FPIB © All rights reserved
FPIB
  • Home
  • Artikel
  • Opini
  • Esai
  • Info
  • Berita
  • Ramadhan
  • About
Join Grup
FPIB
Join Grup

Beasiswa Al-Azhar

Home / Artikel / Beasiswa Al-Azhar
17Mar

Upgrading Skill : Mengenal Dasar-Dasar Tulisan Opini

17 Maret 2026 Zefa Nawareza Berita 1

Pada Senin, 16 Maret 2026 divisi Web & Jurnalistik telah melaksanakan webinar Upgrading Skill dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota. Kegiatan ini dihadiri oleh Ahmad Miftahul Jannah, Lc., selaku pemateri utama sekaligus lulusan Universitas Al-Azhar Cairo Mesir tahun 2025 yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas tentang kepenulisan baik di Mesir maupun di Indonesia. Beliau juga pernah menyanding sebagai ketua Website Bedug yang kini sedang mengelola Warung Aksara – sebuah toko buku online.

Dalam sesi materi, beliau menjelaskan tulisan opini merupakan tulisan yang berisi pandangan atau sikap penulis terhadap sebuah isu tertentu yang disampaikan secara lugas dan argumentatif. Menurutnya, opini memiliki tujuan untuk mengajak pembaca berpikir kritis, memengaruhi dan meyakinkan audiens terhadap suatu sudut pandang, serta memperkaya diskursus publik di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan struktur dasar dalam penulisan opini. Struktur tersebut meliputi: judul, pembuka, isi, dan penutup. Judul bersifat tegas atau netral sesuai dengan sudut pandang penulis. Sedangkan bagian pembuka umumnya berisi pengantar terhadap isu faktual atau gambaran umum yang relevan. Lebih lanjut, bagian isi memuat penjelasan yang bersifat informatif, edukatif, dan reflektif dengan memanfaatkan objek material serta objek formal sebagai pisau analisis. Terakhir, tulisan ditutup dengan penutup yang berisi kesimpulan atau refleksi dari pembahasan yang telah disampaikan.

Selain membahas struktur tulisan, beliau juga menekankan pentingnya memerhatikan norma dalam penulisan opini. Penulis opini perlu menghindari plagiarisme, menyampaikan argumen secara logis, menggunakan bahasa yang sopan, serta mencantumkan sumber referensi yang jelas. Hal tersebut penting agar tulisan memiliki kredibilitas serta dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual.

Dalam sesi tersebut, beliau juga menjelaskan perbedaan antara opini, esai, dan kolom. Penjelasan tersebut disertai dengan beberapa contoh tulisan dari media seperti Kompas dan Bedug agar peserta dapat memahami karakteristik masing-masing bentuk tulisan secara lebih konkrit. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang prinsip penting dalam memilih isu untuk sebuah tulisan opini. Menurutnya, hal yang paling utama bukan terletak pada besar atau kecilnya suatu isu, melainkan pada kemampuan penulis dalam merumuskan pertanyaan terhadap isu tersebut. “Merumuskan pertanyaan yang baik seringkali lebih sulit daripada memberikan jawaban,” ungkapnya dalam webinar upgrading skill, Senin (16/3/2026).

Sebuah isu kecil dapat menjadi penting apabila penulis mampu mengajukan pertanyaan yang tepat. Sebagai contoh, kasus tabrakan di jalan raya dapat diangkat menjadi opini yang lebih luas dengan pertanyaan, “Mengapa kecelakaan di lalu lintas sering terjadi di Indonesia? Apakah hal tersebut berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban umum?”.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan beberapa kriteria isu yang kaya untuk diangkat menjadi sebuah tulisan opini. Isu sebaiknya bersifat aktual dan masih berada dalam rentang waktu yang relatif dekat seperti sekitar satu bulan terakhir, sehingga tetap relevan untuk dibahas.

Selain itu, penulis juga disarankan untuk memilih isu yang sesuai dengan bidang pengetahuan yang dikuasai agar analisis yang diberikan lebih kredibel. Dalam menjelaskan pentingnya analisis, beliau juga menggunakan beberapa pisau analisis yang dapat digunakan dalam menulis opini. Diantaranya adalah: teori relasi kuasa dari Michelle Foucault yang menjelaskan antara pengetahuan dan kekuasaan, pendekatan Maqashid Syariat untuk menganalisis isu-isu yang berkaitan dengan hukum islam, hukum fikih sebagai objek formal dalam persoalan keagamaan, dan pendekatan ekologis untuk mengkaji isu lingkungan seperti pertambangan.

Terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh saudara Izzat Isa terkait batas kebebasan dalam menyampaikan opini dan kriteria isu yang layak diangkat menjadi tulisan opini. Secara umum, kegiatan ini memberikan sebuah pemahaman awal kepada peserta mengenai dasar-dasar penulisan opini, mulai dari pemilihan isu hingga pentingnya penggunaan kerangka analisis dalam membangun argumentasi yang kuat.

Read more
13Mar

Puasa Sebagai Perisai Pelindung Seorang Muslim

13 Maret 2026 Admin Web FPIB Ramadhan 2
Puasa sebagai pelindung seorang muslim

Oleh: Mohammad Kafanal Kafi

Bulan puasa merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam, terutama bagi kita para mahasiswa Indonesia di Mesir (masisir) yang sedang melangsungkan studi di Negeri Kinanah. Bagaimana tidak, nuansa Ramadan di Mesir ini sangatlah terasa, mulai dari jalanan yang dihias, salat tarawih menggunakan qira’at ‘asyrah, sampai banyaknya maidaturrahman yang seakan turun dari langit. Terlebih lagi di masjid Al-Azhar yang selalu menjadi favorit para masisir untuk berbuka dan melaksanakan salat tarawih setelah seharian melaksanakan ibadah puasa. 

Puasa adalah ibadah yang memiliki sangat banyak hikmah dan keutamaan baik dari sisi medis, sosial, maupun spiritual. Di antara hikmah dan keutamaan ibadah puasa yang akan kita bahas salah satunya adalah puasa sebagai perisai pelindung bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadis, Rasulullah S.A.W. bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ المِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Puasa adalah perisai. Maka janganlah berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencacinya maka hendaklah ia mengucapkan “saya berpuasa” dua kali. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah S.W.T. daripada wangi minyak kasturi, dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena-Ku. Puasa adalah milik-Ku dan Aku akan membalasnya. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR. Al-Bukhari) 

Lantas, apa sebenarnya makna جُنَّة (perisai) dalam hadits tersebut? Dalam kamus Lisanul Arab karya Ibnu Manzhur, disebutkan bahwa setiap kalimat yang tersusun dari huruf (ج ن ن) memiliki makna dasar menutupi atau menghalangi. Seperti contoh kata الجِنّ yang berarti dia tertutupi dan terhalangi dari pandangan mata manusia, juga الجَنِيْن yang berarti dia tertutupi di dalam perut ibunya, ataupun المجنون yang berarti tertutup akalnya dan beberapa kata lain yang memiliki akar yang sama.

Sedangkan, kata جُنَّة sendiri memiliki makna: sesuatu yang menghalangi dan melindungi seseorang dari pedang musuh, sehingga makna hadis di atas: puasa merupakan perisai yang melindungi seorang muslim dari serangan musuh yang akan mencelakainya. Akan tetapi musuh yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah musuh secara fisik, melainkan hawa nafsunya sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui, hawa nafsu memang diciptakan untuk mengajak manusia pada kesenangan sesaat yang akan berakibat pada kerugian dan kerusakan baik di dunia maupun di akhirat. Maka sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa berjuang melindungi diri kita dari serangan hawa nafsu ini.

Ketika berpuasa, kita menahan diri dari makan, minum, ataupun bersenggama dengan istri mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Hal-hal tersebut, yang memang halal dilakukan saat tidak berpuasa, kita malah menahannya bahkan sampai 30 hari berturut-turut saat di bulan Ramadan. Lalu bagaimana mungkin seorang muslim yang mampu menahan diri dari makanan dan minuman halal selama berpuasa, bisa tergoda oleh makanan dan minuman haram? Bagaimana mungkin seorang yang mampu menahan diri dari istrinya sendiri selama berpuasa bisa tergoda oleh perzinaan?

Sungguh ibadah puasa yang kita laksanakan satu bulan penuh di bulan suci Ramadan ini telah menjadi tameng yang kokoh dalam melindungi kita dari nafsu kita sendiri. Ibadah yang mendidik kita untuk selalu berjuang melawan dan mengalahkan hawa nafsu, sehingga kita bisa keluar dari bulan mulia ini dalam keadaan suci dan bersih lagi sebagaimana ketika kita baru dilahirkan ke dunia.

Salah seorang masyayikh Azhar pernah menyampaikan dalam kultumnya di sela-sela tarawih di masjid Madinatul Buuts:

سُئِلَ أَحَدُ المَشَايِخْ مَا هُوَ النَّجَاحُ؟ قَالَ النَّجَاحُ أَنْ تَذْبَحَ نَفْسَكَ بِسَيْفِ الْمُخَالَفَةِ

“Salah seorang masyayikh ditanya, ‘Apa itu kesuksesan?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu ketika kamu menebas nafsumu dengan pedang perlawanan’”.

Dengan mengalahkan hawa nafsu dan meninggalkan godaan-godaannya di dunia, maka kita telah menjauhkan diri kita dari murka Allah dan siksa-Nya di akhirat. Dengan melaksanakan puasa juga berarti kita telah menaati perintah-Nya dan berhak mendapatkan rida dan surga-Nya sebagaimana janji yang telah Allah berikan. Jika amal baik saja akan dibalas sepuluh kali lipat, maka entah apa balasan yang Allah S.W.T. siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang telah beruntung melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh karena perintah-Nya.

Demikianlah ibadah puasa bisa menjadi perisai pelindung bagi seorang muslim. Ibadah yang tidak ada yang tahu balasan sebenarnya kecuali Allah S.W.T. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari puasa kita kali ini dan bisa menjadi bagian dari golongan yang beruntung saat berpisah dengan bulan suci Ramadan. Mungkin cukup sekian, semoga bermanfaat.

Read more
26Feb

Space Jurnalistik, dari Acta Diurna hingga Web Jurnal

26 Februari 2026 Lisan Aisharul Ibadilla Berita 5

Kairo – Divisi Web dan Jurnalistik Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan bincang hangat kepenulisan pada acara buka puasa hari ini (25/2/2026) di Space Cafe.

Kegiatan ini mengambil tema “Asas Jurnalistik” yang disampaikan oleh Ilmi Hatta selaku Ketua Ikatan Jurnalistik Masisir (IJMA). Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis serta pemahaman tentang perkembangan jurnalistik dari masa klasik hingga era digital. Acara diisi dengan sesi pembelajaran teori dan diskusi yang interaktif antaranggota.

Divisi Web dan Jurnalistik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberian hak untuk membangun jurnalistik komunitas pelajar Indonesia-Buuts yang memiliki kemampuan literasi dan menulis informasi dengan baik, sekaligus penyusunan program kerja Divisi Web dan Jurnalistik.

Read more
17Apr

Seminar Maqra’ Hadirkan Ustadzah Devi Nur Azizah, Lc., Dipl.: “Satu Jam Lebih Dekat dengan Ilmu Qira’at”

17 April 2025 buutsfpib Berita, Info 74

Buuts – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) kembali menggeliat seminar keilmuan bertajuk Seminar Maqra’ pada Rabu, 16 April 2025 di Qoah 15, Buuts Banin. Acara ini menjadi bagian dari program keilmuan FPIB yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman pelajar terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an khususnya dalam bidang Qira’at.

Seminar ini mengusung tema “Satu Jam Lebih Dekat dengan Ilmu Qira’at” dan menghadirkan Ustadzah Devi Nur Azizah, Lc., Dipl. sebagai pemateri. Beliau merupakan mahasiswi pascasarjana yang sedang menempuh studi S2 pada jurusan Kritik Sastra, Universitas Al-Azhar dan telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan studi Al-Qur’an.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua FPIB, Al-Ustadz Berkah Muhammad Akbar yang menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja bidang keilmuan di bawah naungan FPIB untuk menekankan pentingnya meningkatkan kualitas diri masing-masing mahasiswa dalam perjalanan menuntut ilmu di Al-Azhar.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh Ustadzah Devi. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa memahami ilmu Qira’at tidak harus selalu rumit. “Kita cukup kembalikan ke ushul-nya, dilihat dari mushaf seperti apa. Kalau ada farsy-nya, baru dibaca berbeda,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa ilmu Qira’at memiliki manfaat yang sangat luas dan luar biasa sehingga penting bagi setiap pelajar untuk mendalaminya lebih jauh.

Setelah sesi diskusi yang berlangsung interaktif, seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi dari panitia, dan kemudian ditutup secara resmi.

Dengan terselenggaranya Seminar Maqra’, diharapkan para peserta dapat membawa pulang bekal pemahaman yang lebih kokoh tentang Al-Qur’an dan termotivasi untuk terus mengembangkan ilmu mereka selama menempuh studi di Mesir.

Read more
17Mar

Timnas Indonesia Buuts Raih Kemenangan Dramatis di Asia Cup

17 Maret 2025 buutsfpib Berita 105

Islamic Mission City, Cairo – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Buuts (dibawah naungan Forum Pelajar Indonesia Buuts – FPIB) berhasil meraih kemenangan dramatis atas Kyrgystan dalam pertandingan Asia Cup 2025.  Pertandingan yang digelar pada Sabtu, 15 Maret 2025 pukul 22.00 waktu Cairo (WLK) berakhir dengan skor imbang 1-1, dan dimenangkan Indonesia melalui adu penalti dengan skor 12-11.

Asia Cup bulan Ramadhan ini diselenggarakan oleh Markaz Syabab Madeenat Buuts (Pusat Pemuda Kota Buuts), sebuah divisi di bawah naungan Al-Azhar yang berfokus pada pemberdayaan pemuda.  Turnamen ini selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas olahraga juga membawa misi dalam mempromosikan persahabatan antarnegara.

Timnas Indonesia Buuts, yang dikenal dengan bakat ciamiknya, menampilkan permainan yang gigih dan penuh semangat.  Meskipun skor akhir menunjukkan pertandingan yang ketat, Timnas Indonesia Buuts menunjukkan soliditas tim dan mental juara dalam menghadapi adu penalti.

Timnas Indonesia Buuts akan melanjutkan perjuangannya di putaran babak kedua Asia Cup pada Rabu, 19 Maret 2025.  Publik sepak bola menantikan penampilan selanjutnya dari tim ini.

Narasumber: Muhammad Nasir Putra, Penulis: Aisharullisan

Read more
17Feb

Bukan Sekadar Orientasi! Ormaba Buuts 2025 Cetak Pemimpin Baru

17 Februari 2025 buutsfpib Berita, Info 100

Kairo – Setelah rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru Buuts 2025 terselenggara, hari ini digelar penutupan di Hadiqoh Ad-Dawleyya, Heyy Sabi’, Nasr City, pada Ahad, 16 Februari 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam membangun solidaritas dan kesiapan mahasiswa baru dalam menghadapi kehidupan di Al-Azhar.

Dengan mengusung tema “Bekal Diri Menjadi Azhari Sejati”, Ormaba Buuts 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Fun games yang diadakan mencairkan suasana dan mempererat hubungan antar mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Puncak acara adalah pemilihan ketua angkatan, yang diikuti oleh sembilan kandidat dari berbagai jalur keberangkatan. Setelah melalui proses pemilihan yang kompetitif, akhirnya terpilihlah ketua angkatan mahasiswa baru tahun ini, dengan formasi yakni Muhammad Rizka Fadly sebagai Ketua Umum, Teuku Alfiana sebagai Ketua I, Azida Rachma sebagai Ketua II dan Fadhilah Husna sebagai Ketua III. Keempatnya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan mahasiswi baru serta membangun atmosfer akademik yang lebih kondusif.

Dalam sesi sambutan oleh ketua Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB), beliau berharap kepada para mahasiswa dan mahasiswi baru bahwa keberagaman jalur harus dimanfaatkan sebagai kekuatan, bukan perpecahan. “Kami berharap dengan banyaknya jalur, kalian membuat kekuatan baru seperti pelangi yang mempunyai banyak warna. Jangan sampai karena banyaknya jalur itu membuat kalian terpecah karena kita ada di satu atap, satu naungan yaitu Forum Pelajar Indonesia Bu’uts (FPIB).” Jelas Rafi Satrio Putra sebagai ketua FPIB.

Dengan terpilihnya ketua angkatan yang baru dan selesainya Ormaba Buuts, mahasiswa dan mahasiswi baru kini bersiap memasuki dunia akademik dengan semangat baru dan kesadaran akan tanggung jawab besar yang mereka emban.

Oleh: Nuraaisyah

Read more
11Feb

Siap Bermisi! 118 Penerima Beasiswa Universitas Al-Azhar Ikuti Orientasi

11 Februari 2025 buutsfpib Berita, Info 103

Kairo, Mesir – Hari ini, Senin (10/2/2025), bertempat di Qoah 7, menandai dimulainya Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Al-Azhar (ORMABA BUUTS). Orientasi ini diadakan oleh Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) sebagai wadah perkenalan mahasiswa baru mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan Al-Azhar dan kehidupan di Mesir.

Dengan mengusung tema “Bekal Diri Menjadi Azhari Sejati,” kegiatan ini menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi para mahasiswa baru. “Kita semua di sini satu baju, jangan pernah ada yang membeda-bedakan,” jelas Kak Devi Nur Azizah, salah satu pendiri FPIB.

ORMABA BUUTS dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan, memastikan mahasiswa siap menghadapi tantangan ke depan. Demisioner Badan Otonom KPBA (Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar), Fajar Ilman Nafi’ menegaskan, “Berapa pun umur kalian, datang ke negeri Kinanah ini harus seperti gelas kosong! Jangan nekat! Fatal akibatnya jika tidak mengerti alur administrasi. Bertanya adalah jalan terbaik.”

Suasana akhir acara semakin aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. “The real ORMABA! Bermanfaat banget materinya, di luar ekspektasi,” kata Almas, salah seorang peserta.

Pada hari pertama ini rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai materi penting untuk membekali mahasiswa baru, diantaranya pengenalan Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB), penjelasan terkait Komite Pemberkasan Beasiswa Al-Azhar (KPBA), serta informasi mengenai keamanan, kesehatan, dan keazharan. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 16 Februari 2025 dan ditutup dengan pengangkatan ketua angkatan mahasiswa baru.

Dengan bekal yang diberikan, mereka diharapkan menjadi generasi Azhari yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat

Oleh: Aisharullisan

Read more
Logo FPIB Kecil Web

FPIB (Forum Pelajar Indonesia Bu’uts) merupakan forum sosial yang mewadahi seluruh pelajar Indonesia yang terdaftar di Madinatul Bu’uts Al Islamiyyah.

FPIB © All rights reserved

Kategori

  • News
  • Info

Info

  • Ijroat Adventure Minhah Dakhili
  • Ijroat Adventure Minhah Khoriji
  • Taqdim Minhah

Tentang Kami

  • About FPIB
  • Kontak