Lompat ke konten utama
Berita

Laga Sepak Bola Buka Perhelatan Marhalah Family Day 2026

Laga Sepak Bola Buka Perhelatan Marhalah Family Day 2026

KAIRO – Forum Pelajar Indonesia Buuts (FPIB) membuka Marhalah Family Day (MFD) 2026 dengan dua laga sepak bola di Stadion Madinatul Bu’uts, Sabtu (7/11/2026). Empat dari lima angkatan peserta, yaitu Athena, Avicenna, Al-Hambra, dan Andalus, turun ke lapangan dalam laga pembuka ajang silaturahmi antarmarhalah tersebut.

Laga pertama mempertemukan Athena dan Avicenna pukul 10.00 waktu Kairo dan berakhir dengan skor 0-3 (Walk Out). Satu jam kemudian, Al-Hambra menghadapi Andalus dalam laga yang berakhir dengan skor 0-3 (Walk Out).

Ketua Panitia MFD 2026, Mukhamad Dudi Nugraha, menegaskan bahwa acara ini tidak sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, MFD menjadi wadah “untuk mempererat tali silaturahmi antarmarhalah, membangun kekompakan lintas generasi, serta menciptakan ruang kebersamaan yang mungkin jarang kita dapatkan dalam aktivitas sehari-hari.”

Semangat itu tercermin dalam tema MFD tahun ini, “Bersatu dalam Keberagaman, Bertumbuh dalam Kebersamaan”. Lewat tema tersebut, panitia ingin menunjukkan bahwa meski berbeda angkatan, seluruh peserta tetap satu keluarga.

Dudi menjelaskan, sepak bola dipilih sebagai pembuka karena olahraga ini universal dan mampu menghadirkan antusiasme berbagai kalangan. Sepak bola, lanjutnya, juga mengajarkan kerja sama, komunikasi, strategi, dan sportivitas

Selain empat marhalah tersebut, MFD 2026 juga diikuti Angkatan Legend. Menurut Dudi, keikutsertaan kelima kelompok itu istimewa karena mempertemukan pelajar dari angkatan junior hingga senior.

Kapten Avicenna, Mizan Hamid, mengaku sangat bersyukur dan senang seusai laga. Menurutnya, energi kekeluargaan di lapangan terasa luar biasa. “Penat kuliah terbayar lunas dengan antusiasme penonton,” ujarnya.

Mizan menyebut timnya fokus menyamakan visi, bermain tenang, dan menjaga komunikasi antarlini, dengan tetap mengutamakan keseruan dan sportivitas. Momen paling berkesan baginya adalah gol penentu di ujung babak yang dirayakan bersama pemain cadangan dan suporter di pinggir lapangan. “Benar-benar momen pemecah sekat senior-junior,” katanya.

Bagi Mizan, acara seperti MFD menjadi “vitamin” sekaligus wadah untuk mencairkan suasana dan mengenal wajah-wajah baru lintas angkatan.
Pelatih Avicenna, Muhammad Ahza Mudhofar, mengaku cukup puas dengan permainan timnya. “Anak-anak mampu menerjemahkan strategi dengan baik dan berjuang habis-habisan hingga peluit panjang,” ujar Ahza. Ia menilai transisi dari menyerang ke bertahan masih harus lebih cepat dan koordinasi lini tengah perlu dirapikan untuk laga berikutnya.

Kemeriahan juga terasa di pinggir lapangan. Salah seorang penonton, Izzat, menyebut yel-yel kreatif yang saling dilontarkan antarsuporter sebagai bagian paling seru karena membuat atmosfer stadion hidup. Ia datang untuk melepas penat dari rutinitas hafalan dan kuliah muqarar, sekaligus memanfaatkan momen langka untuk bersilaturahmi langsung lintas marhalah.

Dudi berharap MFD 2026 berjalan lancar dan meninggalkan kesan baik bagi seluruh warga Bu’uts. Ia juga berharap tidak ada sekat antara senior dan junior, juga tidak ada marhalah yang merasa paling hebat.

“Kita datang untuk berkompetisi, tetapi jangan sampai pulang membawa permusuhan. Keberhasilan sejati adalah ketika kebersamaan tetap terjaga setelah acara berakhir,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*