Fpib.web.id — Divisi Kesehatan Forum Pelajar Buust Indonesia (FPIB) bersama PCINU Mesir menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi anggotanya pada Sabtu (24/10) di Sekretariat PCINU. Pemeriksaan atau Basic Medical Check-up (BMC) ini terbuka bagi warga FPIB maupun PCINU, dengan kuota 200 peserta, 100 dari anggota FPIB dan 100 dari anggota PCINU.
BMC merupakan pemeriksaan kesehatan dasar yang bertujuan meningkatkan kesadaran (awareness) anggota agar lebih peduli pada kesehatan serta mendeteksi potensi penyakit sejak dini. Koordinator Divisi Kesehatan FPIB, Faris Abdillah, menjelaskan bahwa BMC terdiri dari 6 stand pemeriksaan, di antaranya:
- Anamnesis: warga diwawancarai seputar riwayat penyakit sebelum pemeriksaan lanjutan.
- Indeks Massa Tubuh: pemeriksaan berat dan tinggi badan.
- Blood Typing: tes golongan darah dan rhesus.
- Tensi: pemeriksaan tekanan darah dan saturasi oksigen.
- Gula Darah dan Kolesterol: pemeriksaan laboratorium sederhana.
- Konsultasi: warga berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Dalam pelaksanaannya, acara ini menggandeng Senat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Al-Azhar Kairo untuk penyediaan petugas dan peralatan kesehatan. Nanriata Shafa, humas Senat FK sekaligus perwakilan Divisi Kesehatan FPIB, menyampaikan bahwa BMC kali ini melibatkan 16 petugas yang tersebar di setiap stand. Menurutnya, antusiasme warga lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita mengadakan sistem absensi dan menetapkan kuota, yaitu 100 untuk warga NU dan 100 untuk warga FPIB.” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Dewan Pengawas Organisasi (DPO) tetap menganggap kegiatan ini berhasil meski peserta tidak mencapai 100 orang per lembaga, karena sebagian anggota PCINU juga tercatat sebagai anggota FPIB.
Antusiasme itu juga terasa dari peserta. Fatimah Zahro mengaku senang karena pemeriksaan gratis ini membuatnya lebih sadar akan kondisi kesehatannya dan ia bisa berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan.
Annisa Puspita, mahasiswi FK yang bertugas di stand tensi, menyampaikan bahwa secara umum kondisi peserta baik. Namun, ia menemukan beberapa peserta yang mengidap hipertensi, dan sebagian lainnya terindikasi memiliki kadar kolesterol tinggi.
Ketua FPIB, Muhammad Al-Fatih, turut membersamai jalannya program Divisi Kesehatan tahun ini. Ia mengaku bangga dan mengapresiasi kemandirian serta keaktifan panitia yang solid menjalankan tugas tanpa pengawasan ketat.
“BMC tahun ini terasa spesial karena saya mengikuti prosesnya dari awal, dari teman-teman mempersiapkan hingga acara ini berjalan. Pelaksanaan tahun ini juga jauh lebih lengkap dan matang dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena adanya evaluasi dari kegiatan sebelumnya,” ungkapnya.
Evaluasi itu terlihat dalam teknis pelaksanaan. Pemeriksaan berlangsung pukul 13.00-18.00 WLK dan berbeda dari BMC sebelumnya, tahun ini dibagi menjadi tujuh sesi. Peserta datang sesuai sesi yang dipilih sehingga antrean lebih tertata.
Selain sebagai program kerja Divisi Kesehatan, BMC adalah wujud kepedulian terhadap kesehatan mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) yang tinggal di perantauan. Semangat yang terus digaungkan adalah jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Mengingat kesehatan merupakan investasi masa depan, agenda seperti ini layak didukung dan terus dilestarikan.

