda jurusannya, tapi jurusan kita saling berkesinambungan. seperti kalung yang terdiri dari mutiara-mutiara yang saling berkesinambungan. Mutira itulah ilmu-ilmu yang harus kita pelajari agar pemahaman atas agama kita itu utuh…” ujarnya.

Selain daurah tersebut menjadi ajang pengenalan mahasiswi baru terhadap ilmu mantiq, daurah tersebut juga menjadi sarana pemantapan bagi mahasiswi yang sudah mempelajarinya sebelumnya.
 

Reporter: Aisy Nabila Munawwarah

Editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
18Mar

Sport Day FPIB, Damam Syah: Semoga Selalu Menjadi Sarana Penyambung Silaturrahmi

18 Maret 2023 buutsfpib Berita 67

“Alhamdulillah Sport Day bersama FPIB yang pertama berlangsung meriah. Semoga Sport Day ke depannya bisa menjadi sarana penyambung silaturrahmi antar warga FPIB di samping MFD,” ungkap Damam Syah, Ketua I Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB).

Sport Day diadakan pada Sabtu pagi di lapangan Bu’uts (18/03/2023) oleh divisi olahraga dan Bu’uts Sporting Club (BSC) guna mewadahi minat olahraga warga FPIB. Beberapa cabang olahraga seperti voli, sepakbola, handball, catur, dan basket meramaikan lapangan dengan antusias penuh dari para warga FPIB.

“Sebenarnya sasaran utama Sport Day perdana ini adalah anak baru, tapi tadi secara umum bukan hanya anak baru yang ikut, semoga ke depannya semakin antusias,” jelas Ainul Mamnu’ah, Ketua II FPIB.

Ainul menjelaskan bahwa sasaran utama adalah anak-anak baru guna memperkenalkan kekeluargaan FPIB, akan tetapi sebagian dari mereka berhalangan hadir. Kendati demikian, berkat antusias warga FPIB lainnya, Sport Day berjalan Meriah.

Devi Zulaikha dari divisi olahraga dan minat bakat mengatakan bahwa selain pelatihan hadrah, Badminton Day, dan Sport Day, program kerja selanjutnya adalah pelatihan khot dan agenda renang.

“Langkah selanjutnya adalah agenda renang warga FPIB yang InsyaAllah berkawasan di Muqattam untuk banin, dan di Madinat Nasr untuk banat,” ujarnya.

Devi juga mengatakan bahwa agenda pagi ini sangat bernilai karena merupakan suatu ajang untuk membangun miliu hidup sehat, juga merupakan medan silaturrahmi bagi warga FPIB terlebih untuk mengenalkan anggota baru kepada kegiatan FPIB.

reporter: Nidya Al Khairi

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
26Feb

Masisir Sehat Aku Siap: Pemateri Ungkap Stigma yang Sering Tersebar

26 Februari 2023 buutsfpib Berita 72

Divisi Kesehatan FPIB baru saja mengadakan webinar pembekalan CAMABA mengenai kesehatan dengan mengusung tema “Masisir Sehat Aku Siap” pada Ahad (26/02/2023). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00-16.30 WIB/10.00-11.30 CLT ini diikuti sekitar 40 orang secara daring guna mempersiapkan segala hal yang menunjang kesehatan selama di Mesir, baik pengetahuan mengenai iklim, tips-tips kesehatan, kendala yang sering dihadapi masisir, hingga menjawab stigma yang banyak tersebar, serta solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut.

Amartya Nadienil Millah, selaku pemateri yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran tingkat 4 Universitas Al-Azhar Kairo menjawab stigma, bahwa dosis obat yang diberikan di Mesir itu tinggi, merupakan stigma yang salah, “..banyak masisir mengganggap bahwa dosis obat di Mesir itu tinggi, dan itu merupakan stigma yang salah. Hal tersebutkan dikarenakan banyaknya masisir yang yang membeli obat dari apotik tanpa berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu, sehingga masisir yang mendapatkan paracetamol 1.000 mg dari apotik merasa tak kunjung sembuh, padahal yang ia butuhkan hanya paracetamol 500 mg.”

Dalam kegiatan tersebut, Amartya juga menegaskan solusi terbaik untuk permasalahan-permasalahan ini, “…maka solusi terbaiknya adalah bertanya pada ahli kesehatan di organisasi Indonesia yang ada, seperti mahasiswa kedokteran yang sudah membuka praktik dokter, PPMI, atau divisi kesehatan di setiap organisasi,” ujarnya.

“Sehat adalah cara merawat diri dan peduli sedini mungkin, jangan sampai kau menyesal kelak” pungkasnya menutup webinar tersebut.

reporter: Aisy Nabila Munawwarah

editor: Muhammad Aulia Rozaq

Read more
12Feb

BUMF: Amunisi Baru Bagi FPIB

12 Februari 2023 buutsfpib Berita 83

BUMF (Badan Usaha Milik FPIB) baru saja diresmikan pada Sabtu (11/02/2023) di Aula Daha KMJ (Keluarga Mahasiswa Jambi), Hay Asyir, Kairo. Peresmian tersebut dihadiri oleh beberapa pihak di antaranya Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir, Ketua Wihdah PPMI Mesir, dan DPO-FPIB. Acara peresmian dilaksanakan sesaat setelah dilantiknya pengurus FPIB tahun abdi 2022/2023 dan BSC (Buuts Sporting Club). Diresmikannya BUMF menjadi amunisi baru bagi FPIB, baik dari segi pemanfaatan sumber daya manusia, tempat untuk belajar berwirausaha, dan badan pendanaan FPIB.

Muhammad Mujib Usmana selaku Direktur I BUMF menegaskan urgensi dibentuknya BUMF ini, “FPIB sebagai organisasi yang sudah cukup besar sudah selayaknya memiliki badan usaha yang menjadi pelopor dalam sektor-sektor usaha. Hal ini sangat penting untuk kemandirian FPIB khususnya dalam hal pendanaan,” ujarnya.

Selain itu, BUMF ini akan menjadi tempat yang bermanfaat bagi warga FPIB yang ingin mempelajari seluk-beluk dalam berwirausaha, “…di sisi lain, BUMF ini juga menjadi wadah bagi warga FPIB yang ingin berlajar berwirausaha,” pungkas Mujib.

Dalam acara tersebut, Muhammad Mujib Usmana dilantik sebagai Direktur I BUMF dan Halimatus Sa’diyah sebagai Direktur II.

Reporter: Muhammad Aulia Rozaq

Editor: redaktur

Read more
  • 12
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak